Aktiva atau harta memiliki pengertian yaitu segala kekayaan (sumber daya) yang berwujud dan tidak berwujud (baik dalam bentuk harta benda maupun hak seperti hak sewa, hak tagih, hak guna bangunan) yang dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan yang diperoleh dari transaksi-transaksi masa lalu dan diharapkan dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Dalam suatu perusahaan pasti terdapat yang namanya persediaan (stock). Persediaan (stock) itu sendiri merupakan barang-barang atau sumber daya yang disimpan di dalam gudang yang akan digunakan di kemudian hari oleh perusahaan dalam proses penjualan ke pihak konsumen. Persediaan yang ada dapat berupa barang mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi. Persediaan atau stok yang terdapat di gudang tetap harus diperhatikan dan dikendalikan meskipun disimpan dan belum akan digunakan. Hal tersebut dinamakan pengendalian persediaan (stock control).

Dunia bisnis yang berkaitan erat dengan perusahaan-perusahaan mulai berkembang secara pesat, dinamis, dan tentunya kompetitif. Perkembangan itu tidak lain tidak bukan diakibatkan oleh adanya permintaan yang semakin besar akan suatu produk maupun jasa. Perusahaan-perusahaan yang ada berlomba-lomba untuk menghasilkan barang atau jasa yang sebaik mungkin untuk para konsumen sehingga perusahaan tersebut akan mendapat kepercayaan dari konsumen yang tentunya akan memperoleh laba dari penjualan tersebut.

Enterprise Resource Planning atau lebih sering disebut dengan ERP merupakan sebuah sistem informasi di mana sistem ini menyatukan seluruh aktivitas bisnis perusahaan secara real-time. Pada dasarnya sistem ini akan menggabungkan proses-proses vital dalam bisnis seperti produksi manufaktur, monitor pegawai, inventori, penjualan, keuangan hingga payroll. Semua akan tergabung dalam satu sistem sehingga memudahkan anda untuk mengawasi dan memantau kondisi perusahaan.

Beberapa tahun belakangan ini UKM dan UMKM menjadi salah satu hal yang cukup populer di Indonesia. Setidaknya ini membuktikan bahwa perekonomian Indonesia tidak jalan di tempat dan sebaliknya, mengalami perubahan dalam artian positif. Nah, kali ini kita akan mengulas mengenai pajak yang harus dibayarkan oleh usaha jenis ini dan cara pelaporannya. Namun, sebelum itu kita akan mengenal lebih jauh tentang UKM dan UMKM.

Perusahaan-perusahaan yang menjalankan suatu bisnis atau usaha, terbagi menjadi 3 jenis perusahaan berdasarkan usaha atau bisnis yang digeluti yaitu ada perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa. Ketiga jenis perusahaan berdasarkan usaha yang digunakan tersebut memiliki pencatatan keuangan dan bentuk akuntansi yang berbeda satu sama lain. Untuk mengetahui perbedaan antara perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa, mari simak penjelasan berikut ini.

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin