Langkah-langkah Tahapan Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

By Ayu, 15 November 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Tahapan Pencatatan akuntansi pada perusahaan jasa tidaklah jauh berbeda dari tahapan perusahaan akuntansi perusahaan dagang. Perbedaan ini hanya terletak pada proses kegiatan usaha dan produk yang dihasilkan dan berpengaruh terhadap lembar kerja yang digunakan oleh masing-masing perusahaan.

Idealnya, lembar kerja yang digunakan sebuah perusahaan jasa cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan dagang atau manufaktur. Misalnya, pada perusahaan jasa ini hanya terdapat akun pendapatan untuk transaksi penjualan.

Lalu, apa saja langkah-langkah tahapan pencatatan akuntansi pada perusahaan jasa? Di bawah ini kita akan menjelaskan tentang langkah-langkah tahapan pencatatan akuntansi perusahaan jasa.

Langkah-langkah tahapan pencatatan akuntansi pada perusahaan jasa :

  1. Analisa Transaksi (Pencatatan & Penggolongan)

Tahap yang pertama dalam tahapan akuntansi perusahaan jasa adalah mengumpulkan data-data keuangan yang valid, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Contohnya seperti nota pembelian, kwitansi penjualan, dan sebagainya. Kemudian catatlah seluruh transaksi keuangan secara detail pada jurnal umum berdasarkan data-data yang dikumpulkan agar memudahkan Anda pada tahap-tahap selanjutnya.

Setelah itu, pindahkanlah data tersebut dari jurnal umum ke buku besar. Golongkanlah data transaksi keuangan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor dan nama akun, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, seluruh transaksi perusahaan pada jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada satu buku besar kas. Lalu, hitunglah saldo masing-masing akun pada buku besar untuk mengetahui total nilai akun.

  1. Neraca Saldo atau Neraca Percobaan

Kegiatan akuntansi selanjutnya merupakan membuat neraca saldo untuk menilai proses pencatatan data dari jurnal umum ke buku besar (posting) sudah benar adanya dengan cara membuat neraca saldo. Dan apabila jumlah debit dan kredit seimbang, itu berarti tidak ada kesalahan dalam peng-input-an data.

  1. Jurnal Penyesuaian

Tahap yang ketiga adalah penyusunan jurnal penyesuaian yang dibuat saat terjadinya transaksi yang berpengaruh pada akun-akun perusahaan, misalnya penyusutan peralatan, uang sewa yang belum dilunasi, dan lain sebagainya. Di tahap ketiga ini, biasanya akan muncul akun-akun baru setelah adanya jurnal penyesuaian.

  1. Neraca Lajur

Idealnya, penyusunan neraca lajur akan mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Apabila keduanya sudah Anda buat, maka penyusunan neraca lajur bisa dilakukan secara mudah. Nantinya, neraca lajur itu akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca. Keduanya itu akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan nantinya.

  1. Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan tahapan kelima dari siklus akuntansi perusahaan jasa yang diantaranya berisi laporan laba-rugi, neraca, dan laporan perubahan modal. Dalam laporan keuangan laba-rugi, semua pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan akan dihitung untuk mengetahui laba atau rugi yang diperoleh. Sedangkan, dalam laporan neraca akan menampilkan semua keuangan perusahaan dari sektor aset, utang. dan modal.

  1. Jurnal Penutup

Akun-akun perkiraan pada laporan perubahan modal dan laporan laba-rugi yang ada pada perusahaan jasa pada akhirnya akan ditutup. Akun-akun tersebut diantaranya merupakan akun pendapatan, biaya dan beban, laba-rugi, dan prive. Setiap akun ini perkiraan yang ditutup akan bersaldo Rp.0, sehingga yang tersisa hanya akun perkiraan yang mempengaruhi neraca saja yang memiliki saldo.

  1. Jurnal Pembalik

Tahapan jurnal pembalik adalah tahap pembalikan beberapa akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya merupakan pembayaran yang dibayar di muka dan belum jatuh tempo.

  1. Neraca Akhir atau Awal (Setelah Penutupan)

Tahap ini disebut dengan neraca akhir atau awal, karena sebagai neraca akhir yang dihasilkan pada akhir periode, disebut neraca awal karena akan digunakan sebagai neraca awal pada siklus akuntansi periode berikutnya.

Dengan adanya langkah-langkah tahapan siklus akuntansi yang harus dilakukan pada perusahaan jasa, tentunya akan lebih mudah jika perusahaan menggunakan software akuntansi online seperti Jurnal yang akan menggolongkan semua transaksi usaha sesuai dengan semua kriteria laporan keuangan maupun jurnal yang dibutuhkan.


Dapatkan kemudahan dalam melakukan tahapan akuntansi dengan menggunakan Jurnal. Dengan Jurnal ini Anda bisa mempersingkat proses dalam siklus akuntansi. Karena, Anda hanya perlu mencatat seluruh isi transaksi di Jurnal dan Jurnal akan mengolahnya menjadi laporan keuangan instan dengan data akurat dan realtime.


Contoh Pencatatan Akuntansi pada Perusahaan Jasa

Pada tanggal 1 januari 2012 Wawan mendirikan perusahaan yang diberi nama “Wawan Elektronik Servis” transaksi yang terjadi selama bulan januari sebagai berikut:

  • 1/01/2012 tuan Wawan menyetorkan uang pribadinya dan kekayaannya sebagai modal awal, berupa uang tunai Rp 6.000.000,- peralatan kantor Rp 3.000.000,- gedung Rp 10.000.000,-

  • 2/01/2012 dibeli peralatan servis dari toko garuda Rp 3.000.000,- baru dibayar tunai Rp 1.000.000,- sisanya diangsur selama 3 bulan.

  • 3/01/2012 dibeli perlengkapan servis secara tunai Rp 750.000,-

  • 10/01/2012 diterima pendapatan servis tunai Rp 900.000,-

  • 15/01/2012 dibayar gaji pegawai sebesar Rp 300.000,-

Catatlah transaksi diatas kedalam jurnal umum!

Jawaban;

Wawan Elektronik Servis

Jurnal Umum

Periode, Januari 2012     Halaman 5

Tanggal

Keterangan

Ref

Debet

Kredit

2012

Januari

1

Kas

Peralatan kantor

Gedung

      Modal

(modal awal)


Rp   6.000.000,-

Rp   3.000.000,-

Rp 10.000.000,-

-

-

-

-

Rp 19.000.000,-

2

Peralatan

      Kas

      Utang

(pembelian peralatan servis secara kredit)


Rp   3.000.000,-

-

-

-

Rp   1.000.000,-

Rp   2.000.000,-

3

Perlengkapan servis

      Kas

(pembelian perlengkapan secara tunai)


Rp     740.000,-

-

-

Rp      750.000,-

10

Kas

      Pendapatan

(penerimaan pendapatan servis)


Rp     900.000,-

-

-

Rp     900.000,-

15

Beban gaji

      Kas

(pembayaran gaji karyawan)


Rp     500.000,-

-

-

Rp     300.000,-


Rp 23.950.000,-


Rp 23.950.000,-


Itu tadi ulasan tentang bagaimana Langkah-langkah tahapan pencatatan akuntansi pada perusahaan jasa beserta contohnya. Semoga bermanfaat.


Baca juga

Pengertian Jurnal Pembelian dan Jurnal Penjualan pada Perusahaan Dagang beserta Contohnya

10 Strategi Jitu untuk Meningkatkan Repeat Order

Jenis Pajak pada Perusahaan Logistik dan Cara Menghitungnya

Pengertian, Cara dan Contoh Menghitung Nilai Goodwill (Aset tidak berwujud) pada Perusahaan

Cara Perhitungan Pajak Penghasilan Perusahaan Manufaktur

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin