Pengertian dan Jenis Pasiva (Liabilities)

By Martina, 20 Mei 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Banyak orang, bahkan akuntan sekalipun, sering tertukar atau belum terlalu paham mengenai istilah Aktiva dan Pasiva.

Aktiva adalah sumber daya ekonomi perusahaan yang juga meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat transaksi sebelumnya dan bermanfaat untuk masa yang akan datang. Bisa dikatakan Aktiva adalah harta perusahaan untuk menjalankan usahanya.

Selain Aktiva, ada juga yang disebut Pasiva. Jika Aktiva adalah harta, maka Pasiva bisa dikatakan sebagai hutang perusahaan atau kewajiban perusahaan yang harus dibayar kepada pihak ketiga. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang Pasiva atau Liabilities ini.


Pengertian Pasiva

Pasiva (liabilities) adalah suatu pengorbanan ekonomi yang dilakukan oleh suatu entitas bisnis atau perusahaan dimasa yang akan datang. Pengorbanan tersebut dilakukan karena adanya aktivitas usaha. Bisa dikatakan, Pasiva menjadi suatu kewajiban yang harus dibayar kepada pihak ketiga dimana komponen akun yang tergolong dalam pasiva tersebut adalah modal dan utang.


Istilah Liabilities atau liabilitas sendiri diadopsi dari bahasa Inggris untuk menggantikan istilah sebelumnya yaitu kewajiban, karena sekarang kata kewajiban digunakan untuk merujuk pada istilah obligation.


Jenis-Jenis Pasiva dan Contohnya

Pasiva yang merupakan utang dan kewajiban bisa dibagi dalam 2  jenis berdasarkan jangka waktunya, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, komponen akun yang juga masuk ke dalam Pasiva adalah Modal atau Ekuitas.

  1. Utang Jangka Pendek (Current Liabilities)

Utang jangka pendek adalah jenis utang yang harus dibayarkan sesegera mungkin yang dalam hal ini paling lama satu tahun pembukuan. Dalam perhitungan, nilai utang jangka pendek bisa dicari dengan menjumlahkan semua nilai utang yang termasuk dalam komponen utang jangka pendek itu sendiri. Contoh Pasiva yang termasuk dalam utang jangka pendek tersebut adalah sebagai berikut.

  • Utang Dagang (Account Payable)

Utang dagang adalah utang yang muncul karena pembelian barang untuk keperluan operasional perusahaan. Biasanya, barang yang dimaksud berupa bahan baku produksi. Utang ini dibayarkan perusahaan rekanan atau disebut sebagai supplier.

  • Utang Wesel (Notes Payable)

Utang Wesel merupakan jenis utang jangka pendek yang harus dilunasi oleh pihak perusahaan kepada pihak pemberi pinjaman. Biasanya, tenggang waktu yang diberikan adalah 30, 60, hingga 90 hari.

  • Beban yang Perlu Dibayarkan (Accures Interest Payable)

Beban yang perlu dibayarkan maksudnya adalah status utang yang masih belum dilunasi dalam periode akuntansi tertentu. Utang jenis ini contohnya adalah biaya sewa, beban gaji, dan sebagainya.

  • Penghasilan yang Ditangguhkan (Deferred Revenue)

Penghasilan yang ditangguhkan adalah penghasilan perusahaan sebagai kontraprestasi atas jasa perusahaan kepada pihak ketiga. Penghasilan tersebut sebenarnya belum menjadi hak milik perusahaan tetapi sudah diterima pembayarannya. Oleh karena itu, hal ini disebut sebagai utang.

  • Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue)

Pendapatan diterima dimuka adalah suatu bentuk kewajiban yang timbul karena perusahaan menerima pembayaran sebelum kewajiban atas barang atau jasa masih belum dilakukan atau direalisasikan.

  • Utang Gaji (Salaries Payable)

Utang gaji adalah contoh hutang jangka pendek dimana merupakan kewajiban yang masih harus dibayarkan perusahaan kepada karyawan yang belum dibayarkan.

  • Utang Dividen (Dividend Payable)

Utang dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang diberikan kepada pemilik saham namun belum dibayar saat neraca telah disusun.

  • Utang Pajak (Tax Payable)

Utang pajak termasuk utang jangka pendek karena kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan atas pajak seluruh aset perusahaan terkhusus bangunan yang telah terpakai jasanya selama perusahaan berjalan harus dibayarkan dalam jangka waktu yang tidak lama.


  1. Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Utang jangka panjang adalah utang yang pembayarannya memiliki tempo pembayaran relatif lama. Beberapa contoh akun yang termasuk dalam utang jangka panjang adalah sebagai berikut.

  • Utang Bank (Bank Loan)

Perusahaan biasanya melakukan pinjaman dari bank. Biasanya utang digunakan untuk hal-hal strategis seperti modal dan ekspansi. Utang Bank sendiri memang biasanya memiliki jangka waktu yang relatif lama karena pinjamannya pun biasanya tergolong besar.

  • Utang Hipotik (Mortgages Payable)

Utang Hipotik adalah salah satu jenis utang jangka panjang yang merupakan kewajiban sebuah perusahaan kepada sebuah bank dengan menggunakan aset tetap atau harta tetap perusahaan sebagai jaminannya.

  • Utang Obligasi (Bond Payable)

Utang Obligasi merupakan kewajiban perusahaan yang ditimbulkan karena menerbitkan serta menjual obligasi. Obligasi sendiri adalah surat berharga yang berfungsi sebagai surat bukti yang menyatakan bahwa pemegangnya meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan yang mengeluarkannya. Melalui obligasi, pemiliknya mendapat keuntungan dengan memperoleh bunga berkala yang disebut dengan istilah kupon.

  • Kredit Noveltasi (Long Term Loan)

Kredit noveltasi adalah kewajiban yang diperoleh dari pihak bank atau lembaga keuangan berupa pinjaman jangka panjang.

  • Utang Suberduresi (Subordinated Loan)

Utang Suberduresi adalah kewajiban oleh pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tidak berbunga.

  • Utang Sewa Dana (Payable Lease)

Jenis utang jangka panjang ini merupakan utang yang berasal dari perusahaan asing guna pembelian aset tetap. Sistem pembayarannya dengan diangsur atau dicicil dalam rentang waktu yang cukup lama.

  • Utang Pemegang Saham (Holding Company Loan)

Utang Pemegang Saham merupakan salah satu jenis utang jangka panjang yang merupakan kewajiban yang diberikan perusahaan induk kepada perusahaan afiliasi atau anak perusahaannya sebagai modal operasional usaha.

  • Utang Sewa Jangka Panjang (Long Term Lent Liabilities)

Utang sewa jangka panjang merupakan kewajiban perusahaan yang masih harus dibayar dalam rentang waktu yang relatif lama.


  1. Modal (Capital)

Modal juga merupakan jenis dari Pasiva. Ini merupakan bagian terakhir dari Pasiva dimana nilainya diperoleh dari selisih antara total aset dengan utang. Hasil dari selisih inilah yang merupakan hak dari pemilik perusahaan.


Itulah hal-hal terkait Pasiva. Pada intinya, pasiva merupakan sebuah kewajiban utang perusahaan yang harus dibayarkan dengan jangka waktu tertentu. Perlu diingat juga bahwa modal perusahaan juga termasuk dalam komponen Pasiva.


Baca juga

Pengertian Akuntasi dan Jenis-jenis Akuntasi

Pengertian Laba Ditahan dan Faktor yang Memengaruhinya

Pengertian Jurnal Pembelian dan Jurnal Penjualan pada Perusahaan Dagang beserta Contohnya

Pengertian, Contoh dan Jenis Piutang dalam Akuntansi

Pengertian dan Perbedaan Metode Pencatatan Akuntansi Persediaan Perpetual dan Periodik

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin