Mengenal Sistem Ekonomi Tradisional: Ciri, Kelebihan, dan Kekurangannya

By Ayu, 25 September 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Setiap negara menjalankan roda perekonomiannya dengan menggunakan sistem ekonomi. Dari satu negara dengan negara lainnya belum tentu menganut sistem ekonomi yang sama. Tentunya hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat, budaya, politik, ideologi, keadaan alam yang berbeda, dan berbagai macam faktor lainnya yang membuat tidak semua negara bisa menganut sistem ekonomi yang sama.


Di bidang ekonomi, ada istilah Sistem Ekonomi Tradisional dan Sistem Ekonomi Modern. Bagi kebanyakan orang awam, tentunya kedua sistem ini sulit untuk dipahami. Bagi Anda yang akan menjalankan sebuah bisnis, penting untuk memahami beberapa istilah ekonomi karena bisnis dan ekonomi sangat berhubungan erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengenal sistem ekonomi dengan lebih dalam.


Pengertian Sistem Ekonomi

Sebelum membahas secara lebih spesifik tentang sistem ekonomi tradisional, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi.


Menilik pengertian sistem ekonomi yang dijabarkan oleh Ismawanto yang membuat buku berjudul Ekonomi yang diperuntukkan bagi pembelajaran murid SMA dan MA kelas X, sistem ekonomi merupakan cara yang dilakukan untuk menyusun atau mengatur semua aktivitas atau kegiatan ekonomi, baik itu ekonomi pemerintah maupun masyarakat atau swasta. Aktivitas atau kegiatan yang menjadi acuan disini adalah aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat yang mencakup aktivitas seperti produksi, distribusi, dan konsumsi.


Singkatnya, sistem ekonomi memiliki fungsi untuk mendorong kegiatan produksi serta metode yang digunakan di suatu negara untuk mengatur kegiatan individu yang terlebih serta memungkinkan terciptanya suatu mekanisme yang dapat mendukung aktivitas distribusi barang dan jasa dengan baik.


Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Secara umum, sistem ekonomi tradisional merupakan sebuah sistem ekonomi yang kegiatan atau aktivitasnya dilakukan dengan bergantung pada sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Biasanya, masyarakat yang menggunakan sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum memiliki sistem pembagian kerja, mendapatkan barang dengan sistem barter, belum mengenal uang sebagai alat pembayaran dalam aktivitas ekonomi, kegiatan produksi serta distribusi dibentuk oleh tradisi,  dan aktivitas ekonomi dilakukan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau masyarakat.


Dalam sistem ekonomi tradisional, pemerintah hanya berperan sebagai penjaga ketertiban. 


Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Untuk dapat mengetahui apakah sistem ekonomi yang digunakan di suatu wilayah adalah sistem ekonomi tradisional tidaklah sulit. Hal ini dikarenakan sifatnya yang tergolong masih sangat sederhana dan jika dibandingkan dengan sistem ekonomi yang kita gunakan saat ini, sistem ekonomi tradisional dapat terlihat sangat mencolok akibat perbedaan yang cukup kontras dengan sistem ekonomi modern seperti saat ini.


Berikut di bawah ini adalah beberapa ciri khas yang terdapat pada sistem ekonomi tradisional:

  1. Transaksi pada aktivitas ekonomi masih dilakukan dengan cara barter.

  2. Pemerintah hanya berperan sebagai penjaga ketertiban dan terlibat secara langsung dalam semua aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.

  3. Proses produksi yang dipelajari secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan masih tergolong sangat sederhana.

  4. Tradisi serta budaya masyarakat masih menjadi acuan utama dari aktivitas ekonomi yang dijalankan.

  5. Masyarakat yang menganut sistem ekonomi tradisional menghasilkan jenis produksi berdasarkan atas keahlian yang dimiliki dan yang dibutuhkan.

  6. Semua proses kegiatan ekonomi dilakukan dengan cara mandiri. Oleh karenanya, tidak ada pembagian kerja yang jelas siapa yang harus melakukan apa.

  7. Hubungan antar masyarakat bersifat kekeluargaan sehingga aktivitas ekonomi dilakukan untuk saling menolong.

  8. Kondisi masyarakat yang menganut sistem ekonomi ini masih tradisional, statis, dan miskin.

  9. Pada umumnya masih bergantung pada sektor pertanian


Contoh kegiatan ekonomi pada sistem ekonomi tradisional adalah seorang petani jagung membutuhkan daging ayam sehingga ia membawa satu kilogram jagung ke tempat masyarakat biasa melakukan transaksi ekonomi, yaitu pasar.


Di pasar tersebut, sang petani jagung bertemu dengan seorang peternak ayam yang membawa satu ekor daging ayam dan membutuhkan jagung. Setelahnya, terjadilah transaksi pertukaran antara satu kilogram jagung dengan satu ekor ayam antara petani jagung dengan peternak ayam. Pada saat itu, barter tersebut dinilai sama-sama menguntungkan. Sedangkan jika dibandingkan dengan saat ini, nilai daging ayam lebih tinggi dari jagung sehingga hal ini sebenarnya merugikan peternak ayam.


Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Penggunaan sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang umum digunakan di masa lampau dimana berbagai macam aspek kehidupan belum terlalu berkembang seperti saat ini. Sistem ekonomi tradisional seperti ini mungkin saja masih dapat ditemukan di wilayah-wilayah Indonesia yang belum terlalu tersentuh dengan perkembangan budaya dan teknologi. Meskipun sistem ekonomi tradisional terlihat sederhana, tentunya sistem ekonomi ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya, diantaranya sebagai berikut:


Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

  • Karena sifatnya kekeluargaan dan untuk saling menolong, sistem ekonomi tradisional tidak memungkinkan persaingan untuk tumbuh.

  • Akibat tidak adanya persaingan pada aktivitas ekonomi, masyarakat tidak menghadapi adanya perselisihan maupun konflik yang diciptakan oleh persaingan.

  • Tidak adanya tekanan atas berapa banyak produksi yang harus dihasilkan.

  • Tidak adanya stres yang ditimbulkan akibat perhitungan untung dan rugi dalam aktivitas ekonominya.

  • Analisis marketing lebih sederhana

  • Masyarakat terpacu untuk menjadi untuk menjadi produsen

  • Masyarakat bertindak dengan lebih jujur dengan sistem barter sebagai alat pembayaran dari aktivitas ekonominya.


Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

  • Karena tidak adanya tekanan atas produksi, jumlah produksi yang dihasilkan cenderung rendah.

  • Kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan melebihi acuan kekayaan dan kesejahteraan.

  • Tidak adanya perhitungan yang pasti atas efisiensi dari aktivitas ekonomi yang dilakukan.

  • Sulit untuk menciptakan mobilisasi sosial melalui tindakan ekonomi pada sistem ekonomi tradisional.

  • Tidak tercipta kerjasama antar individu dalam masyarakat yang berguna bagi perkembangan ekonomi.

  • Adanya kesulitan dalam menentukan nilai dari barang yang akan dibarter.

  • Adanya kesulitan dalam mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan karena banyak individu yang merupakan produsen.

  • Karena hasil produksi ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki, tak jarang jumlah serta jenis barang yang diproduksi tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.


Meskipun penggunaan sistem ekonomi tradisional mungkin sudah tidak relevan atau sulit untuk diterapkan pada saat ini, namun Anda bisa saja mengambil beberapa poin kelebihan dari sistem ini untuk diterapkan pada bisnis atau kerja sama yang dilihat cocok untuk dilakukan.


Baca juga

Menentukan Umur Ekonomis Aktiva Tetap (Fixed Asset) Sesuai dengan Perpajakan di Indonesia

Pahami Kuantitas Pesanan Ekonomi (Economic Order Quantity) dalam Manajemen Persediaan Barang

Mengenal Istilah dan Contoh Barang Ekonomi, Barang Bebas, dan Barang Illith

Ciri-ciri, Kelebihan, dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Proses Bisnis Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa serta Perbedaannya

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin