Pengertian dan Perbedaan Gross Profit Margin dan Nett Margin Serta Contoh Cara Menghitungnya

By Martina, 17 Oktober 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam berbisnis, keuntungan atau laba tentu menjadi hal penting. Oleh karena itulah segala perhitungan terkait laba harus dilakukan dengan benar oleh akuntan. Pemahaman tentang apa itu laba bersih dan laba kotor juga sangat mendasar untuk dikenali. Tapi, bagaimana dengan Margin laba kotor dan Margin laba bersih? Apa sebenarnya kedua hal tersebut dan apa bedanya?


Pengertian Gross Profit Margin

Gross Profit Margin atau Margin Laba Kotor merupakan perbandingan antara laba kotor dengan pendapatan penjualan. Dengan kata lain, Gross Profit Margin ini digunakan untuk menghitung rasio profitabilitas yang dipakai dalam rangka mengetahui kelebihan laba kotor terhadap pendapatan penjualan. Laba kotor yang dimaksud dalam pengertian ini sendiri merupakan pendapatan penjualan dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan (HPP). Perlu diketahui pula bahwa terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi Gross Profit Margin, diantaranya yaitu persediaan, utang, net working capital, dan struktur modal perusahaan.


Penghitungan Gross Profit Margin berguna untuk mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan sumber dayanya, baik bahan atau tenaga kerja dalam upaya memproduksi dan menjual produk untuk menghasilkan keuntungan. Nantinya, informasi tentang Gross Profit Margin ini digunakan oleh Manajemen ataupun investor sebagai indikator untuk mengetahui seberapa untung kegiatan bisnis yang dijalankan perusahaan tanpa memperhitungkan biaya tidak langsungnya. Selain itu, informasi Gross Profit Margin juga bisa berguna bagi investor untuk mengetahui kondisi kesehatan perusahaan.


Pengertian Nett Margin 

Seperti namanya, Nett Margin atau Nett Profit Margin alias Marjin Laba Bersih merupakan perbandingan antara laba bersih dengan penjualannya. Dengan kata lain, Nett Margin ini digunakan untuk menghitung rasio profitabilitas yang dipakai dalam rangka mengetahui kelebihan laba bersih terhadap pendapatan penjualan. Margin laba bersih ini akan menunjukkan proporsi penjualan yang tersisa setelah dikurangi semua biaya yang terkait.


Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi Nett Margin, diantaranya ialah penjualan, laba kotor, laba sebelum pajak, keuntungan sesudah pajak, laba bersih, laba operasional, penghasilan tidak didistribusikan, serta penghasilan bunga, pajak, dan amortisasi.


Penghitungan Nett Margin sendiri berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada periode tersebut. Nantinya, informasi akan Nett Margin ini digunakan oleh manajemen untuk mengatur strategi dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan. Bagi investor, Nett Margin juga bermanfaat untuk mengukur seberapa efisiennya manajemen dalam pengelolaan perusahaan. Selain itu juga digunakan untuk memperkirakan profitabilitas di masa depan berdasarkan perhitungan melalui prediksi yang dibuat oleh manajemen perusahaan.


Perbedaan Gross Profit Margin dan Nett Margin 

Berdasarkan pengertian yang telah dijabarkan di atas, bisa diketahui perbedaan antara Gross Profit Margin dan Nett Margin terletak pada jenis laba yang hendak diketahui persentase kelebihannya terhadap pendapatan penjualan. Pada Gross Profit Margin, laba kotor (gross profit) menjadi indikatornya. Sedangkan pada Nett Margin, laba bersih (Nett Profit) yang menjadi indikator. 


Dalam hal tujuan atau manfaat perhitungan, Gross Profit Margin dan Nett Margin juga berbeda. Gross Profit Margin akan menunjukkan keefektivitasan perusahaan dalam pengendalian biaya barang dan produksi. Sedangkan Nett Margin akan menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam meminimalkan beban operasional.


Cara Menghitung Gross Profit Margin 

Untuk bisa menghitung Gross Profit Margin, diperlukan dua informasi yaitu laba kotor dan total pendapatan penjualan. Untuk menghitung laba kotor sendiri bisa melalui rumus berikut


Laba Kotor = Pendapatan penjualan – Harga Pokok Penjualan


Setelah mengetahui nilai laba kotornya, maka dihitung perbandingan dengan pendapatan penjualan (sales revenue) sehingga didapat Margin Laba Kotornya.


Gross Profit Margin = Laba Kotor : Pendapatan Penjualan


Sebagai informasi, Harga Pokok penjualan merupakan semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk bisa memproduksi barang yang dijual atau untuk mendapat keuntungan dari barang yang dijual. Selain itu, pendapatan penjualan merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan produk atau jasa.


Agar lebih memahami tentang perhitungan Gross profit Margin, berikut adalah contoh kasusnya:

PT.XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi furnitur, seperti meja dan lemari. Total pendapatan dari penjualan furniturnya pada tahun 2019 silam yaitu Rp800 juta dengan Harga Pokok Penjualan Rp500 juta. Berdasarkan informasi ini, maka bisa diketahui Gross Profit Margin dari PT.XYZ dengan melakukan perhitungan sebagai berikut.

Laba Kotor = Pendapatan Penjualan – Harga Pokok Penjualan

= 800.000.000 – 500.000.000

= 300.000.000


Gross Profit Margin = Laba Kotor : Pendapatan Penjualan

= 300.000.000 – 800.000.000

= 0,6

= 0,6 x 100% = 60%


Berdasarkan perhitungan, diketahui persentase dari margin laba kotor PT.XYZ memiliki 60% dari pendapatan yang tersisa sesudah membayar biaya langsung terkait produksi furniturnya. Angka laba kotor 300 juta rupiah sendiri merupakan uang tersisa yang bisa digunakan, baik untuk biaya operasional, pajak, utang, dividen, bunga, dan lainnya.


Berdasarkan contoh perhitungan di atas, bisa dilihat bahwa semakin tinggi persentase margin laba kotornya, maka menunjukan bahwa perusahaan bisa menjalankan produksi secara efisien lantaran Harga Pokok Penjualan yang relatif rendah dibanding penjualan.


Cara Menghitung Nett Margin 

Untuk bisa menghitung Nett Margin, maka diperlukan dua informasi yaitu laba bersih setelah pajak dan pendapatan penjualan bersih. Laba bersih setelah pajak sendiri bisa didapatkan dari pengurangan laba kotor dengan semua beban usaha seperti biaya operasional dan non operasional termasuk pajak.


Nett Margin = Laba Bersih Setelah Pajak : Pendapatan Penjualan Bersih


Agar lebih memahami tentang Nett Margin, berikut adalah contoh kasusnya:

Pada tahun 2019, pendapatan dari penjualan bersih (Net Sales) PT.XYZ adalah sebesar Rp100 juta. Laba bersih setelah pajak (Nett Profit) perusahaan itu sendiri adalah sebesar Rp30 juta. Berdasarkan dua informasi ini, bisa diketahui Nett Margin yang diperoleh perusahaan adalah sebagai berikut.

Nett Margin = Laba Bersih setelah pajak : Pendapatan penjualan bersih

= 30.000.000 : 100.000.000

= 0,3 

= 30%

Jadi, nilai margin laba bersih perusahaan adalah 30% dari total penjualan bersih yang dihasilkan. Artinya, dari total 100 juta pendapatan penjualan, maka hanya 30 persen saja yang bisa menghasilkan laba bersih.


Perlu diketahui pula bahwa semakin tinggi persentase Nett Margin, maka semakin menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menetapkan harga produknya dan mengendalikan biaya. Lantas adakah angka ideal untuk Nett Margin? Sejatinya setiap jenis usaha memiliki kriterianya sendiri berdasarkan struktur bisnisnya. Tetapi jika hendak diperkirakan secara umum, maka persentase Nett Margin di atas 10 persen sudah dianggap sangat baik.


Baca juga

Apa Itu Laba Fiskal beserta Contohnya

Pengertian, Fungsi dan Pengelompokan Saldo Laba (Retain Earning)

Cara Mudah Membuat Laporan Laba Rugi (Income Statement) Perusahaan Jasa

Perbedaan Laba Kotor dan Laba Bersih Suatu Usaha

Perbedaan Margin dan Markup dan Contoh Cara Menghitungnya

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin