Dunia bisnis yang berkaitan erat dengan perusahaan-perusahaan mulai berkembang secara pesat, dinamis, dan tentunya kompetitif. Perkembangan itu tidak lain tidak bukan diakibatkan oleh adanya permintaan yang semakin besar akan suatu produk maupun jasa. Perusahaan-perusahaan yang ada berlomba-lomba untuk menghasilkan barang atau jasa yang sebaik mungkin untuk para konsumen sehingga perusahaan tersebut akan mendapat kepercayaan dari konsumen yang tentunya akan memperoleh laba dari penjualan tersebut.

Enterprise Resource Planning atau lebih sering disebut dengan ERP merupakan sebuah sistem informasi di mana sistem ini menyatukan seluruh aktivitas bisnis perusahaan secara real-time. Pada dasarnya sistem ini akan menggabungkan proses-proses vital dalam bisnis seperti produksi manufaktur, monitor pegawai, inventori, penjualan, keuangan hingga payroll. Semua akan tergabung dalam satu sistem sehingga memudahkan anda untuk mengawasi dan memantau kondisi perusahaan.

Beberapa tahun belakangan ini UKM dan UMKM menjadi salah satu hal yang cukup populer di Indonesia. Setidaknya ini membuktikan bahwa perekonomian Indonesia tidak jalan di tempat dan sebaliknya, mengalami perubahan dalam artian positif. Nah, kali ini kita akan mengulas mengenai pajak yang harus dibayarkan oleh usaha jenis ini dan cara pelaporannya. Namun, sebelum itu kita akan mengenal lebih jauh tentang UKM dan UMKM.

Perusahaan-perusahaan yang menjalankan suatu bisnis atau usaha, terbagi menjadi 3 jenis perusahaan berdasarkan usaha atau bisnis yang digeluti yaitu ada perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa. Ketiga jenis perusahaan berdasarkan usaha yang digunakan tersebut memiliki pencatatan keuangan dan bentuk akuntansi yang berbeda satu sama lain. Untuk mengetahui perbedaan antara perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa, mari simak penjelasan berikut ini.

Dari semua laporan keuangan neraca merupakan laporan akhir yang dititik beratkan untuk dibuat. Cukup berbekal neraca saja anda bisa mengetahui seluruh manajemen perusahaan mulai dari penggunaan dana atau penggambaran asset perusahaan, modal yang digelontorkan sampai jumlah kewajiban yang masih terutang. Tak heran bila neraca merupakan laporan keuangan yang krusial serta dibutuhkan oleh pemerintah, stakeholder hingga pemilik perusahaan itu sendiri.

Buku besar akuntansi, atau dalam bahasa akuntansi ledger, adalah kumpulan akun yang digunakan untuk merangkum transaksi yang telah tercatat dalam jurnal. Jadi, setelah para akuntan membuat jurnal perusahaan, biasanya mereka akan berlanjut pada penyusunan buku besar.

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin