Langkah-langkah Evaluasi Laporan Keuangan Akhir Tahun untuk Perkembangan Bisnis di Tahun Depan

By Ayu, 12 Desember 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam dunia bisnis terutama bagian akuntansi dan keuangan, akhir tahun merupakan hari-hari yang sibuk dan melelahkan.

Para pelaku usaha dan akuntan harus melakukan banyak hal, seperti tutup buku, membuat serta menyelesaikan laporan akhir tahun, dan tidak kalah penting juga melakukan evaluasi keuangan.

Mungkin beberapa dari Anda bertanya, mengapa harus melakukan evaluasi keuangan? evaluasi keuangan adalah salah satu tujuan dari pembuatan laporan keuangan sehingga evaluasi keuangan sangat tepat jika dilakukan di akhir tahun.

langkah evaluasi laporan keuangan akhir tahun

Dalam melakukan evaluasi keuangan, ada lima aspek yang harus perhatikan. Kelima aspek tersebut yaitu tujuan keuangan, aset, investasi dan utang, dana cadangan. Kemudian, untuk melakukan evaluasi keuangan dari setiap aspek, simak ulasan berikut:

a. Tujuan Keuangan

Pada saat awal tahun dulu,tentu Anda membuat tujuan-tujuan ataupun target keuangan bukan? Pada langkah ini, coba buka kembali tujuan-tujuan yang telah anda buat tersebut.

Evaluasi seluruh tujuan dan target yang dibuat dengan kondisi Anda sekarang. Sudah tercapai semua atau ada yang masih belum bisa tercapai? Jika ada yang belum bisa tercapai, coba cari tahu penyebabnya kemudian jadikan hal tersebut sebagai perbaikan di periode berikutnya.

b. Aset

Evaluasi keuangan yang berkaitan dengan aset ini lebih ditekankan untuk bagian penambahan aset. Evaluasi penambahan aset dilakukan agar Anda dapat melihat apakah selama tahun berjalan, aset bisnis atau perusahaan Anda bertambah? Dengan begitu, secara tidak langsung Anda akan melihat sampai mana perkembangan dan kemajuan usaha Anda.

Cara melakukan evaluasi penambahan aset yakni membandingkan aset investasi dan aset konsumsi pada tahun berjalan.

Pertama, buatlah daftar semua aset investasi yang Anda miliki. Aset investasi ini seperti rumah, gedung, tabungan, tanah, dan lain sebagainya.

Kedua, Anda juga harus membuat daftar aset konsumsi seperti daftar saldo pinjaman yang belum lunas. Kemudian, jumlahkan kedua kelompok aset tersebut dan selanjutnya selisihkan atau kurangkan. Selisih jumlah antara aset investasi dan aset konsumsi itu adalah kekayaan bersih Anda.

c. Investasi

Investasi merupakan salah satu perencanaan keuangan terbaik untuk masa depan. Karenanya, investasikan dana Anda pada aset-aset yang dapat menambah keuntungan perusahaan Anda.

Menurut Prita, rasio menabung dan investasi yang sehat minimal 10% dari penghasilan setiap bulannya. Berapa persen dana yang Anda alokasikan untuk investasi? Lakukanlah evaluasi dari kegiatan investasi bisnis Anda. Selain proses, kinerja dan hasil investasi juga perlu Anda evaluasi.

Jika Anda memiliki portofolio aset investasi dalam beberapa jenis dan kelas, maka kenaikan aset yang bervariasi adalah wajar. Sementara, pengalihan aset dilakukan jika komposisi antara aset defensive dan aset agresif sudah diluar batas profil resiko yang diharapkan.

d. Hutang

Utang merupakan salah satu strategi sebuah perusahaan untuk mendapatkan tujuan finansialnya. Sehingga bukan suatu masalah jika Anda juga memiliki sebuah utang.

Sekarang hitunglah berapa jumlah utang perusahaan Anda? Kemudian bandingkan dengan pendapatan keseluruhan. Berapa rasio antara jumlah utang tersebut dan pendapatan secara keseluruhan.

Rasio utang yang sehat adalah 1/3 dari jumlah pendapatan. Misalnya pendapatan bisnis Anda Rp 15 miliar maka cicilan utang maksimal yang sebaiknya Anda ambil sebesar Rp 5 miliar.

Jika jumlah cicilan utang usaha Anda saat ini lebih dari 1/3 dari pendapatan per bulan artinya jumlah utang Anda sudah tidak sehat dan Anda perlu melakukan kebijakan atau tindakan untuk menyehatkannya.

e. Dana Cadangan

Dana cadangan memang bukan suatu kewajiban, tetapi jika Anda mempunyai alokasi saldo untuk dana cadangan tentu saja akan sangat baik.

Dana cadangan dapat Anda gunakan untuk sesuatu atau kegiatan yang sangat urgent. Lalu, apakah Anda mencadangkan dana cadangan? Besarnya dana cadangan tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan dan besar atau kecilnya bisnis.

Pada umumnya besarnya dana cadangan selama setahun, jumlahnya 3 kali dari pengeluaran rutin per bulan. Jadi jika pengeluaran Anda setiap bulan sebesar Rp 5 juta maka alokasikan dana cadangan sebesar Rp 15 juta. Dana cadangan tersebut juga dibuatkan rekening khusus yang  rekening kegiatan operasional.

Itulah cara dan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan evaluasi keuangan di akhir tahun.


Baca juga

Pentingnya Stok Opname Pada Perusahaan Manufaktur

Penentuan Harga Pokok Penjualan ( COGS ) dan Hubungannya dengan PPn Import, PPh Pasal 22 Import

Perbedaan Laporan Laba Rugi Fiskal dan Komersial

Perhitungan PPN Jika Nilai Kontrak Include PPH23 Pada Perusahaan Jasa

Penjelasan, Tarif, dan Contoh Perhitungan PPh 21, PPh 23 dan PPN

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin