Pengertian, Ciri, Cara, dan Contoh Menghitung Biaya Peluang (Opportunity Cost)

By Martina, 10 Januari 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Peluang dalam artian umum dipahami sebagai suatu kesempatan. Istilah ini juga dipakai dalam beberapa ilmu seperti matematika dan juga ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, kata peluang dipakai suatu kondisi biaya atas hilangnya kesempatan yaitu dikenal sebagai biaya peluang. Istilah ini tentu cukup akrab bagi banyak orang karena menjadi bagian dari materi pelajaran ekonomi. Namun bagi pekerja yang memang bergelut dibidang ekonomi seperti akuntan, pemahaman akan biaya peluang tentu harus lebih mendalam.


Berkaitan dengan biaya peluang, berikut akan kita bahas apa itu biaya peluang, apa ciri-cirinya, dan bagaimana cara menghitungnya. Agar pemahaman teoritis lebih aplikatif, akan dijabarkan pula bagaimana contoh perhitungan dari biaya peluang tersebut.

Pengertian Biaya Peluang

Biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan atas hilangnya kesempatan akibat pemenuhan suatu kebutuhan lain. Dalam bisnis, biaya peluang menjadi biaya ekonomi yang harus dikeluarkan untuk suatu kegiatan produksi barang atau jasa yang berkaitan dengan pilihan aktivitas lain yang dikorbankan. Dengan kata lain, biaya peluang diukur dari kebermanfaatan yang ditinggalkan untuk memilih kegiatan lain.


Mengutip pendapat Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, biaya peluang diartikan sebagai nilai suatu produk baik berupa barang atau jasa yang hilang dan paling memiliki nilai. Kondisi tersebut timbul karena keputusan dalam memilih biaya peluang dengan menetapkan satu hal dan menghilangkan sesuatu yang lain.


Penerapan biaya peluang sangat lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhananya adalah jika Anda ingin membuat makanan, maka Anda butuh lebih banyak bahan yang berakibat pada pengurangan produksi minuman. Pengorbanan ini terjadi lantaran ada keterbatasan sumber daya sehingga Anda diharuskan memilih dan berkorban untuk hal lain.


Di dalam ilmu ekonomi, perhitungan biaya peluang memberi beberapa manfaat yang diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Meminimalisasi Risiko

Sangat jelas bahwa kemampuan menghitung biaya peluang bermanfaat untuk meminimalisasi risiko. Apalagi dalam berbisnis, risiko selalu ada sehingga butuh perhitungan matang untuk memilih risiko terendah.

  1. Membantu dalam Perhitungan Modal

Dalam menjalankan bisnis, modal menjadi faktor penting. Perhitungan modal juga harus memperhatikan risiko sehingga kemampuan menghitung biaya peluang menjadi sangat dibutuhkan. Melalui biaya peluang, kisaran modal bisa diprediksi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

  1. Mempermudah Penentuan Prioritas

Menghitung biaya peluang akan sangat bermanfaat untuk menentukan skala prioritas. Hal ini lantaran pilihan bisnis akan sangat berkaitan dengan nilai ekonominya. Semakin menguntungkan, semakin besar peluang untuk dipilih.

  1. Menghemat Pengeluaran Bisnis

Melalui perhitungan biaya peluang, maka perusahaan bisa menentukan pilihan terbaik dengan biaya terhemat. Biaya ini juga berkaitan dengan dana tambahan yang harus bisa diminimalisasi.

Ciri-Ciri Biaya Peluang

Biaya peluang juga memiliki karakteristik atau ciri-ciri khusus. Berikut ciri-ciri biaya peluang yang dimaksud.

  1. Biaya peluang dihitung tidak selalu berkaitan dengan uang. Biaya peluang juga bisa dikaitkan dengan waktu, rasa senang, keuntungan di masa datang, dan hal-hal lainnya.

  2. Menentukan pilihan biaya peluang akan sangat tergantung pada maksud dan kondisi masing-masing orang atau perusahaan.

  3. Biaya peluang memiliki banyak kemungkinan (possibility) terkait dengan kegunaannya.

  4. Biaya peluang biasanya merupakan kebutuhan sekunder atau tersier.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Apa yang Anda lakukan jika menghadapi situasi biaya peluang? Terdapat dua hal yang bisa dilakukan sebagai cara menghitung biaya peluang, yaitu:

  1. Jika ada dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang yang dikorbankan alias yang tidak dipilih.

  2. Jika ada lebih dari dua pilihan, maka akan dihitung nilai peluang terbaik yang dikorbankan.


Pada intinya, ketika dihadapkan pada dua atau lebih pilihan maka kita akan memilih yang lebih memberi keuntungan. Berkaitan dengan ekonomi, maka keuntungan itu erat kaitannya dengan biaya. Jika dikaitkan lagi kegiatan produksi, maka pilihan yang diambil adalah yang bisa menghasilkan produk terbanyak berdasar sumber daya yang dimiliki.


Sebagai contoh sederhana, A mendapat tawaran pekerjaan di dua kota berbeda yaitu Kota Jakarta dengan gaji Rp 7.000.000 perbulan dan Kota Bogor dengan gaji Rp 5.000.000 perbulan. Namun, berdasarkan perhitungan biaya hidup, A akhirnya memilih bekerja di Kota Bogor meskipun gajinya lebih kecil. Ini artinya, biaya peluang yang diambil A adalah sebesar Rp 7.000.000 karena nilai itulah yang dikorbankannya (tidak dipilih).

Contoh Menghitung Biaya Peluang

Agar lebih mudah memahami konsep biaya peluang ini dalam dunia bisnis, berikut ilustrasi kasus terjadinya biaya peluang yang dihadapi suatu perusahaan produksi.


Perusahaan X memiliki modal Rp600.000. Biaya untuk membuat barang A adalah sebesar Rp100.000 per item dengan untung setelah dijual Rp20.000 per item. Sedangkan untuk membuat barang B biayanya Rp200.000 per item dengan untung Rp30.000 per item. Perusahaan X harus membuat kedua jenis barang tersebut dan harus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Maka, berapa biaya peluang yang diambil perusahaan X berdasar kombinasi produksi terbaik yang bisa dipilihnya?


Menjawab pertanyaan di atas, maka perhitungan biaya peluang akan lebih mudah jika menggunakan tabel kombinasi sebagai berikut.

Kombinasi

Jumlah Barang A

Jumlah Barang B

Biaya yang Dikeluarkan

Keuntungan

Rp 100.000

Rp 200.000

1

4

1

600.000

110.000

2

3

1

500.000

90.000

3

2

2

600.000

100.000

4

1

2

500.000

80.000


Berdasarkan tabel di atas, kombinasi 2 dan 4 tidak bisa dipilih lantaran sumber daya yang dimanfaatkan tidak maksimal alias masih ada sisa modal. Maka pilihan selanjutnya ada pada kombinasi 1 dan 3. Berdasarkan keuntungan maksimal yang didapat, maka perusahaan X akan memilih kombinasi 1.


Kombinasi 3 terdiri dari 2 barang A dan 2 barang B, sedangkan kombinasi 1 terdiri dari 4 barang A dan 1 barang B. Dengan memilih kombinasi 1 maka artinya untuk memproduksi tambahan 2 barang A maka Perusahaan X harus mengorbankan 1 barang B. Maka, besar biaya peluang untuk memproduksi tambahan 2 barang A tersebut adalah 1 x 200.000 = Rp 200.000.


Demikianlah penjelasan tentang biaya peluang. Pada kesimpulannya, biaya peluang muncul lantaran adanya kelangkaan sumber daya. Kelangkaan ini membuat seseorang atau perusahaan harus memiliki satu alternatif terbaik berdasar nilai peluang terbaik dari yang tidak terpilih. Dalam bisnis, biaya peluang ini tentu sangat penting karena akan mempengaruhi nilai pendapatan dari perusahaan.


Mengingat pentingnya perhitungan-perhitungan seperti biaya peluang dalam sebuah bisnis, maka Anda bisa memanfaatkan software khusus akuntansi. Salah satu yang sangat bisa dipercaya adalah dari Ukirama ERP. Melalui software Ukirama ini, maka pekerjaan akuntansi tidak hanya lebih efektif namun juga akurat.


Baca juga

Bagaimana Membuat Klasifikasi atau Penggolongan Biaya (Type of Cost) dalam Akuntansi Biaya

Pengertian, Kelebihan, Kekurangan serta Cara dan Contoh Menghitung Standard Cost dalam Produksi Barang

Perbedaan FOB (Free On Board) dan CIF (Cost, Insurance, and Freight)

Apa Itu Landed Cost (Harga Perolehan) dan Rumus untuk Cara Menghitungnya?

Mengenal Biaya Produksi, Cara Menghitung dan Contoh Laporan Biaya Produksi (Production Cost) pada Perusahaan

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin