Pengertian Credit Expense (Utang Biaya) dan Contoh Cara Menghitungnya

By Martina, 09 Juni 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Hampir setiap jenis usaha pasti memiliki utang sebagai modal bantuan atau pendukung jalannya usaha. Dalam artikel ini, pengertian dari Credit Expense atau utang Biaya akan dibahas sekaligus contoh cara menghitungnya. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang utang biaya ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa sih sebenarnya utang? Wajarkah bila perusahaan berutang? Dan apa saja jenis-jenis utang selain utang biaya?


Pada dasarnya, utang dalam dunia bisnis dapat dikatakan sebagai utang akuntansi karena merupakan bagian dari perusahaan. utang jenis ini biasanya akan selalu muncul ketika aktiva atau aset perusahaan bertambah seiring waktu. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan pasti akan memiliki utang. Salah satu alasannya karena uang atau modal yang dimiliki lebih baik digunakan untuk mengembangkan usaha dibandingkan membeli aset yang mana biaya untuk pembelian aset menggunakan utang. utang perusahaan biasanya akan memiliki masa jatuh tempo, besaran bunga, serta denda bila utang tak juga dilunasi saat jatuh tempo. Itulah mengapa, berutang bagaikan pisau bermata dua bisa memberikan dampak positif tapi juga mampu merugikan perusahaan. 

Jenis Utang

Secara sederhana, utang dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu utang jangka pendek, menengah, dan panjang. utang jangka waktu pendek adalah jenis utang yang masa jatuh temponya kurang dari satu tahun sehingga harus segera dilunasi oleh perusahaan. Pelunasan utang ini dapat dilakukan melalui aktiva lancar perusahaan. utang jangka pendek juga disebut dengan utang lancar dan beberapa contohnya adalah utang dagang, utang wesel, dan utang biaya. Sedangkan utang jangka waktu menengah adalah utang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari 1 tahun namun kurang dari 10 tahun. Jenis utang terakhir adalah utang jangka waktu panjang, yaitu utang masa jatuh temponya bisa lebih dari 10 tahun. Perusahaan biasanya akan membayar utang secara bertahap sekaligus dengan bunga dan utang pokoknya.


Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa utang biaya merupakan jenis utang yang tergolong jangka pendek dengan masa pelunasan kurang dari 1 tahun. utang biaya dapat diartikan sebagai utang yang memang sudah ada sejak awal dan harus segera dilunasi contohnya adalah utang gaji karyawan yang harus dibayarkan secara periodik harian maupun bulanan. utang biaya juga dapat diartikan sebagai biaya yang timbul pada setiap awal periode dan baru dibayar di akhir periode tersebut. Contoh sederhananya adalah utang gaji atau biaya gaji. Perusahaan memiliki skema dan jadwal pembayaran tersendiri untuk biaya ini. Terakhir, utang biaya juga dapat didefinisikan sebagai biaya yang sudah terjadi namun belum dibayar dan belum tercatat di rekening. 

Pencatatan utang Biaya 

Sebelum mengetahui cara menghitung utang biaya, memahami pencatatannya dalam jurnal akuntansi akan jauh memudahkanmu. Pencatatan utang biaya dalam akuntansi hampir sama terlepas dari jenis utangnya. Kita asumsikan jenis utang ini adalah utang gaji dan pengakuan biayanya terjadi pada bulan Januari tanggal 31 dan direalisasikan atau dibayar pada bulan Februari tanggal 28 tahun 2020. 

Pencatatan Pengakuan Biaya Gaji Januari 31 ‘20

Biaya Gaji (Debit) ............. xxx

Utang Gaji (Kredit) ............. xxx

Pencatatan Realisasi Pembayaran Gaji Februari 28 ‘20

utang Gaji (Debit) ............. xxx

Kas (Kredit) ............. xxx


Ketika biaya yang dimiliki perusahaan muncul di periode Januari dan belum dibayarkan, maka akun Biaya Gaji akan ditambah di posisi normal yaitu debit sedangkan utang gaji akan muncul di posisi normal, kredit. Pada periode selanjutnya, ketika biaya telah dibayarkan oleh perusahaan, maka utang akan berkurang dan berpindah posisi ke debit. Bila perusahaan membayar utang melalui kas maka akun kas akan berkurang di posisi kredit berlawanan dengan posisi normalnya yaitu debit. Namun, bila perusahaan membayar menggunakan kas bank maka akun Bank akan berkurang di kredit. 

Jurnal Penyesuaian utang Biaya

Pada penjelasan sebelumnya, jurnal pencatatan utang biaya telah dijelaskan. Namun, akan lebih baik untuk langsung memahami proses penyesuaiannya dengan contoh soal sehingga Anda bisa lebih memahami cara menghitung utang biaya di setiap akhir periode. Berikut ini adalah contohnya, 

Contoh Soal

PT Berkarya Makmur memiliki utang obligasi jangka pendek dengan nominal sebesar Rp. 2.000.000 dan bunga sebesar 10% per tahun. PT Berkarya Makmur meminjamnya pada bulan 1 November 2020 dan harus dibayarkan secara periodik baik bunga dan utang pokoknya pada bulan 1 Mei 2021 dan 1 November 2021. Bila PT Berkarya Makmur melakukan pembukuan pada Desember 2020 maka yang harus diklaim adalah biaya bunga pinjaman. 


Dari 1 November 2020 hingga 31 Desember 2020, jarak waktunya adalah 2 bulan. Maka dari itu, Bunga Berjalan dapat dihitung dengan: 2/12 x 10% x 2.000.000 = Rp. 32.000. Jurnal penyesuaian yang harus dibuat untuk utang bunga ini pada Desember 2020 adalah,

Biaya Bunga Obligasi (Debit) ............ Rp 32.000

Utang Bunga Obligasi (Kredit) ............. Rp 32.000


Pada bulan 1 Januari 2021, dibuat penyesuaian pembalik agar pencatatan dapat dilakukan dengan cara serupa yaitu mendebet biaya bunga obligasi. Jurnal penyesuaian pada bulan 1 Januari 2021 adalah, 

Utang Bunga Obligasi (Debit) ............ Rp 32.000

Bunga Obligasi (Kredit) ............. Rp 32.000


Pada 1 Mei 2021 ketika utang obligasi dibayar untuk fase pertama, maka pencatatan utang bunganya adalah seperti berikut ini, 

Bunga Obligasi (Debit) .......................... Rp 66.000

Utang Bunga Obligasi (Debit).............. Rp 32.000

Kas ....................................................................... Rp 98.000


Teknik perhitungan di atas serta pencatatan jurnalnya juga berlaku untuk jenis utang biaya yang lain seperti wesel, listrik, iklan, dan sewa. Agar lebih mantap, ini contoh penghitungan lainnya. 

Contoh Soal

Pada 1 Januari 2020, PT TERAM memiliki utang sebesar Rp. 12.000.000 dengan bunga sebesar 12% per tahun. Jatuh tempo utang ini yaitu pada 31 Desember 2020. Bila saat ini adalah bulan 30 Juni 2020 maka biaya bunga yang terutang adalah: 6/12 x 12% x 12.000.000 = Rp.720.000, dengan jurnal:

Biaya Bunga Obligasi (Debit) ............ Rp 720.000

Utang Bunga Obligasi (Kredit) ............. Rp 720.000

Bila pada 31 Desember 2020 PT TERAM akan membayar utang Wesel sekaligus keseluruhan bunga utang dengan jurnal sebagai berikut:

Bunga Obligasi (Debit) .......................... Rp 1.440.000

Utang Wesel........................................ Rp 12.000.000

Kas ....................................................................... Rp 13.440.000


Nah, itu dia ulasan mengenai utang Biaya sekaligus cara menghitung dan pencatatannya dalam jurnal. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda, ya!


Baca juga

Contoh Cara Membuat Jurnal Utang Pendapatan

3 Jenis Hutang dalam Akuntansi

Keuntungan dan Kerugian Utang Bagi Perusahaan

Apa Itu Buku Tambahan Piutang (Subsidiary Ledger) beserta Contohnya

Cara Mengelola dan Memperkecil Resiko Piutang pada Suatu Perusahaan

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin