Pahami Strategi-Strategi Penetapan Harga dan Manfaatnya Dalam Produksi Barang Penjualan

By Martina, 13 Oktober 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Harga menjadi satu variabel penting yang tak boleh dianggap enteng oleh perusahaan. Sebab harga inilah yang menjadi salah satu faktor penting keputusan pembelian konsumen. Sekalipun produknya sudah sangat bagus dan berkualitas, namun jika harganya tidak sesuai, konsumen tidak akan membelinya. 


Harga juga menjadi variabel penting dalam pencarian laba perusahaan. Tujuan akhir sebuah perusahaan menjual produknya adalah mendapatkan laba. Laba diperoleh dari margin biaya produksi dan harga jual. Sehingga penetapan harga jual tidak bisa dianggap remeh. 


Oleh karenanya, dalam artikel ini akan dibahas beberapa strategi yang bisa menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk menetapkan harga, serta apa manfaat yang kita dapatkan dengan menggunakan strategi yang tepat. 

Strategi Penetapan Harga 

  1. Berdasarkan biaya produksi

  1. Mark-up 

Jenis strategi pertama yang akan diulas disini yaitu strategi Mark-Up. Istilah ini sudah familiar untuk kita, namun dalam penggunaan yang berbeda. Sebelumnya dan seringnya, kita mendengar soal Markup di dalam kasus-kasus korupsi atau rekayasa laporan keuangan. Dimanapun kasusnya, pengertian mark up tetap sama. Yaitu menaikkan nilai dan nominal uang. 

Kalau penerapannya dalam strategi penetapan harga, markup ini bermakna menaikkan harga suatu barang. Jadi setelah menghitung seluruh biaya produksi dan biaya lain yang berperan di dalamnya, kemudian total biaya tersebut dinaikkan beberapa persen untuk menjadi harga jual. Beberapa persen tersebut akan menjadi margin keuntungan perusahaan.


  1. Fixed fee pricing

Poin utamanya pada kata fixed fee. Jadi pada strategi ini perusahaan terlebih dahulu menetapkan fee tertentu yang ini ditambahkan dengan biaya produksi. Sehingga nantinya laba yang akan diperoleh perusahaan tersebut tidak akan mempengaruhi harga barang.


  1. Cost Plus Pricing Method

Pada strategi ini perusahaan akan menghitung harga per unitnya. Jadi berapa biaya yang diperlukan untuk produksi satu unit tersebut ditambah berapa margin yang diinginkan untuk satu unit. Hasilnya akan menjadi harga jual per unitnya.


  1. Berdasarkan permintaan pasar

Pada pembuatan harga ini, perusahaan menjadikan kebutuhan dan kondisi pasar sebagai acuannya untuk menetapkan harga. Bagaimana tingkat permintaan pasar terhadap suatu produk pada saat tertentu juga akan mempengaruhi. Hal lain yang dipertimbangkan oleh produsen saat menentukan harga berdasarkan acuan pasar yaitu lokasi atau letak geografis pasar.


  1. Berdasarkan pesaing 

Acuan ketiga yakni mempertimbangkan harga yang dimiliki oleh pesaing produk. Ini sangat penting untuk dipikirkan, sebab keberadaan pesaing bisa menjadi salah satu faktor produk kita tidak laku di pasar jika salah menetapkan strategi bersaing.


Katakanlah sebuah produk makanan ringan yang digemari anak kecil. Dengan produk yang sama, kita tidak bisa menetapkan harga yang jauh lebih mahal dari pesaing. Karena tentu saja konsumen lebih memiliki produk yang lebih murah. Jika produk kita lebih mahal, tidak akan dipilih. 


Pada situasi yang lain, kita bahkan perlu mematok harga termurah diantara para pesaing yang lain demi menarik hati konsumen untuk memilih produk kita. Namun, pada situasi yang lain pula, kita masih memungkinkan untuk menetapkan harga yang cukup tinggi diantara banyaknya pesaing yang menetapkan harga murah. 


Semua skenario situasi tersebut bisa terjadi dengan mempertimbangkan keberadaan pesaing dalam pasar produk kita. 


Berikut ini beberapa strategi penetapan harga yang kerap digunakan oleh produsen dalam menyikapi keberadaan pesaing:

  1. Perceived value fixing

Poin inti strategi ini ada pada berapa harga rata-rata produk sejenis yang sudah beredar di pasaran. Data harga rata-rata tersebut menjadi bahan pertimbangan sekaligus acuan produsen untuk menentukan harga produknya. Produsen tidak bisa kemudian, menetapkan harga yang jauh dari rata-rata tersebut. Jika harga terlalu rendah dari rata-rata di pasaran, produsen akan mengalami kerugian sebab tidak mendapatkan laba yang cukup atau bahkan kurang. Jika harga terlalu tinggi, sulit untuk bersaing dengan yang lain.


Kecuali jika pada produk itu, pasar sudah sangat jenuh, produsen bisa membuat harga yang jauh berbeda dari para pesaingnya.


  1. Sealed bid pricing

Produsen harus melakukan riset harga pesaing lebih dulu. Berapa harga yang mereka tawarkan untuk produk sejenis di pasar yang sama. Penawaran harga dari pesaing itulah yang menjadi bahan pertimbangan penetapan harga produk kita.


  1. Predatory pricing

Seperti namanya, predator yaitu pemangsa. Seekor predator akan memangsa hewan lain yang berada di wilayahnya. Penetapan harga dengan strategi ini bertujuan untuk menghilangkan keberadaan kompetitor di wilayahnya. Caranya dengan menetapkan harga yang membuat kompetitor atau pesaing tidak mampu lagi menyaingi ataupun bertahan dalam persaingan di wilayah itu.


Bagaimana? Produsen akan menetapkan harga yang terendah yang telah memperhitungkan kapasitas kompetitor sehingga kompetitor tidak akan mampu ikut menetapkan harga terendah tersebut untuk bersaing. Ketika ada kesenjangan harga yang cukup signifikan, satunya standart sementara satu lagi sangat murah, tentu konsumen akan berlomba memilih harga termurah. Ketika situasi ini terus terjadi, kompetitor tidak akan bisa bertahan dalam persaingan.


Manfaat Penetapan Harga 

Sebagai produsen, penting sekali bagi kita untuk mengetahui strategi mana yang paling tepat untuk menetapkan harga produk. Sebab penetapan strategi harga tidak bisa asal pilih atau sesuka hati. Variabel seperti wilayah, pasar, pesaing, jenis produk, regulasi pemerintah misalnya, juga memiliki andil besar dalam keputusan harga. Sehingga sebagai produsen, akan sangat bijak jika harga diputuskan dengan melalui tahapan pertimbangan yang matang.

  1. Mengontrol biaya produksi ketika harga produk sudah ditentukan

Harga akan menjadi acuan produsen untuk menentukan batasan biaya produksi. Jangan sampai biaya produksi ini terus naik tak terkendali. Dengan ditetapkannya harga jual, produsen akan menekan biaya produksi dan mencari berbagai cara untuk mengontrolnya. Jangan sampai biaya produksi terlalu tinggi dari harga jual.


  1. Bersaing dengan kompetitor 

Harga jual juga menjadi salah satu senjata pamungkas untuk bersaing dengan kompetitor. Harga yang ditetapkan oleh kompetitor sangat berpengaruh terhadap keputusan harga, juga terhadap potensi pembelian oleh calon konsumen kita. Kita harus jeli melihat peluang pasar, melihat kapasitas persaingan kompetitor dan melihat keunggulan produk kita agar dapat menemukan harga yang kompetitif.


  1. Mencari laba dan menjaga kelangsungan bisnis 

Tentu saja manfaat ini menjadi tujuan utama penetapan harga jual. Ya, mencari laba. Bagaimana agar produsen tetap bisa mendapatkan laba namun harga masih bisa bersaing di pasar. Sebab jika harga terlampau rendah, akan merugikan perusahaan. Jika harga terlalu tinggi tidak akan banyak laku.



Baca juga

Cara Membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk Bisnis Online

Berikut Cara Sederhana Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Metode Joint Cost

Hal Apa Saja yang Berkaitan dengan Perencanaan Produksi serta Contoh Cara Membuatnya

Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Contoh Konsep Metode Six Sigma dalam Produksi

Apa Itu Waste serta Jenis-jenis dan Biaya Waste dalam Produksi

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin