Mengenal Prive Dalam Akuntansi: Pengertian, Tips Mencatat & Contohnya

By Aulia, 04 Maret 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Untuk alasan yang jelas, melacak pengeluaran harta uang/ aset pada bisnis perorangan sama pentingnya dengan melacak pemasukan. Jika Anda tidak melacak dan menerapkan pedoman yang ketat mengenai penggunaan dana tersebut, maka bisa jadi bisnis Anda dapat terhambat untuk menghasilkan keuntungan dalam waktu yang ideal.

Pengeluaran yang perlu dilacak dan dicatat disini tidak hanya melulu terkait beban gaji yang harus dibayarkan setiap bulannya, biaya listrik, biaya kuota internet, biaya bensin, dll. Tetapi pengeluaran dalam bentuk prive juga perlu Anda pastikan terdokumentasi pada laporan keuangan bisnis Anda. Ya, prive juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan suatu bisnis, terutama dalam bisnis perorangan.

Apa itu arti prive?

Prive dalam akuntansi adalah pengambilan uang/ harta yang dilakukan oleh pemilik (owner) perusahaan perorangan atau bisnis keluarga untuk keperluan pribadi. Dengan demikian, adanya kegiatan prive ini tentu akan berdampak pada laporan keuangan perusahaan, yaitu berkurangnya modal/ aset yang dimiliki perusahaan setara dengan jumlah yang ditarik. Dengan terpengaruhnya modal perusahaan, maka prive menjadi bagian yang harus dicatat dalam laporan perubahan modal. Bukan malah dicatat sebagai beban dalam laporan laba rugi. Mengapa demikian?

Karena prive merupakan hak seorang investor/ pemilik modal untuk menarik kembali modal yang mereka berikan pada suatu perusahaan. Serta prive dianggap hal diluar operasional bisnis sehingga dikhawatirkan apabila prive dimasukkan dalam perhitungan laporan laba rugi akan mempengaruhi laba/ rugi perusahaan. Padahal bisa jadi pengambilan prive secara normal tidak akan mempengaruhi keuntungan maupun kerugian bisnis. Dengan kata lain penarikan uang/ aset dalam kegiatan prive tidak diperlakukan sama seperti penarikan lainnya. Melainkan dikurangkan dari modal pemilik di neraca untuk mendapatkan total ekuitas.

Apa saja bentuk prive?

Prive tidak hanya berupa pengambilan/ penarikan modal dalam bentuk uang saja. Tetapi terdapat beberapa jenis transaksi lainnya yang juga termasuk dalam kategori prive, meliputi:

  • Penarikan modal atau aset oleh investor yang dapat ditarik kembali untuk kepentingan pribadi selain uang tunai adalah aktiva, barang dagangan, alat produksi, dsb.

  • Pengeluaran biaya yang dibebankan untuk kepentingan pribadi anggota CV.

  • Pemberian gaji kepada anggota persekutuan baik itu sekutu aktif maupun pasif yang modalnya tidak terbagi atas saham.

  • Pembagian laba dalam bentuk apapun.

Pentingnya pencatatan prive

Akun prive harus dicantumkan dalam laporan keuangan bisnis untuk melacak seluruh pengeluaran pemilik bisnis. Tanpa metode yang tepat untuk mencatat prive ini, kemungkinan dapat menimbulkan kebingungan karena pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemilik akan bercampur dengan pengeluaran operasional bisnis. Yang pada akhirnya akan menyebabkan kesalahan akuntansi.

Tips mengelola prive 

Meskipun penarikan pemilik dalam akun prive adalah hal yang lumrah dalam bisnis, akan tetapi boleh jadi penarikan tersebut dapat memicu guncangan bagi operasional perusahaan. Oleh karenanya, agar keuangan atau modal perusahaan tetap stabil setelah adanya prive, terdapat beberapa tips yang perlu diperhatikan dan diimplementasikan oleh perusahan perseorangan atau persekutuan. Setidaknya ada 4 (empat) tips untuk mengelola prive, yaitu sebagai berikut:

Membatasi jumlah penarikan dana/ aset

Tips pertama untuk pengelolaan prive secara tepat adalah dengan menerapkan pembatasan jumlah penarikan prive. Umumnya, batasan prive yang diterapkan oleh kebanyakan perusahaan yaitu tidak melebihi 50% dari modal awal perusahaan. Selain itu perlu dibuat kebijakan juga bahwa total prive adalah kurang dari imbal hasil yang diterima investor. Tujuannya tidak lain untuk menghindari dampak finansial yang signifikan. 

Dengan melakukan pembatasan pada jumlah tertentu, maka perusahaan atau para pengurus badan usaha dapat lebih mengantisipasi penggunaan aset yang berlebihan oleh para pemilik perusahaan.

Menyiapkan dana cadangan

Dana cadangan mengacu pada rekening tabungan atau aset yang sangat likuid yang bisa ditarik kapan saja sesuai kebutuhan yang disisihkan untuk memenuhi biaya tak terduga atau kewajiban keuangan perusahaan. Adanya dana cadangan ini juga bisa menjadi back up agar ketika pemilik modal menarik modalnya secara tiba-tiba finansial perusahaan tidak terlalu terguncang. Dana cadangan perusahaan ini biasanya dapat berasal dari laba yang ditahan.

Memisahkan urusan pribadi dan perusahaan

Selanjutnya, sudah sepatutnya bagi pemilik usaha untuk memisahkan urusan pribadinya dengan urusan perusahaan. Ada banyak sekali manfaat dari memisahkan keuangan pribadi dan bisnis Anda, diantaranya termasuk untuk tujuan pajak dan perlindungan pribadi. Jauh lebih mudah untuk melacak pengeluaran bisnis untuk tujuan pajak jika Anda menggunakan akun bisnis terpisah. 

Maka dari itu, sebaiknya para pemilik usaha atau investor memisahkan dana pribadi dengan dana operasional perusahaan sehingga ketika memiliki kebutuhan yang sifatnya pribadi tidak perlu sampai menarik modal perusahaan. Jikapun investor harus menarik modal, ada baiknya tidak menggunakannya secara berlebihan apalagi hanya demi memenuhi gaya hidup konsumtif. 

Cara mencatat prive

Berikut penjelasan singkat mengenai cara mencatat prive dengan benar:

Pertama, pastikan untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi prive dalam jurnal umum. Lakukan verifikasi tanggal transaksi dengan menyertakan rekening koran atau kwitansi tunai yang dikeluarkan dari bank.

Kedua, debit akun prive anggota/ sekutu perusahaan yang melakukan penarikan. Perlu diketahui, bahwa setiap anggota bisnis harus memiliki akun prive/ penarikan yang memungkinkannya untuk memotong uang dari perusahaan untuk pengeluaran pribadi. Cantumkan nama anggota perusahaan di sebelah debit dan jumlah debit harus sama dengan jumlah uang tunai yang ditarik anggota dari bisnis.

Ketiga, jumlah uang yang telah didebet kemudian dicantumkan dalam kolom kredit. Kredit ini tentunya juga harus sesuai dengan debit ke akun penarikan anggota perusahaan karena debit harus sama dengan kredit untuk membuat entri yang seimbang. Kredit ke uang tunai menunjukkan bahwa anggota perusahaan telah menarik uang dari bisnis.

Contoh pencatatan prive

Agar lebih jelas lagi dalam memahami tentang bagaimana cara mencatat prive, perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya, Bapak Adi selaku sekutu aktif perusahaan CV Adi Jaya mengambil uang kas dari usahanya sebesar Rp 500.000. Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli baju baru untuk anak beliau. Atas transaksi ini, maka dicatat lah dalam jurnal seperti dibawah ini:

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit 

Kredit


Prive Bapak Adi


500.000

-


Kas


-

500.000

Kami dapat membantu

Ukirama ERP dapat membantu Anda melakukan segala aktivitas akuntansi perusahaan Anda secara praktis, terkomputerisasi, terintegrasi dan memungkinkan otomatisasi. Termasuk mempermudah Anda dalam mengelola laporan jurnal umum dengan pengeluaran prive. Cari tahu bagaimana Ukirama ERP dapat membantu Anda selengkapnya dengan menghubungi kontak yang tercantum pada website ini sekarang juga!


Baca juga

Contoh Laporan Keuangan untuk UKM Lengkap

Keuntungan Penerapan Cloud ERP Di Perusahaan Distributor (Distribusi)

Kapan Sebaiknya Perusahaan Menerapkan ERP di perusahaan Manufaktur?

Contoh Laporan Arus Kas (Cash Flow) Perusahaan Manufaktur

Contoh Laporan Laba Rugi (Income Statement) Perusahaan Manufaktur

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin