Pengertian dan Jenis-jenis Aktiva

By Martina, 31 Oktober 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Memulai bisnis bukan hanya semata-mata menyiapkan produk apa yang akan dijual di pasar atau tentang portofolio dari bisnis saja. Dalam memulai bisnis, Anda juga harus mulai merancang laporan keuangan yang baik agar Anda dapat mudah memantau kondisi perusahaan Anda. Tetapi jika memulai bisnis dan merekrut akuntan untuk tugas ini sementara bisnis Anda belum developed justru akan membuat kondisi perusahaan Anda memiliki pengeluaran yang tinggi. Jadi apa solusinya? Mungkin sebelum Anda merekrut akuntan profesional, Anda harus memahami terlebih dahulu apa yang ada dalam laporan keuangan. Karena jika Anda tidak mengetahui apa isi dari laporan keuangan tersebut, salah-salah justru Anda bisa jadi  tidak mengetahui kondisi sebenarnya dari perusahaan Anda. Apa saja informasi dasar akuntansi yang sebaiknya Anda ketahui? Berikut adalah pembahasannya untuk Anda.


Akuntansi sendiri mengurus tentang laporan keuangan. Laporan keuangan yang diserahkan kepada Anda berisi aktiva-aktiva yang menggambarkan kondisi aset Anda dalam bentuk nominal uang. Secara sederhana, aktiva adalah seluruh kekayaan perusahaan Anda yang berbentuk fisik atau non fisik sehingga tidak dapat terlihat namun memiliki nilai. Jenis-jenis aktiva dasarnya terbagi pada dua jenis, yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Kelancaran aktiva ditentukan oleh seberapa mudah aset yang Anda miliki dicairkan dalam bentuk uang. Semakin mudah dicairkan menjadi uang, maka jenis aktiva akan termasuk aktiva lancar. Tetapi, jika aset yang Anda miliki memiliki tingkat kesulitan tertentu untuk dicairkan ke dalam bentuk uang. Artinya, aset yang Anda miliki termasuk aktiva tidak lancar. 

Aktiva Lancar (Current Asset)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aktiva lancar merupakan semua jenis aset yang Anda miliki dan mudah untuk dicairkan ke dalam bentuk uang dalam waktu kurang dari satu tahun. Secara umum, aktiva lancar terdiri dari:

  1. Uang Kas  

Uang kas yang dimaksud pada aktiva lancar, adalah uang cash yang sebenarnya di perusahaan Anda. Walaupun uangnya secara fisik tidak ada di kantor dan ada di Bank, maka termasuk ke dalam uang kas. Biasanya uang ini akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. 

  1. Piutang Dagang 

Ketika melakukan transaksi bisnis, sudah tidak asing jika berhutang ketika membeli stok. Tidak terkecuali ke perusahaan Anda. Ketika ada pihak lain yang berhutang kepada perusahaan Anda, maka nominal tagihan Anda kepada perusahaan yang berhutang itu termasuk piutang dagang. 

  1. Persediaan Barang Dagang 

Stock atau persediaan barang dagang yang hingga masa tutup buku perusahaan masih belum terjual termasuk ke dalam aktiva persediaan barang dagang. 

  1. Surat Berharga

Tidak jarang perusahaan Anda juga membeli surat-surat berharga yang menjadi aset perusahaan. Bentuknya bisa berupa saham, obligasi, reksadana atau produk sekuritas lainnya. Jika perusahaan Anda memiliki aset serupa, masukan ke dalam akun surat berharga. 

  1. Perlengkapan 

Supplies atau perlengkapan, adalah seluruh perlengkapan yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Sifat dari perlengkapan adalah habis pakai. Contoh umumnya seperti alat tulis kantor yang bersifat habis pakai.

  1. Sewa dan Biaya Dibayar dimuka

Sewa dan biaya dibayar dimuka merupakan pengeluaran perusahaan sebelum menerima sewa atau jasa dari pihak yang bekerjasama dengan perusahaan Anda. Anda dapat menyimpan akun ini sebagai penguran current asset 

  1. Piutang penghasilan dan pendapatan

Piutang penghasilan dan pendapatan adalah penghasilan yang belum Anda terima pembayarannya dan sudah diserahkan jasanya.  

  1. Wesel Tagihan 

Notes receivable adalah surat tagihan pada perusahaan atau pihak lain dan dinyatakan pada surat yang dikirimkan. 


Aktiva Tidak Lancar (Non Current Asset)

Berbeda dengan aktiva lancar, aktiva tidak lancar adalah aset yang bersifat jangka panjang atau ukurannya lebih dari satu tahun masa pakainya. Berikut beberapa jenis Aktiva tidak lancar:


Aktiva Tetap 

Aktiva tetap adalah aktiva yang menilai wujud dari aset-aset tetap perusahaan. Beberapa contoh dari aktiva tetap ini adalah:

  • Mesin

  • Peralatan kantor

  • Gedung bangunan 

  • Tanah


Beberapa contoh jenis aset pada aktiva tetap tersebut biasanya digunakan oleh perusahaan dalam jangka waktu panjang. Sifat dari aset tersebut juga adalah untuk dipakai sendiri oleh perusahaan dan tidak untuk dijual kembali, kecuali dalam kondisi tertentu. Salah satu karakteristik lainnya dari aktiva tetap adalah nilai materialnya yang biasanya tinggi. Sehingga, penggunaan dari aset-aset dalam aktiva tetap akan dalam jangka panjang. 


Aktiva Tidak Berwujud

Aset yang dikalkulasi dalam laporan keuangan bukan hanya aset-aset yang Nampak secara fisik saja. Tetapi, aset-aset yang tidak Nampak namun memiliki nilai secara ekonomi termasuk ke dalam aset perusahaan. Keunggulan dari jenis aset dalam aktiva tidak berwujud ini adalah tidak mudah untuk dicuri fisiknya oleh pihak lain. Berikut beberapa contoh bentuk aktiva tidak berwujud sebuah perusahaan:

  1. Hak Paten

Hak paten adalah hak yang pemerintah berikan kepada individu atau suatu badan untuk mengklaim atas penemuan tertentu.

  1. Hak Cipta 

Berbeda dengan hak paten, hak cipta merupakan aset yang berasal dari hasil karya intelektual, tulisan atau seni. Hak cipta diberikan oleh pemerintah baik kepada individu atau kepada suatu badan tertentu. 

  1. Hak Sewa 

Dalam laporan keuangan, hak sewa adalah aktiva tidak berwujud menggunakan aktiva tetap dari pihak penyewa dalam kurun waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian. 

  1. Merk Dagang 

Bagi perusahaan, suatu merk dagang menjadi sangat penting dan menjadi hak eksklusif sehingga diklaim lewat merk dagang. Selama memiliki trademarks, perusahaan memiliki hak yang pemerintah berikan untuk berbisnis menggunakan instrumen nama, lambang dan jenis usahanya.


Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan upaya untuk memperoleh laba dari penanaman modal di perusahaan lain dengan jangka waktu yang relatif lama. Biasanya investasi jangka panjang bukan merupakan bagian pokok dari perusahaan. Periode investasi jangka panjang biasanya berlangsung minimal 1-2 tahun. Periode tersebut sebagian aset perusahaan dikonversi ke dalam bentuk investasi, sementara perusahaan menikmati return dari penanaman modal tersebut.


Anda sudah cukup mendapatkan informasi dasar mengenai jenis-jenis aktiva, jangan sampai salah mengkategorikan aset bisnis Anda pada aktiva-aktiva tersebut. Metode mudah ketika Anda bingung untuk mengkategorikan adalah dengan melihat jangka waktu dan fisik dari aset yang Anda miliki. Semakin tidak liquid maka aset yang Anda miliki ditulis semakin jauh dari aktiva lancar.


Baca juga

Cara Membuat Jurnal Penyusutan Aktiva Tetap (Fixed Asset) Akuntansi

Apa Itu Biaya Penyusutan Aktiva?

Perbedaan Aktiva dan Pasiva Beserta Contohnya

Menentukan Umur Ekonomis Aktiva Tetap (Fixed Asset) Sesuai dengan Perpajakan di Indonesia

Mengenal Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset) dalam Perusahaan dan Penilaiannya

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin