Mengenal Basis Akuntansi dan Standar Akuntansi yang Berlaku di Indonesia

By Martina, 12 April 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bagi sebagian orang, akuntansi merupakan salah satu subjek yang sulit untuk dipahami dan tidak sedikit orang yang menyerah untuk mengerti berbagai macam istilah yang ada dalam akuntansi serta bagaimana cara perhitungannya. Tak dapat ditampik, akuntansi memang sesuatu yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk mampu menguasainya. Menurut Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison, pengertian dari akuntansi sendiri adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis dan memproses data menjadi sebuah laporan sehingga dapat dikomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.


Terdapat berbagai macam pengertian akuntansi oleh para ahli, namun intinya adalah sistem dalam bisnis yang membahas tentang keuangan dan bagaimana uang itu masuk serta digunakan. Oleh karena itu, akuntansi merupakan komponen penting dalam bisnis sebagai acuan analisis laba dan rugi suatu perusahaan.


Akuntansi atau sering disebut juga sebagai pembukuan sudah ada hampir sepanjang sejarah manusia terlibat dalam aktivitas perdagangan. Tidak heran karena akuntansi dibutuhkan jika kita ingin melakukan bisnis dengan cara yang lebih terorganisir sehingga membutuhkan  sebuah sistem atau cara untuk melacak segala aktivitas keuangan yang dilakukan. Kini, akuntansi bahkan telah menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap bisnis untuk berbagai keperluan baik bagi perusahaan itu sendiri maupun kewajiban terhadap pemerintah.


Pembukuan atau akuntansi memiliki dua kategori, yaitu Akuntansi Keuangan, yang berhubungan dengan informasi yang dipublikasikan kepada pemegang saham, pemberi pinjaman atau kreditur, pelanggan, dan badan pengatur. Biasanya akuntansi jenis ini dilakukan oleh perusahaan besar dengan tujuan memberikan informasi penting keuangan suatu perusahaan kepada pihak lain yang relevan. Kategori selanjutnya adalah Akuntansi Manajerial, yang berhubungan dengan informasi yang tidak dapat diberikan kepada publik, seperti keuntungan bisnis, gaji karyawan, dan biaya barang yang dihasilkan. Pada kategori ini, tujuan akuntansi manajerial adalah untuk membantu para pembuat keputusan menentukan apa yang harus dilakukan.


Bagi Anda pemilik bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan cara yang terukur dan dapat diprediksi, melakukan pembukuan atau akuntansi merupakan hal yang penting. Dengan memiliki sistem untuk melacak aset, liabilitas, pendapatan dan pengeluaran akan membantu bisnis Anda dalam mengambil keputusan yang tepat dan cerdas dengan berdasarkan kinerja masa lalu serta menjadikan keuangan Anda menjadi lebih sehat. Melalui pembukuan, Anda tidak hanya dapat menganalisis data keuangan perusahaan, tetapi  juga membantu pertumbuhan bisnis dan menambah keuntungan yang didapat.


Ketika Anda menggunakan sistem akuntansi, maka Anda akan dapat mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Hal ini dikarenakan ketika Anda mengetahui kondisi keuangan bisnis Anda secara akurat, maka Anda dapat mengambil keputusan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki di area yang perlu peningkatan serta inovasi apa yang dapat dikembangkan untuk membuat pelanggan Anda tetap nyaman dan senang.


Pembukuan tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan ketelitian dalam pembuatannya. Dalam pembuatannya ada hal krusial yang perlu Anda perhatikan, yaitu basis akuntansi, yang merupakan pemilihan teknik akuntansi yang akan berpengaruh terhadap informasi keuangan yang akan dihasilkan. Basis akuntansi berkaitan erat dengan konsep pengakuan dan pengukuran. Yang dimaksud dengan pengakuan adalah menyatakan suatu transaksi ke dalam kata-kata dan jumlah uang dan mencantumkannya pada laporan keuangan. Untuk mendukung konsep pengakuan, dibutuhkan kriteria untuk menentukan jumlah atau besaran nilai uang yang akan dicantumkan pada laporan keuangan. Dalam akuntansi, konsep tersebut disebut sebagai pengukuran. Tingkat kerumitan untuk memenuhi kedua kriteria tersebutlah yang menyebabkan timbulnya perbedaan pilihan basis akuntansi yang diterapkan.


Jenis-Jenis Basis Akuntansi


Setidaknya terdapat tiga jenis basis akuntansi berdasarkan fokus pengukuran dan waktu pengakuan. Dari ketiga jenis basis akuntansi, basis kas (cash basis) dan basis akrual (accrual basis) merupakan jenis basis akuntansi yang murni. Selain itu, ada juga basis modifikasi (modified basis), dimana ada pendapat yang membedakan antara bentuk modifikasi dari basis kas (modified cash basis) dengan modifikasi dari basis akrual (modified accrual basis), namun ada juga yang berpendapat bahwa kedua bentuk modifikasi tersebut adalah sama. Hal ini akan bergantung pada kebutuhan pembukuan Anda.


Basis Kas (cash basis) merupakan basis akuntansi yang mengakui, mencatat, dan menyajikan suatu kegiatan transaksi apabila terjadi perubahan pada kas, baik berdasarkan pengeluaran maupun pemasukan. Titik fokus pada bisnis akuntansi yang satu ini adalah sumber kas (cash resources) dengan pencatatan utama pada kegiatan pemasukan dan pengeluaran kas. Pengeluaran diakui ketika telah dilakukan pembayaran secara kas, sedangkan pemasukan diakui ketika kas telah benar-benar Anda terima. Biasanya, laporan yang dihasilkan dari basis kas adalah laporan pemasukan dan pengeluaran kas. Basis kas dapat menghasilkan neraca, namun isinya hanya sebatas kas dan ekuitas saja.


Kelebihan dari penggunaan basis kas adalah laporan yang dihasilkan mudah dimengerti dan dijelaskan. Anda juga tidak akan kesulitan mencari seorang karyawan untuk menangani pengolahan data tersebut karena tidak memerlukan keahlian yang tinggi. Selain itu, laporan basis kas mampu memperlihatkan sumber-sumber keuangan, alokasi keuangan yang dilakukan serta penggunaannya. Dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan. Sayangnya, basis kas mengabaikan arus sumber daya selain kas yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda dalam menyediakan barang atau jasa baik pada saat ini maupun di masa mendatang. Laporan basis kas juga tidak dapat menyediakan informasi mengenai Harga Pokok Penjualan atau Cost of Good Sales (COGS) yang berfungsi sebagai alat untuk menentukan harga barang, kebijakan kontrak publik, dan evaluasi kerja.


Jenis basis akuntansi selanjutnya adalah Basis Akrual (accrual basis), dimana akuntansi berbasis akrual mengakui dan mencatat suatu transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi tanpa melihat kapan kas diterima atau dibayarkan. Pembukuan dengan basis ini mampu menyediakan informasi laporan keuangan yang lebih komprehensif atau menyeluruh karena fokus pengukuran menggunakan seluruh sumber daya ekonomi (all economics resources).


Kelebihan dari basis ini adalah kemampuan memperlihatkan akuntabilitas penggunaan seluruh sumber daya ekonomi serta pengelolaan aset dan kewajiban, pendanaan dan pemenuhan kebutuhan kas seluruh aktivitas bisnis Anda, memungkinkan evaluasi terhadap kemampuan bisnis Anda dalam mendanai suatu aktivitas atau kegiatan serta memenuhi kewajiban dan komitmen, dan menjadi alat evaluasi bagi kinerja bisnis Anda terkait biaya dan efisiensi aktivitas yang dilakukan. Sedangkan kekurangannya penggunaan basis ini terletak pada kerumitan sistem dan kesulitan dalam mencari karyawan yang dapat melakukan pengolahan data ini karena membutuhkan keahlian yang tinggi.


Jenis terakhir dari basis akuntansi adalah Basis Modifikasi (modified basis) yang pada dasarnya berada di tengah antara basis kas dan basis akrual, namun tak memungkinkan untuk condong ke salah satunya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa basis modifikasi tergolong menjadi dua, yaitu modifikasi basis kas dan modifikasi basis akrual. Ada yang menganggap keduanya sebenarnya sama, tetapi ada juga yang beranggapan bahwa kedua model basis modifikasi tersebut berbeda.


Pada modifikasi basis kas umumnya memodifikasi atau mengubah basis kas dengan menambah batasan periode waktu tertentu di luar periode laporan untuk pengakuan pemasukan dan pengeluaran kas. Contohnya, ada pengeluaran atau pemasukan kas pada bulan Januari 2018 tapi karena disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan di tahun 2017 maka transaksi tersebut diakui dan dicatat ke dalam laporan tahun 2017. Fokus pengukuran modifikasi basis kas adalah pada sumber keuangan saat ini (current financial resources) beserta perubahannya. Pada modifikasi basis kas ini telah terjadi perluasan fokus pengukuran dari semula hanya kas, lalu ditambah dengan utang piutang yang jatuh tempo pada tambahan batasan waktu yang telah ditetapkan.


Apabila modifikasi basis kas memperluas cakupan fokus pengukuran basis kas, makan model modifikasi basis akrual mengurangi cakupan fokus pengukuran basis akrual. Jenis modifikasi ini berfokus pada pengukuran current economic resources (sumber ekonomi saat ini) serta perubahannya, atau bisa juga diperluas. Contohnya, hampir seluruh aset dan kewajiban diukur dengan basis akrual, namun pendapatan diukur berdasarkan basis kas atau modifikasi kas.


Pembukuan atau akuntansi memiliki standar yang telah diatur oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Standar akuntansi merupakan aturan baku serta pedoman yang harus dipenuhi oleh setiap instansi yang menggunakan sistem akuntansi bagi pemenuhan kewajibannya terhadap pemerintah maupun penggunaan internal. Saat ini, standar akuntansi di Indonesia mengacu pada IFRS (International Financial Reporting Standard), yang merupakan standar bagi pelaporan keuangan yang digunakan oleh 120 negara di dunia, kecuali Amerika Serikat yang menggunakan sistem GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Penggunaan IFRS bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja global bagi perusahaan publik dalam mempersiapkan laporan keuangan mereka. Dibandingkan dengan GAAP, IFRS memiliki hasil laporan yang lebih bersih dan mudah dipahami.


Penggunaan IFRS di Indonesia dikarenakan Indonesia merupakan salah satu anggota IFAC (International Federation of Accountants) atau Federasi Akuntan Internasional). Saat ini, terdapat empat macam standar akuntansi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan satu pedoman yang dikeluarkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Berikut dibawah ini adalah empat macam standar akuntansi yang perlu Anda ketahui:


  1. PSAK-IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

Standar akuntansi yang akan dibahas pertama adalah PSAK-IFRS. PSAK merupakan singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, yang merupakan standar praktik akuntansi yang digunakan di Indonesia. PSAK ini disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia.


Standar ini merupakan aturan baku yang mengatur pencatatan, penyusunan, perlakuan, dan penyajian laporan keuangan dan digunakan untuk entitas atau perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik atau telah IPO (perusahaan yang telah terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal). Di tahun 2015, PSAK resmi mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang merupakan kelanjutan dari International Accounting Standards (Standar Akuntansi Internasional)  yang digunakan oleh banyak negara di dunia.


  1. SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)

Singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, standar akuntansi ini ditujukan bagi entitas atau perusahaan yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan serta menerbitkan laporan keuangan hanya untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Yang dimaksud dengan pengguna eksternal adalah individu, entitas atau instansi yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.


Tujuan dari standar akuntansi ini adalah untuk menciptakan fleksibilitas dalam penerapannya dan tidak diharapkan memberikan kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari institusi perbankan.


  1. SAS (Standar Akuntansi Syariah)

Standar ini merupakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah yang ditujukan untuk entitas yang melakukan transaksi syariah baik itu entitas lembaga syariah maupun non syariah. Standar Akuntansi Syariah mencakup kerangka konseptual, penyajian laporan keuangan syariah, akuntansi murabahah, musyarakah, mudharabah, salam, dan istishna.


  1. SAK EMKM (Standar Akuntabilitas Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah)

Exposure Draft Standar Akuntabilitas Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah atau disingkat menjadi ED SAK EMKM disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan aturan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mendefinisikan dan memberikan rentang kuantitatif EMKM.


Standar ini ditujukan bagi para pemilik bisnis kecil menengah yang tidak atau belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP.


Sedangkan pedoman yang dikeluarkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) adalah SAP atau Standar Akuntansi Pemerintah, yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah. Penggunaan SAP diatur oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.


Seluruh standar akuntansi yang disebutkan di atas banyak dipakai oleh perusahaan atau entitas di Indonesia, namun standar-standar tersebut tidak berlaku secara langsung untuk akuntansi manajemen. Agar lebih memahami lebih jauh mengenai standar yang diterapkan di Indonesia, ada baiknya Anda melakukan riset untuk mendalaminya dengan lebih baik.


Baca juga

Perbedaan Beban Dan Biaya Dalam Akuntansi

Cara Mengelola Arsip Akuntansi Perusahaan

Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenis utang dalam Akuntansi Beserta Contohnya

Perbedaan dari Akuntansi Basis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Basis Kas (Cash Basis)

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Buku Besar Akuntansi Perusahaan

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin