Mengenal Ruang Lingkup Manajemen Produksi dan Operasi Dalam Bisnis

By Martina, 07 Juni 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Menjalankan bisnis sendiri lebih baik daripada bekerja dengan orang lain. Tidak sedikit orang yang mengatakan kalimat tersebut. Sebenarnya semakin banyak pelaku usaha yang muncul akan semakin baik. Itu tandanya akan semakin banyak yang memiliki pekerjaan dan dapat berkontribusi besar kepada pengembangan negara. Namun, menjalankan sebuah bisnis tidak semudah yang dikira dan sayangnya tidak banyak orang yang bisa langsung berhasil. Diperlukan sifat pantang menyerah dan keinginan untuk terus belajar agar bisnis yang dijalankan bisa bertahan dan berkembang.


Salah satu hal yang harus dipelajari oleh pelaku bisnis adalah memahami ruang lingkup manajemen produksi dan operasi. Dengan mempelajari apa yang dimaksud dengan ruang lingkup manajemen produksi dan operasi, Anda bisa menjadikannya sebagai referensi yang bisa diimplementasikan pada bisnis Anda sendiri.


Memahami Manajemen Produksi dan Operasi

Manajemen produksi dan operasi merupakan istilah umum yang mencakup keseluruhan gagasan dalam lingkaran manajerial. Manajemen produksi dan operasi memiliki definisi sebagai sebuah proses yang mengubah sumber daya yang dimiliki oleh suatu organisasi menjadi barang atau jasa akhir, yang bisa dijual kepada konsumen secara langsung, dengan melalui serangkaian kebijakan yang telah ditentukan sebelumnya, dikendalikan, dan juga berulang.


Sebenarnya manajemen produksi dan operasi bisa dikatakan berbeda, namun juga sama. Apabila produk menjadi fokus utama perusahaan, maka hal tersebut disebut dengan manajemen produksi. Sedangkan untuk perusahaan yang fokus utamanya adalah layanan, seperti perusahaan jasa, maka disebut dengan manajemen operasi.


Garis perbedaan antara perusahaan yang lebih fokus pada produk dan perusahaan yang lebih fokus pada layanan sebenarnya agak tidak jelas. Misalnya seperti perusahaan pembuat mobil harus memproduksi mobil dengan brand mereka sendiri, namun disamping itu juga mereka harus menyediakan layanan bagi para pelanggannya untuk merawat dan memperbaiki mobil mereka.


Dengan kata lain, manajemen produksi dan operasi sama-sama memiliki fokus utama untuk mengubah sumber daya yang dimiliki untuk dihasilkan menjadi sesuatu yang bisa dijual kepada pelanggan sekaligus memenuhi tujuan perusahaan tersebut, seperti efektivitas, efisiensi dan juga kemampuan menyesuaikan. Hal inilah yang membedakan manajemen produksi dan operasi dengan fungsi lainnya yang ada di perusahaan seperti HR, marketing, finance, dan lain sebagainya. Kata kuncinya adalah fokus utama yang dimiliki oleh manajemen produksi dan operasi, yaitu mengubah sumber daya yang dimiliki.


Ruang Lingkup Manajemen Produksi dan Operasi

Pada umumnya, berikut dibawah ini merupakan aktivitas apa saja pada perusahaan yang ditangani di bawah fungsi manajemen produksi dan operasi:

  1. Lokasi fasilitas perusahaan

Yang dimaksud dengan lokasi fasilitas adalah lokasi dimana perusahaan akan beroperasi. Hal ini merupakan keputusan yang harus diputuskan dengan pertimbangan yang mendalam karena bersifat jangka panjang yang akan mempengaruhi kegiatan bisnis secara keseluruhan.


Pemilihan lokasi dimana perusahaan akan beroperasi merupakan keputusan tingkat strategis karena investasi yang dibuat untuk membangun pabrik dan permesinan, atau lokasi kantor utama. Lokasi operasional yang tidak tepat dapat menyebabkan pemborosan atas semua investasi yang dilakukan pada peralatan operasional dan kegiatan operasional lainnya.


Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih lokasi utama operasional yang didasarkan pada kebijakan dan rencana ekspansi perusahaan, perubahan sumber bahan baku, rencana diversifikasi produk serta faktor-faktor lainnya. Sebelum menetapkan lokasi utama operasional perusahaan Anda, pastikan untuk melakukan studi lokasi terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk menemukan lokasi yang tepat dan optimal yang akan memberikan keuntungan terbesar bagi perusahaan.


  1. Tata letak pabrik dan penanganan material

Berbeda dengan menentukan lokasi operasional utama perusahaan, tata letak pabrik lebih mengacu pada penataan peralatan dan hal-hal lainnya di dalam pabrik atau kantor. Tujuannya adalah untuk merancang tatanan fisik fasilitas yang memenuhi kualitas dan kuantitas produksi yang dibutuhkan dengan cara yang paling ekonomis.


Sedangkan yang dimaksud dengan penanganan material adalah pemindahan material dari ruang penyimpanan ke mesin dan dari satu mesin ke mesin berikutnya selama proses produksi. Menariknya, penanganan material didefinisikan sebagai seni dan ilmu memindahkan, menyimpan, dan mengemas produk dalam bentuk apapun.


Mungkin penanganan material dilihat remeh, padahal 50-75% biaya produksi dikeluarkan untuk aktivitas ini. Tentunya biaya tersebut bisa ditekan dengan pemeliharaan dan pengoperasian peralatan penanganan material dengan cara yang tepat. Peralatan dari penanganan material sendiri mampu meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas, mempercepat pengiriman, dan juga mengurangi biaya produksi.


  1. Desain produk

Desain produk sendiri berkaitan dengan mengubah ide yang dimiliki menjadi produk nyata. Setiap bisnis harus dapat merancang, mengembangkan, dan juga memperkenalkan produk barunya sebagai salah satu strategi untuk dapat bertahan di pasaran dan agar dapat semakin berkembang.


Keseluruhan proses untuk mengetahui kebutuhan dalam membuat sebuah produk pada umumnya melibatkan tiga divisi, yaitu marketing/pemasaran, pengembangan produk, dan manufaktur. Tim pengembangan produk bertugas untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan yang data dan informasinya diberikan oleh tim marketing ke dalam spesifikasi teknis serta merancang berbagai fitur ke dalam produk tersebut sesuai dengan spesifikasi produk tersebut. Sedangkan bagian manufaktur sudah jelas memiliki tanggung jawab untuk memilih proses dimana produk yang telah dikembangkan oleh tim dapat diproduksi.


Desain dan pengembangan produk menghubungkan antara aktivitas pemasaran, memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, serta aktivitas lainnya yang sekiranya diperlukan untuk dapat membuat produk tersebut.


  1. Proses desain

Berbeda dengan desain produk, desain proses merupakan pengambilan keputusan dalam lingkup makro dari keseluruhan rute proses untuk mengubah bahan mentah yang dimiliki perusahaan menjadi sebuah barang jadi. Keputusan ini terdiri dari pemilihan proses, pemilihan teknologi yang akan digunakan, menganalisa aliran proses, dan juga tata letak fasilitas. Oleh karenanya, keputusan penting dalam desain proses ini adalah menganalisa alur kerja yang akan dilakukan untuk mengubah bahan mentah tersebut menjadi produk jadi dan juga memilih workstation masing-masing yang termasuk ke dalam alur kerja tersebut.


  1. Pengendalian produksi dan perencanaan

Selanjutnya ada perencanaan dan pengendalian produksi yang dapat diartikan sebagai proses perencanaan produksi yang dibuat terlebih dahulu, menentukan rute yang tepat, menetapkan tanggal mulai dan selesai produksi, pendistribusian pesanan produksi ke toko atau pelanggan dan juga memonitor proses produksi agar sesuai dengan pesanan.


Prinsip pada perencanaan dan pengendalian produksi ada pada kalimat ‘Rencanakan Pekerjaan Anda Pertama dan kemudian Kerjakan Rencana Anda’. Fungsi utama dari perencanaan dan pengendalian produksi sendiri meliputi penjadwalan, perencanaan, pengiriman, perutean, dan tindak lanjut dari rencana yang telah dibuat.


  1. Kontrol kualitas

Kontrol kualitas atau yang lebih dikenal dengan istilah Quality Control (QC) merupakan sistem yang digunakan untuk mempertahankan kualitas yang diinginkan dalam produk atau layanan. QC dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kerusakan berdasarkan pada sumbernya, dimana pengendalian ini dilakukan secara sistematis dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kualitas produk.


Selain itu, Quality Control (QC) juga dikenal sebagai teknik manajemen industri dengan cara memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang dapat diterima dan diseragamkan pada saat produksi. QC merupakan serangkaian aktivitas yang memastikan bahwa operasional akan menghasilkan produk yang berkualitas optimal dengan biaya minimum.


  1. Manajemen material

Manajemen material merupakan aspek dari fungsi manajemen yang berkaitan utama dengan perolehan, kontrol dan penggunaan material yang dibutuhkan untuk produksi serta rute distribusi barang dan jasa yang berkaitan dengan proses produksi dimana telah memiliki beberapa tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.


  1. Manajemen pemeliharaan

Pada industri modern, peralatan dan mesin merupakan bagian yang sangat penting dari kegiatan produksi secara keseluruhan. Oleh karenanya, perbaikan peralatan dan mesin relatif mahal sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk selalu merawat peralatan dan mesinnya sebaik mungkin.



Baca juga

Ketahui Jenis dan Strategi Posisi Produk (Product Positioning) untuk Meningkatkan Penjualan Anda

Perbedaan serta Contoh Produk Homogen dengan Produk Heterogen

Cara Memilih Software Akuntansi Online Terbaik Untuk Bisnis Anda

Ketahui Strategi Pemasaran dengan Matriks Ansoff dan Pentingnya pada Bisnis

5 Alasan Kenapa Manajemen Gudang pada Bisnis Logistik Diperlukan

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin