Mengenal Self-Order dan Self-Service Serta Kelebihan dan Kekurangannya dalam Suatu Usaha

By Martina, 26 Juni 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Perkembangan zaman menuntut para pelaku usaha melakukan inovasi. Inovasi ini dilakukan sebagai upaya efisiensi dan efektifitas karena pasar yang menuntut kecepatan dan kesederhanaan proses. Didukung dengan teknologi, maka upaya inovasi ini bisa dengan mudah direalisasikan. Salah satu contoh inovasi yang dimaksud adalah self order dan self service.

Apa itu Self Order dan Self Service?

Self order dan self service seperti namanya mengacu pada upaya melayani diri sendiri dalam suatu aktivitas. Self order lebih menekankan pada cara pemesanan produk yang dilakukan secara mandiri. Sedangkan self service lebih menekankan pada pelayanan yang dilakukan mandiri untuk diri sendiri. Kedua konsep ini paling mudah dijumpai dalam suatu usaha restoran.


Berkaitan dengan self order dan self service, umumnya memanfaatkan perangkat teknologi untuk penerapannya. Sebagai contoh untuk self order pada sebuah restoran, pihak restoran menyediakan tablet di setiap meja sehingga pelanggan yang duduk cukup memesan melalui tablet tersebut. Sistem pembayaran juga bisa dilakukan secara cashless dengan uang elektronik.


Sedangkan self service contohnya adalah ketika pelanggan masuk ke restoran, maka mereka bisa mencari sendiri meja yang kosong untuk ditempati. Begitupun dengan pemesanan melalui tablet, sejatinya juga bagian dari self service. Di sebuah restoran junk food, pelanggan juga biasa mengambil sendiri saos dan sambal. Setelah makan, pelanggan bisa membersihkan sendiri mejanya dengan membawa tempat bekas makan ke tempat yang sudah disiapkan. Hal-hal inilah yang menjadi contoh dari penerapan self service di restoran yang mulai banyak diterapkan.

Kelebihan Penerapan Self Order dan Self Service

Jika dilihat sepintas, penerapan self order dan self service seperti hanya menguntungkan pihak pengusaha namun menyulitkan pelanggan. Apakah benar demikian? Ternyata hal tersebut tidak selalu benar. Baik self order atau self service memiliki kelebihan yang bisa didapat oleh pengusaha sekaligus bagi pelanggannya. Apa saja kelebihan yang dimaksud?

  1. Mengurangi Jumlah Pegawai

Bagi pengusaha, jelas bahwa penerapan self order dan self service bisa mengurangi jumlah manpower atau pegawai di tempat usahanya. Pelayanan yang bisa dilakukan secara mandiri menjadikan tempat usaha bisa menekan pegawai bagian pelayanan. Pertanyaannya adalah apakah dengan sistem ini artinya perusahaan bisa memberhentikan pegawai yang sudah ada? Jawabannya tidak selalu. Justru perusahaan bisa memanfaatkan sistem self order dan self service untuk mengembangkan usaha tanpa harus menambah pegawai. Artinya, perusahaan bisa mendapat omset lebih besar.

  1. Meminimalisasi Human Error

Dalam suatu aktivitas, kesalahan karena manusia sangat mungkin terjadi. Sebagai contoh di restoran, pelayan bisa saja keliru mencatat menu atau mengantarkan makanan ke meja yang salah. Hal-hal seperti ini pasti pernah terjadi dan seringkali membuat pelanggan jengkel. Oleh karena itulah, menerapkan self order dan self service yang memanfaatkan teknologi diharapkan bisa meminimalisasi human error. Selain itu, pembeli yang memegang kendali penuh pesanan dan layanannya, menjadikan mereka bisa lebih leluasa.

  1. Meminimalisasi Kecurangan

Pelayanan secara manual sangat berisiko terjadinya kecurangan yang dilakukan pegawai, seperti oleh kasir. Apalagi jika masih menggunakan pembayaran cash, hal-hal terkait penyelewengan sangat mungkin terjadi. Namun dengan menggunakan teknologi yang mendukung self order atau self service, maka kemungkinan kecurangan bisa ditekan. Hal tersebut lantaran semua transaksi dilakukan mandiri oleh pelanggan dan terjadi secara elektronik.

  1. Bisa Mengatasi Antrian

Baik itu di restoran, toko, atau tempat pelayanan, biasanya sering terjadi antrian pelanggan. Hal-hal seperti ini sering membuat pelanggan merasa kecewa dan bisa mengurungkan niat mereka untuk kembali datang. Oleh karena itulah, penerapan self order dan self service bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah antrian ini. Pemesanan dan pelayanan mandiri menjadikan transaksi lebih terorganisir tanpa perlu menunggu pelayanan. Hal ini tidak hanya menguntungkan pelanggan tetapi juga perusahaan karena bisa memperbaiki citra usaha.

  1. Membudayakan Pembayaran Cashless

Pembayaran dengan uang elektronik sebenarnya sangat menguntungkan. Bagi pelanggan, hal ini membuat mereka tak perlu mengantre di kasir. Sedangkan bagi pengusaha, cashless menjadikan risiko kehilangan, pencurian, atau uang palsu bisa diminimalisasi.

  1. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Berdasarkan penjabaran poin-poin di atas, sebenarnya sudah bisa dilihat bahwa penerapan self order dan self service bisa memberi keuntungan bagi pelanggan sehingga mendapat kepuasan. Tanpa adanya ketergantungan pada petugas pelayanan, pelanggan bisa melakukan aktivitas transaksi lebih cepat. Bahkan tidak ada lagi antri dan menunggu.

  1. Meningkatkan Omset Perusahaan

Jika pelanggan mendapatkan kepuasan karena bisa lebih efisien, maka perusahaan juga mendapat kepuasan karena omsetnya bertambah. Seperti yang sudah diungkap di awal, self order dan self service menjadikan pengusaha tak perlu menambah karyawan karena bisa menggunakan teknologi. Selain itu, dengan self order dan self service menjadikan pelayanan lebih cepat sehingga bisa melayani lebih banyak pelanggan. Bayangkan jika sebelumnya pelanggan harus mengantre untuk memesan selama 5 menit, sekarang dengan layanan mandiri mereka tidak perlu lagi mengantre. Artinya, pelanggan lebih banyak yang terlayani.

  1. Perusahaan Lebih Fokus Melayani Hal yang Lebih Serius

Apabila hal-hal dasar bisa dilakukan sendiri oleh pelanggan, maka perusahaan bisa lebih fokus memikirkan pelayanan di hal-hal lain yang dirasa lebih serius. Hal ini berarti perusahaan bisa memaksimalkan pelayanannya dan pelanggan bisa lebih terbantu. Sebagai contoh dengan adanya mesin ATM untuk setor tunai. Maka teller yang sebelumnya banyak ditugaskan ke layanan setor tunai bisa dialihkan ke layanan pembukaan rekening baru.

Kekurangan Penerapan Self Order dan Self Service

Meskipun banyak kelebihan yang didapat, namun tidak pula bisa dipungkiri bahwa masih ada beberapa kekurangan dari sistem self order dan self service. Beberapa kekurangan yang dimaksud adalah seperti:

  1. Belum Teredukasinya Semua Orang

Saat ini bisa dikatakan penerapan self order dan self service masih dalam tahap transisi. Masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya paham tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk mendukung sistem ini. Bahkan beberapa lainnya yang bukan tidak paham tetapi tidak mau menerimanya. Contoh saja dengan sistem self service, beberapa orang masih merasa bahwa hal ini hanya menyusahkan dirinya saja karena sudah terbiasa dilayani.

  1. Kesalahan Satu Sistem Bisa Mempengaruhi Semua

Dalam sistem self order dan self service, perusahaan harus memiliki sistem check dan audit yang terintegrasi. Hal ini untuk memastikan bahwa semua sistem berjalan baik dan tidak merugikan pelanggan. Oleh karena tergantung pada alat dan sifatnya terintegrasi, maka jika ada kesalahan di satu sistem saja bisa mempengaruhi sistem lainnya. Jika perusahaan tidak siap dengan kemungkinan ini, maka kondisi akan lebih kacau karena tidak ada karyawan yang mengambil peran pelayanan.


Itulah beberapa hal terkait self order dan self service. Pada hakikatnya penerapan sistem ini sangat baik dan berorientasi pada kenyamanan pelanggan dan pengusaha. Aplikasinya pun akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi.


Baca juga

Definisi Pasar Bisnis dan Prosesnya serta Ciri Perilaku Pembeli

5 Syarat Pengiriman Barang yang Umum dalam Bisnis

Pengertian dan Perbedaan Buffer Stock dan Threshold stock dalam Persediaan Barang di Bisnis Anda

Mengenal Arti Lead Time dan Faktor-faktor yang membuat Lead Time Penting dalam Bisnis

Apa Itu Cloud Kitchen serta Konsep dan Manfaatnya Dalam Bisnis Kuliner

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin