Mengetahui Perbedaan Metode Pencatatan Akuntansi Persediaan Perpetual dan Periodik

By Ayu, 26 Juli 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Akuntansi persediaan, melalui istilahnya saja mungkin sudah banyak terbayang dalam benak kita akan realitas-realitas persediaan barang dalam sebuah bisnis perdagangan barang. Segala sesuatu yang membutuhkan penyimpanan atas persediaan barang, baik barang yang siap jual maupun yang masih berupa material setengah jadi sebagai bahan baku produksi. Apapun yang berupa kegiatan menyimpan barang berupa stok butuh dicatat dalam sebuah metode khusus agar semua barang itu aman dan terus terpantau. 

Kenapa butuh dicatat dan dipantau? Jawabannya sederhana, karena semua barang stok itu sejatinya adalah aset perusahaan yang akan mendatangkan pemasukan dari hasil penjualan. Hasil penjualan akan mendatangkan laba yang menjadi sumber keuangan perusahaan. Kelancaran keuangan bagi perusahaan sama seperti pentingnya aliran darah dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, semua barang persediaan tak boleh dianggap remeh apalagi dibiarkan dengan catatan ala kadarnya. 

Perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan barang, sesuatu yang ada rupa fisiknya, tak bisa mengabaikan metode pencatatan stoknya, terutama dari segi pencatatan akuntansinya. Sebab semua barang itu bernilai dan bisa dirupiahkan. Ada barang yang memiliki perputaran cepat karena penjualan sangat tinggi, dan ada kalanya barang stok mengalami penjualan yang lambat. Kedua situasi ini pun juga akan membutuhkan metode pencatatan yang berbeda agar pemilik usaha dapat mengetahui stok persediaannya secara akurat dengan sistem kerja yang efisien. 

Dalam dunia akuntansi dan bisnis, terdapat dua metode pencatatan persediaan barang, yaitu secara perpetual dan periodik. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing sesuai dua kondisi perputaran persediaan barang yang berbeda. Secara garis besar, metode perpetual menitik beratkan pada pencatatan secara real time harian, sementara untuk periodik, pencatatan secara menyeluruh dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai masa periode yang ditentukan perusahaan. Untuk lebih detailnya, mari kita uraikan satu per satu. 

Pengertian Metode Perpetual dan Periodik

Sebelum lebih jauh membahas perbedaan di antara kedua metode ini, pertama, kita pahami dulu apa pengertiannya. 

Metode pencatatan perpetual ini ciri khasnya adalah pencatatan persediaan dilakukan secara real time harian atau setiap kali ada transaksi terjadi, baik itu transaksi untuk pembelian barang maupun ketika ada penjualan barang. Semuanya dicatat saat itu juga atau hari itu juga. Semua barang yang masuk dan keluar akan terhistori dengan baik. Karena metode ini selalu mencatat, metode ini juga disebut metode buku. 

Sedangkan dalam metode pencatatan secara periodik, kebalikannya. Pencatatan tetap dilakukan secara rajin, namun pencatatan secara menyeluruh dilakukan pada akhir periode saja. Misalkan perusahaan menentukan satu periode pencatatan adalah tiap bulan, maka pada setiap akhir bulan seluruh persediaan barang akan dihitung fisiknya dan dimasukkan dalam catatan persediaan.  

Jumlah real fisik barang pada awal periode dan akhir periode akan dihitung untuk mendapatkan Harga pokok penjualan (HPP). Disini juga salah satu perbedaan paling menonjol antara periodik dengan perpetual. Pada periodik, sinkronisasi data dan HPP dilakukan satu kali saja, diakhir masa periode, sementara untuk metode perpetual, penghitungan HPPnya dilakukan dan dicatat tiap kali ada penjualan. 

Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang keduanya tak bisa dipukul rata mana yang lebih baik dibanding lainnya. Baik metode perpetual dan periodik akan cocok dan dibutuhkan oleh perusahaan yang memiliki karakter sesuai penggunaan masing-masing metode. 

Bagaimana maksudnya? Jadi, metode perpetual yang sangat detail tiap kali ada transaksi, akan sangat menguntungkan untuk perusahaan yang butuh memantau stok barangnya secara real time dan ketat. Biasanya perusahaan yang produknya bernilai mahal akan menggunakan metode ini, apalagi jika arus perputarannya dinamis. 

Sedangkan perusahaan yang karakter produknya cenderung stagnan, dengan harga yang statis dan rutinitas yang hampir pasti sama, lebih cocok dengan metode pencatatan periodik. Sebab metode periodik lebih efisien untuk arus barang yang rutinitasnya sama dan harga barang yang tak terlalu mahal. 

Prinsip Perbedaan Metode

Untuk mempertajam pemahaman, ini dia poin-poin penting perbedaan metode pencatatan persediaan perpetual dengan periodik. 

  1. Karakter bisnis (tipe barang dagangan)  

Perbedaan pertama adalah dari segi kecocokan metode terhadap model bisnis. Metode perpetual lebih cocok untuk perusahaan dengan barang persediaan yang dinamis dan bernilai tinggi. Harga barangnya cenderung berubah-ubah tergantung pada harga pasar yang sangat dinamis pula. 

Pergerakan barang, baik cepat maupun lambat pada karakter bisnis ini, lebih cocok dengan perpetual karena dapat diketahui laporan persediaan secara real time dan cepat. 

Sementara untuk bisnis dengan pergerakan barang yang cenderung sama, sudah membentuk rutinitas yang hampir pasti, dengan harga yang stabil, lebih cocok dengan metode periodik.


  1. Kegunaan buku pembantu 

Dalam metode perpetual, membutuhkan buku pembantu berupa kartu persedian barang dagangan. Karena pergerakannya yang cepat, butuh dicatat hampir tiap kali ada transaksi. Sementara untuk metode periodik yang dicatat menyeluruh secara periode, tidak membutuhkan buku pembantu, mungkin hanya memerlukan catatan saja untuk membantu akuntan. 


  1. Intensitas Pencatatan transaksi

Dari segi intensitas pencatatan juga sangat berbeda. Metode perpetual dicatat tiap kali ada transaksi terjadi, baik itu pembelian barang yang akan dijual, maupun tiap kali ada penjualan barang. Sedangkan pada metode periodik, transaksi tetap dicatat berdasarkan tanggal transaksi, namun untuk pencatatan mendetailnya hanya ketika pembelian barang saja. Sementara hasil akhir dan penghitungan HPP dilakukan penyesuaian di akhir periode saja. 


  1. Nama akun pada saat pembelian 

Terdapat perbedaan juga pada metode pencatatan nama akunnya. Pada metode perpetual, nama akunnya pembelian adalah persediaan barang dagang. Namun, akun ini akan tetap menjadi pembelian pada pencatatan periodik.


  1. Penyesuaian akhir periode  

Seperti diulas sebelumnya, bahwa pada metode perpetual tidak perlu melakukan lagi penyesuaian akhir, sebab tiap kali ada transaksi sudah dibuat penyesuaiannya antara pembelian dan penjualan barang. Berbeda dengan metode periodik dimana pencatatan rutin hanya berfokus pada pembelian barang sementara penyesuaian dengan penjualan dilakukan diakhir periode saja. Penyesuaian pada metode periodik ini memerlukan penghitungan secara fisik sebelum dimasukan dalam pencatatan untuk kemudian dihitung HPPnya. 

Semoga sekilas penjelasan ini dapat bermanfaat untuk membantu memahami perbedaan metode perpetual dan periodik. 



Baca juga

10 Masalah Akuntansi yang Sering Terjadi di Perusahaan

Istilah-Istilah Akuntansi dalam Laporan Keuangan Laba Rugi (Income Statement)

Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenis utang dalam Akuntansi Beserta Contohnya

Perbedaan dari Akuntansi Basis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Basis Kas (Cash Basis)

Langkah-langkah Tahapan Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin