Memahami Pengertian Plant Asset, Natural Resources, dan Intangible Asset dalam Aset Bisnis Perusahaan

By Martina, 30 Juli 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Plant Asset

Plant Asset atau juga disebut dengan aset tetap adalah aset yang sangat penting bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Aset ini memiliki manfaat yang dapat dilihat secara nyata dengan nilai yang sangat signifikan dibanding dengan aset lain. Aset tetap juga dianggap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. Selama periode itu, aset tetap dapat digunakan untuk kegiatan operasi atau menghasilkan pendapatan dalam operasi bisnis. 


Dalam akuntansi, aset tetap dicatat umurnya dengan memperkirakan masa manfaat yang dimiliki. Harga yang dicatat juga menggunakan harga perolehan yang kemudian disusutkan secara periodik menggunakan metode yang telah ditentukan perusahaan. Hal ini berfungsi untuk mengetahui nilai atau harga sesungguhnya dari sebuah aset tetap sehingga perusahaan bisa memperkirakan harga jual ketika aset telah digunakan beberapa tahun. 


Tidak hanya untuk perusahaan, aset tetap juga penting untuk pemerintah. Pada Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP), ditekankan bahwa pemerintah harus mencatat aset tetap walau aset tersebut bisa digunakan oleh masyarakat. 


Dalam PSAP, dijelaskan pula bahwa aset tetap pemerintah digunakan untuk pemerintah dan masyarakat umum. Maka, aset yang tak bisa digunakan oleh masyarakat bukanlah aset tetap. Berbeda dengan perusahaan yang mana aset tetap memang seharusnya digunakan oleh perusahaan bukan pihak lain. 


Aset tetap dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, seperti:

  1. Tanah, sudah jelas bila tanah merupakan aset tetap perusahaan yang bisa digunakan untuk menunjang proses produksi atau operasi. Misalnya, semakin luas tanah yang dimiliki perusahaan semakin besar kapasitas produksinya karena bisa dijadikan pabrik. Selain itu, tanah yang luas juga bisa dijadikan gudang truk tanpa harus menyewa pihak ketiga. Beberapa perusahaan bahkan menyewakan tanahnya kepada perusahaan lain sehingga pendapatan tidak hanya berasal dari kegiatan usaha namun juga sektor lain yaitu pendapatan sewa. 

  2. Gedung/Bangunan, ketika perusahaan memiliki tanah dan membangun gedung sebagai kantor usaha, sebagai gudang, atau sebagai pabrik, maka bangunan tersebut merupakan aset tetap perusahaan. Bukan hanya gedung atau bangunan, monumen, patung, hingga menara yang dibuat oleh perusahaan di atas lahan tanah dianggap sebagai aset tetap golongan gedung.

  3. Peralatan Mesin, peralatan serta mesin tentu menjadi alat utama dalam proses operasi dan produksi. Peralatan dan mesin digunakan dengan masa manfaat lebih dari satu tahun yang mana perusahaan harus merawat dan mengalokasikan biaya perawatan sehingga mesin bisa digunakan lebih lama. Peralatan dan mesin memang bisa dijual, namun dengan nilai yang terus terdepresiasi. 

  4. Aset Tetap Lainnya, setiap perusahaan pasti memiliki aset tetap lain yang tak termasuk dari tiga jenis aset tetap sebelumnya seperti komputer, alat kantor, meja kursi, dan kendaraan seperti motor, mobil, truk, dan lain-lain. Selain itu, aset tetap yang masih dalam tahap produksi atau pengerjaan juga dapat digolongkan pada jenis aset tetap lainnya.


Intangible Asset

Intangible asset atau aset tak berwujud adalah aset yang bernilai namun tak bisa diidentifikasi secara fisik. Aset tak berwujud dapat digunakan ketika perusahaan hendak menyerahkan jasa, sewa, atau keperluan administratif kepada pihak lain. Pengelolaan aset tak berwujud sangat rumit dan cukup membingungkan karena sistem akuntansi saat ini memang lebih memudahkan penghitungan aset berwujud. Maka dari itu, banyak perusahaan yang tidak terlalu memperhatikan aset berwujud. Aset tak berwujud akan berlaku apabila,

  1. Aset memiliki manfaat ekonomis yang jelas, diperlukan perusahaan, dan di masa depan masih tetap memberikan manfaat ekonomis yang tidak berubah.

  2. Aset diperoleh dengan biaya yang jelas, dapat diukur, atau dapat ditunjukkan kalkulasinya.


Setiap aset tak berwujud pasti memiliki tiga karakteristik utama salah satunya tidak memiliki eksistensi fisik. Aset tak berwujud akan memiliki nilai ketika perusahaan yang menggunakannya memberikan keistimewaan tertentu atau privilege. Selain itu, aset tak berwujud juga termasuk sebagai instrumen keuangan yang mana mendapatkan nilai dari klaim untuk menerima kas di masa mendatang. 


Yang terakhir adalah, aset tak berwujud bersifat jangka panjang sehingga mampu menyediakan manfaat bertahun-tahun. Ketika perusahaan berinvestasi dalam aset tak berwujud maka penyusutan akan dilakukan dengan metode amortisasi. 


Beberapa contoh sederhana dari aset tak berwujud adalah Hak Cipta, Hak Paten, Hak Merek Dagang, Hak Franchise, hingga Hak Eksklusif. Hak paten adalah hak yang diberikan kepada seseorang atau perusahaan terhadap hal baru yang ditemukannya baik dalam proses produksi, menjual, hingga mengawasi agar tak ditiru pihak lain. Hak merek dagang adalah hak cipta khusus untuk menandai hak komersial terhadap barang yang diusahakan termasuk simbol dan desain bungkus. 


Sedangkan, Hak Franchise adalah hak yang dimiliki oleh franchisee terhadap fasilitas yang telah diberikan oleh franchisor. Misalnya, pemilik Toko Makmur memberikan hak kepada pak Toni untuk membuat toko dengan nama serupa menggunakan hak franchise yang telah dibayar sebelumnya sehingga sertifikat franchise diterima. Hak Eksklusif adalah hak untuk mengelola fasilitas publik terhadap perusahaan dari negara.


Natural Resources

Aset yang terakhir adalah aset sumber daya alam atau natural resources. Beberapa contoh sederhana yang mungkin dimiliki perusahaan besar adalah cadangan minyak, gas, mineral, dan kayu. Terdapat beberapa teknik penghitungan akuntansi untuk sumber daya alam yang memang dimiliki oleh sebagian perusahaan saja. Sebagai aturan umum, biaya yang harus dicatat oleh perusahaan terhadap sumber daya alam sebagai harga perolehan adalah biaya langsung, biaya survei, biaya hukum, biaya eksplorasi, biaya pengembangan, dan biaya terkait lainnya. 


Ketika biaya telah diketahui dengan benar, maka penyusutan dapat dilakukan. Namun, istilah penyusutan tak dapat digunakan untuk aset sumber daya alam karena telah digunakan pada properti, pabrik, dan peralatan. Untuk sumber daya alam, istilah penyusutan diganti dengan penipisan atau depletion. 


Rumusnya memang hampir sama dengan penyusutan atau amortisasi yaitu biaya sumber daya alam dikurangi nilai residu yang diharapkan lalu dibagi dengan perkiraan unit di sumber daya tersebut. Jika seluruh sumber daya alam dijual dalam satu periode maka biaya deplesi akan sama dengan deplesi per unit dikali seluruh jumlah unit yang dijual. 


Nah, itu dia ulasan singkat mengenai tiga aset yang dimiliki perusahaan seperti aset tetap, aset tak berwujud, dan aset sumber daya. Secara garis besar, aset tetap adalah aset berwujud yang bisa membantu proses produksi dan operasi perusahaan. Sedangkan, aset tak berwujud tak dapat dilihat secara fisik namun memiliki nilai dari hak klaim yang telah diberikan. Yang terakhir, adalah aset sumber daya yang tak dimiliki oleh banyak perusahaan. Aset ini sangat bernilai dan biayanya mencakup berbagai aspek baik sebelum diekstraksi, saat diekstraksi, dan sesudah diekstraksi.


Baca juga

Pengertian Aktiva Pajak Tangguhan (Deferred Tax Assets) serta Contoh Cara Menghitungnya

Contoh Cara Menentukan Biaya Perawatan (Maintenance Expenses) untuk Meningkatkan Nilai Asset

5 Metode Penyusutan Aset Tetap dalam Akuntansi dan Contoh Cara Menghitungnya Menggunakan Excel

Pengertian Operating Asset (Aset Operasi) dalam Sebuah Bisnis

Langkah-langkah Mendata Aset Perusahaan (Beserta Contoh)

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin