Pengertian Amortisasi dan Kaitannya dengan Penyusutan: Contoh Penghitungan Amortisasi

By Martina, 21 November 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Pernahkah Anda mendengar mengenai amortisasi dalam dunia akuntansi? Amortisasi adalah prosedur di bidang akuntansi yang dilakukan untuk mengurangi nilai biaya dan aset (aktiva tak berwujud) secara bertahap. Bagaimana cara mengurangi nilai itu dapat dilakukan?


Ada aspek yang dinamakan sebagai umur ekonomis pada sebuah aset. Jadi jika dilakukan pembatasan pada umur ekonomis aset, maka pembebanan ke pendapatan akan dilakukan secara berkala. Hal ini yang kemudian membuat amortisasi ini berkaitan juga dengan apa yang dinamakan sebagai penyusutan.


Penyusutan memiliki pengertian yang lain lagi dari amortisasi. Namun keduanya memiliki kaitan. Hal tersebutlah yang menjadi ide utama untuk disampaikan pada pembahasan kali ini. Jadi yang perlu Anda pahami pertama-tama mencakup apa itu amortisasi? Lalu Anda juga harus mengidentifikasi bagaimana kaitannya dengan penyusutan?


Terakhir setelah seluruh pembahasan itu, Anda pun diharapkan dapat melakukan penghitungan amortisasi sendiri. Agar Anda bisa memahami seluruh informasi yang akan diberikan, Anda bisa langsung menyimak pembahasannya saja pada bagian berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Amortisasi?

Pembahasan utama kali ini akan mengupas lebih dalam mengenai amortisasi. Sebelumnya tentu Anda harus memahami dahulu apa itu amortisasi. Sesuai sedikit gambaran di bagian sebelumnya, amortisasi ada dalam ilmu akuntansi.


Arti dari amortisasi ini dalam ilmu akuntansi berkaitan dengan alokasi biaya aktiva tak berwujud yang mengacu pada pengurangan kewajiban dengan pembayaran pokok beserta bunga secara teratur. Besar pembayaran ini sudah ditentukan dalam jumlah tertentu hingga akhirnya terbayarkan lunas di waktu jatuh temponya.


Jadi bisa juga diartikan, amortisasi ini merupakan penurunan atau pengurangan nilai aktiva tak berwujud dalam setiap periode akuntansi yang terlewati. Lalu mengapa harus dilakukan amortisasi? Apa yang menjadi fungsi dari amortisasi ini dalam suatu perusahaan?


Amortisasi dilakukan guna mencerminkan nilai penjualan kembali. Jadi misalkan sudah dilakukan pinjaman sebesar tertentu dengan besar cicilan pembayaran tertentu, maka bisa dianggap nilai amortisasi adalah sejumlah cicilan yang dibayarkan tersebut.


Kapan amortisasi dilakukan? Amortisasi dilakukan di bulan dilakukannya pengeluaran oleh perusahaan. Namun ada beberapa perusahaan tertentu yang dikecualikan dalam Peraturan Menteri Keuangan dalam hal waktu dilakukannya amortisasi ini.


Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai cara menghitung amortisasi ini, maka Anda bisa menyimak terus penjelasan hingga ke bagian akhir. Selanjutnya, Anda akan mempelajari mengenai kaitan dari amortisasi ini dengan penyusutan nilai suatu aset. Silahkan simak terus penjelasannya pada bagian di bawah ini dan semoga Anda bisa menemukan kaitan antara keduanya dengan jelas.

Identifikasi Kaitan Amortisasi dengan Penyusutan Nilai Aset

Secara sederhana, amortisasi dan penyusutan nilai aset tentu bisa dilihat memiliki keterkaitan. Misalnya dalam hal pengertian keduanya saja sudah cukup menyiratkan keterkaitan itu. Namun lebih dari itu, amortisasi dan penyusutan juga terkait dalam hal-hal lain.


Anda akan mempelajari hasil identifikasi mengenai keterkaitan amortisasi dan penyusutan nilai aset ini. Hasil identifikasinya akan dipaparkan pada tabel di bawah ini. Cobalah Anda pahami apakah benar amortisasi dan penyusutan terkait seperti penjelasan-penjelasan di bawah ini.


Jika sudah memahami keterkaitannya, selanjutnya Anda akan lebih memahami dalam pengaplikasiannya. Jadi tidak perlu menunggu lama lagi, berikut ini beberapa kaitan antara amortisasi dan penyusutan nilai aset.

  • Kaitan dalam Hal Pengertian

Sesuai dengan pengertiannya, amortisasi adalah nilai pengurangan atau penurunan nilai dari aktiva tak berwujud. Sedangkan penyusutan berarti pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, dan perubahan harta berwujud. Keduanya berkaitan dalam hal perubahan nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh sebab itu, amortisasi dan penyusutan memiliki kaitan yang cukup kuat.

  • Kaitan dalam Hal Fungsi

Anda juga perlu mengetahui bahwa amortisasi dan penyusutan juga berkaitan dalam hal fungsi. Jika amortisasi berfungsi untuk mencerminkan nilai penjualan kembali, maka penyusutan berfungsi untuk mendapatkan dan memelihara penghasilan pada bulan harta yang bersangkutan. Jadi dalam hal fungsi perubahan nilai pada aset tersebut keduanya berfungsi untuk jangka kedepannya.

  • Kaitan dalam Hal Pelaksanaan

Terakhir, Anda juga bisa melihat keterkaitan antara keduanya melalui tahapan pelaksanaan. Amortisasi dilakukan di bulan dilakukannya pengeluaran oleh perusahaan. Lalu penyusutan pun sama dilakukan di bulan dilakukannya pengeluaran. Jadi keduanya memang saling berkaitan dan terhubung satu sama lain.

Cara Menghitung Amortisasi dengan Tepat

Bagian kali ini setelah memahami mengenai amortisasi serta kaitannya dengan penyusutan, Anda akan memahami bagaimana cara menghitung amortisasi dapat dilakukan. Penjelasan lengkap mengenai cara menghitung amortisasi ini akan dilengkapi dengan sebuah kasus terlebih dahulu.

Jadi berikut ini kasus masalahnya:

PT. Suka Maju mengeluarkan uang sebanyak Rp100.000.000,00 di tanggal 4 Oktober 2019. Pengeluaran tersebut digunakan untuk memperoleh hak lisensi dari Phoenix Ltd untuk dapat memproduksi sepeda Phoenix selama 4 tahun. Amortisasi hak lisensi yang sudah dibayarkan tersebut adalah?

Sesuai dengan informasi yang diberikan pada kasus, amortisasi berlaku dalam 4 tahun. Jadi perhitungan bisa dilakukan seperti berikut ini.

Cara 1:

Amortisasi tahun 2019: 50% x Rp100.000.000,00 = Rp50.000.000,00

Amortisasi tahun 2020: 50% x Rp100.000.000,00 = Rp50.000.000,00

                                       50% x Rp50.000.000,00 = Rp25.000.000,00

Amortisasi tahun 2021: 50% x (Rp50.000.000,00 – Rp25.000.000,00) = Rp12.500.000,00

Amortisasi tahun 2022: Rp25.000.000,00 – Rp12.500.000,00 = Rp12.500.000,00.

Jenis penyelesaian dengan cara menghitung seperti ini dinamakan sebagai metode saldo menurun. Ada juga metode garis lurus untuk menghitungnya. Silahkan Anda simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui metode garis lurus.


Cara 2:

Amortisasi tahun 2019: 25% x Rp100.000.000,00 = Rp25.000.000,00

Amortisasi tahun 2020: 25% x Rp100.000.000,00 = Rp25.000.000,00

Amortisasi tahun 2021: 25% x Rp100.000.000,00 = Rp25.000.000,00

Amortisasi tahun 2022: 25% x Rp100.000.000,00 = Rp25.000.000,00


Jadi itulah tadi berbagai informasi yang perlu Anda ketahui terkait pengertian amortisasi dan kaitannya dengan penyusutan. Anda pun sudah sekaligus mempelajari mengenai bagaimana cara menghitung amortisasi ini dapat dilakukan.


Oleh sebab itu, Anda bisa langsung memanfaatkan informasinya untuk kebutuhan informasi Anda. Pastinya sekarang Anda bisa melakukan penghitungan nilai dari aset agar tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat dalam pengalihannya. Selamat mempelajari amortisasi dan semoga informasinya bisa bermanfaat untuk Anda!


Baca juga

Perbedaan Amortisasi, Depresiasi dan Deplesi dalam Dunia Akuntansi Keuangan

Cara dan Contoh Metode Penyusutan Garis Lurus dan Saldo Menurun Sesuai dengan Ketentuan Pajak Indonesia

Cara Membuat Jurnal Penyusutan Aktiva Tetap (Fixed Asset) Akuntansi

3 Metode Penyusutan pada Gedung dan Inventaris Kantor dan Faktor-faktor yang Menentukannya serta Cara Menghitung Penyusutan dengan Rumus Excel

Apa Itu Biaya Penyusutan Aktiva?

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin