Penerapan Manajemen Piutang untuk Menghindari Piutang Tak Tertagih

By Ryan, 24 Mei 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam suatu manajemen bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan, pasti terdapat yang namanya manajemen piutang. Kata piutang sendiri memiliki arti yaitu sebuah tagihan yang ditunjukkan kepada pembeli/pelanggan di waktu yang akan datang atau periode yang telah ditetapkan karena adanya transaksi penjualan yang telah berlangsung dari pihak penjual yang penjualannya dilakukan secara kredit. Sebuah piutang dapat muncul karena adanya pemberian pinjaman dari perusahaan kepada pihak lain dan juga penjualan yang dilakukan secara kredit.


Secara umum, penjualan yang biasanya dilakukan oleh perusahaan adalah penjualan secara cash. Namun, karena adanya keterbatasan dalam daya beli masyarakat yaitu dapat berupa banyaknya barang dagang yang dibeli, maka perusahaan melakukan penjualan secara kredit atau yang biasa juga disebut account receivable. Penjualan secara kredit memiliki keuntungan seperti omset penjualan suatu perusahaan yang dapat meningkat.


Di sisi lain, dengan adanya penjualan secara kredit maka penerimaan kas beresiko dapat tertunda. Selain itu, terkadang ada beberapa pelanggan yang diberikan piutang tetapi pelanggan tersebut tidak dapat membayar ataupun melunasi piutangnya. Hal ini dapat membuat suatu perusahaan rugi karena semakin lama tunggakan piutang seorang pelanggan maka semakin besar investasi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan.


Untuk menghindari piutang yang tak tertagih ke pelanggan dan juga resiko kecurangan dalam piutang, kesalahan penagihan, kesalahan dalam memasukkan data ketika piutang diperbaharui, serta hilangnya data piutang, maka suatu perusahaan harus dapat mengelola manajemen piutangnya dengan sebaik mungkin.


Penerapan manajemen piutang yang baik untuk menghindari terjadinya piutang yang tak tertagih dapat dilakukan dengan:

  1. Merencanakan jumlah dan mengumpulkan piutang-piutang pelanggan yang ada.

  2. Mengendalikan piutang secara teratur.

  3. Menyaring pelanggan dengan melihat pembayaran kredit sebelumnya. Dengan melihat pembayaran kredit sebelumnya, dapat ditentukan plafon kredit pelanggan mana yang dapat ditambahkan, dikurangi, atau bisa jadi tetap.

  4. Menentukan besarnya resiko penjualan secara kredit yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan dapat melihat dari aktivitas-aktivitas sebelumnya sehingga tidak akan ada lagi kesalahan yang ditimbulkan.

  5. Menentukan potongan-potongan/diskon untuk pelanggan yang membayar lebih awal sesuai dengan perjanjian periode yang telah ditetapkan.

  6. Menetapkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama untuk para pelanggan yang suka menunggak piutang sehingga para pelanggan dapat membayar piutang secara tepat waktu walaupun pembayaran dilakukan secara lunas maupun dengan cicilan asalkan piutang tetap dibayar oleh para pelanggan.

  7. Melaksanakan administrasi yang berkaitan dengan penarikan kredit.


Ada baiknya bagi perusahaan untuk mengingatkan pelanggan akan piutang masing-masing sebelum waktu jatuh tempo habis melalui via telepon maupun e-mail sehari ataupun dua hari sebelum jatuh tempo. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki data pelanggan yang lengkap terutama nomor telepon yang dapat dihubungi untuk pemberitahuan akan pembayaran piutang.


Berikut penjelasan mengenai penerapan manajemen piutang untuk menghindari terjadinya piutang tak tertagih yang akan bermanfaat bagi Anda yang memiliki perusahaan atau bisnis.


Baca juga

Pentingnya Manajemen Keuangan Bagi Bisnis Perusahaan

Perbedaan Rekening Tabungan dan Giro serta Fungsinya dalam Perusahaan

Apa yang Dimaksud dengan E-Faktur / Faktur Pajak Elektronik

Tips Mengelola Keuangan Bisnis Perusahaan Dengan Efektif

Pengertian dan Perbedaan Metode Pencatatan Akuntansi Persediaan Perpetual dan Periodik

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin