Mengenal Istilah Deregulasi Beserta Kelebihan, Kelemahan, dan Contohnya

By Martina, 09 Januari 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bagi kebanyakan orang istilah deregulasi memang terdengar asing. Namun, bagi seorang pelaku bisnis, penting untuk mengetahui istilah deregulasi agar dapat memahami apa yang dimaksud serta mengetahui apakah akan berdampak pada operasional bisnisnya. Deregulasi adalah kebijakan atau keputusan yang ditetapkan untuk mengurangi atau menghilangkan suatu aturan yang dinilai berpotensi untuk menghambat aktivitas ekonomi tertentu, terutama yang berkaitan dengan persaingan dan pasar bebas.


Deregulasi biasanya terjadi ketika suatu peraturan pemerintah dirasa tidak efisien sehingga dapat merugikan ekonomi dan secara keseluruhan dapat melemahkan perekonomian negara. Dengan kata lain, secara teori deregulasi biasanya muncul karena keinginan untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara agar menjadi lebih baik, sehingga mampu meningkatkan daya saingnya di pasar internasional dan memberikan hasil yang lebih banyak serta berkualitas. Oleh karenanya, deregulasi dianggap oleh para ahli sebagai salah satu cara untuk dapat menciptakan bentuk persaingan serta memperbaiki efisiensi dalam suatu perekonomian. Namun, seperti banyak hal yang memiliki pro dan kontranya tersendiri, deregulasi pun juga memiliki sisi negatifnya dimana tak sedikit yang menganggap bahwa deregulasi dapat menimbulkan masalah baru daripada menyelesaikan masalah lama jika diterapkan.


Pelaksanaan Deregulasi di Indonesia

Indonesia pernah melakukan deregulasi besar-besaran di bidang keuangan, moneter dan perbankan secara bertahap pada bulan Juni 1983 yang diakibatkan oleh lesunya ekonomi karena jatuhnya harga minyak dunia. Kebijakan yang pertama kali dibuat hasil deregulasi adalah Paket 1 Juni 1983 atau yang paling sering disebut dengan PAKJUN 1983. Kebijakan PAKJUN 1983 merupakan kebijakan yang memberikan kesempatan yang lebih luar bagi bank-bank di Indonesia untuk bergerak dan mengurangi keterlibatan Bank Indonesia terkait implementasi kredit.


Deregulasi ini memungkinkan variabel kuantitas (kredit yang diberikan untuk bank) digantikan dengan variabel harga atau dengan memberikan kebebasan kepada setiap bank untuk menentukan sendiri suku bunga deposito  serta suku bunga pinjaman yang akan diberikan kepada nasabah mereka.


Setelah PAKJUN 1983 mulai dijalankan, dibuat juga deregulasi Undang-Undang Perpajakan Tanggal 1 Januari 1984 mengenai Pajak Pendapatan dan Undang-Undang Perpajakan Tanggal 1 April 1985 tentang Pajak Pertambahan Nilai (Djohan, 1955:5). Kebijakan deregulasi dibidang perpajakan ini dibuat untuk menunjang pelaksanaan PAKJUN 1983 dimana deregulasi ini menyederhanakan serta memperjelas undang-undang yang ada sebelumnya. 


Karena adanya deregulasi ini, muncul pembatasan tingkat pengenaan pajak yaitu maksimal sebesar 35% dan setiap wajib pajak diwajibkan untuk menggunakan sistem “menghitung sendiri” dalam melaporkan besaran pajak yang harus dibayarkan sehingga mengurangi keterlibatan instansi pajak.


Di masa sekarang pun akan ada kebijakan deregulasi yang tertera pada Omnibus Law dimana Omnibus Law akan menerapkan deregulasi atas 74 undang-undang yang mencakup 1.244 pasal yang dianggap berpotensi menghambat perkembangan laju investasi di tanah air. Tujuan dari penerapan deregulasi yang tertera pada Omnibus Law ini adalah semakin banyak aliran dana investasi yang akan masuk ke dalam negeri setelah peraturan yang memperumit prosesnya dihilangkan.


Kelebihan Deregulasi

Setelah membahas tentang kebijakan deregulasi yang pertama kali dibuat serta rencana penerapan deregulasi yang akan diterapkan melalui Omnibus Law, kita akan membahas tentang kelebihan dari diterapkannya deregulasi.


Mengalokasikan Sumber Daya Secara Lebih Efisien

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa deregulasi berarti menghilangkan sejumlah aturan atau kebijakan yang dirasa akan menghambat perekonomian negara, pemerintah memanfaatkan deregulasi untuk meningkatkan persaingan yang lebih sehat dan adil untuk perusahaan atau semua bisnis yang beroperasi.


Dengan mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, diharapkan agar semakin banyak perusahan baru yang masuk ke dalam pasar dan mengurangi kekuatan monopoli perusahaan besar.


Pengurangan Biaya Operasional Bisnis

Bagi setiap pemilik bisnis, memperkecil pengeluaran merupakan salah satu hal yang harus dilakukan agar dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan yang lebih menghasilkan seoptimal mungkin. Dengan adanya kebijakan deregulasi tentunya akan mempermudah setiap pelaku usaha yang ingin menjalankan bisnisnya baik itu dari segi perizinan untuk beroperasi, menciptakan produk baru, memperluas target pasar dan lain sebagainya akan menjadi lebih mudah karena tidak adanya perizinan yang dinilai rumit dan memperlambat perkembangan bisnis.


Bagi Anda yang memiliki bisnis sendiri mungkin pernah mengalami rumitnya perizinan serta biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha Anda. Deregulasi dapat berfungsi untuk mengurangi biaya-biaya tersebut sebagai salah satu contohnya.


Ketika pertumbuhan investasi dapat meningkat, maka perusahaan pun dapat meningkatkan produksinya menjadi lebih besar sehingga bisa menciptakan lebih banyak lowongan pekerjaan.


Mengurangi Penyakit Korupsi Pejabat

Sudah tidak heran jika mendengar ada oknum pejabat yang memanfaatkan para pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mempersulit atau mempercepat proses administrasi. Selain itu, perusahaan besar yang memonopoli pasar pun tidak akan segan untuk mengamankan posisinya dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya agar persaingan sehat tetap terjaga, seperti dengan melakukan penyuapan terhadap oknum pejabat tertentu. Dengan adanya deregulasi, peraturan yang tadinya berbelit-belit bisa menjadi lebih sederhana dan transparan.


Memberikan Pilihan

Seperti yang dijelaskan pada poin pertama di atas, deregulasi memungkinkan adanya persaingan sehat sehingga semakin banyak para pemain yang bisa masuk ke dalam pasar sehingga memuaskan konsumen. Contohnya bisa seperti beberapa perusahaan akan memberikan penawaran harga yang lebih rendah dibandingkan yang lainnya. Persaingan yang seperti ini akan menghasilkan jenis produk yang lebih bervariasi, berkualitas, dan dengan harga yang bahkan lebih murah sehingga konsumen pun jadi memiliki banyak pilihan.


Kesejahteraan Ekonomi Jangka Panjang

Salah satu kelebihan lainnya dengan adanya deregulasi adalah memungkinkannya pengembalian kesejahteraan ekonomi yang hilang karena kebijakan atau aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti kontrol harga dimana kebijakan tersebut berpotensi mengurangi keuntungan yang didapatkan baik oleh konsumen dan produsen.


Kelemahan Deregulasi

Segala sesuatunya pasti ada positif dan negatifnya begitu juga dengan deregulasi. Kelemahan dengan adanya deregulasi adalah sebagai berikut :


Dikuasainya Sumber Daya Ekonomi

Dengan adanya deregulasi, tidak menutup kemungkinan akan adanya persaingan seperti siapa yang kuat dia yang akan menang. Artinya, mereka yang memiliki modal berlebih dapat menguasai perekonomian, pasar, dan memiliki kekuatan pasar sendiri. Ketika hal ini terjadi, maka perusahaan tersebut berpotensi untuk melakukan apapun karena telah menguasai semuanya.


Menurunnya Kualitas Produk

Deregulasi bisa menjadi pisau bermata dua bagi konsumen karena di satu sisi pemerintah akan mengeluarkan kebijakan yang melindungi konsumen, namun kebijakan yang sama pula mampu menciptakan standar pelayanan yang lebih rendah juga. Perusahaan akan mengurangi biaya produksinya serta menghilangkan fitur-fitur penting lainnya agar dapat memaksimalkan keuntungan yang didapat.


Meningkatkan Risiko pada Sistem Keuangan

Hal-hal yang terjadi dalam persaingan para pemain di industri bisa berpotensi membuat beberapa perusahaan untuk mengabaikan risiko yang mungkin tercipta dari inovasi yang dilakukan selama perusahaan mendapatkan keuntungan yang optimal. Selain itu juga deregulasi berpotensi memberikan ‘alat’ bagi para pemain di industri untuk mengembangkan suatu instrumen atau inovasi yang tidak diatur oleh pemerintah.


Eksploitasi Sumber Daya Alam

Deregulasi yang bersifat memangkas kebijakan atau peraturan yang menghambat berpotensi untuk meningkatkan tingkat eksploitasi sumber daya alam yang akan muncul karena tidak adanya regulasi.


Layanan Kebutuhan Dasar Menjadi Eksklusif

Selanjutnya kelemahan dari adanya penerapan deregulasi adalah mahalnya beberapa layanan bagi kebutuhan dasar seperti kesehatan dan utilitas. Meskipun pemerintah membuka persaingan di bidang tersebut, namun kemungkinan besar hanya ada beberapa perusahaan saja yang mampu menjadi pemain di industri tersebut karena sifat industrinya yang membutuhkan modal besar serta memiliki risiko yang sangat tinggi.


Karena tidak banyak perusahaan yang memiliki cukup modal untuk bersaing di bidang tersebut, maka mereka yang sudah menjadi pemain dapat memonopoli pasar dan meningkatkan harga. Alhasil, dengan harga pelayanan yang tinggi menjadikan hanya mereka yang mampu membayar layanan tersebut yang bisa menggunakannya.


Contoh Deregulasi

Salah satu contoh deregulasi selain yang telah disebutkan sebelumnya, ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 1984 tentang arahan bagi lembaga pemerintah untuk melaksanakan deregulasi, khususnya instansi yang menangani izin melakukan investasi, produksi serta berbagai bentuk hubungan pemerintah dan swasta.


Akibat dari deregulasi ini, Departemen Perindustrian, Kehutan dan Perdagangan sama seperti Bank Indonesia yang harus melonggarkan persyaratan perizinan bagi para pelaku usaha swasta.


Baca juga

Memahami Bukti Potong dan Pentingnya Bagi Subjek Pajak

Memahami UU Cipta Kerja dan Dampaknya pada Bisnis Anda

Memahami Istilah Purchasing Management dalam Bisnis Manufaktur

Memahami Istilah Awareness-trial-repeat (ATR) dalam Marketing Bisnis

Memahami Istilah Blind Shipping dan Cara Pemanfaatannya dalam Bisnis Logistik Anda

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin