Pengertian Elastisitas Permintaan, Rumus, serta Faktor yang Bisa Mempengaruhinya

By Aulia, 15 November 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Apa itu elastisitas permintaan? Ini merupakan sebuah istilah yang digunakan pada saat harga barang maupun jasa memiliki pengaruh besar pada permintaan konsumen. Ketika harga turun, maka konsumen akan semakin banyak membeli produk tersebut. sementara ketika harga naik, maka konsumen akan lebih sedikit dan bahkan berhenti untuk membelinya. Beberapa konsumen juga akan menunggu sampai harga normal kembali.

Pengertian Elastisitas Permintaan

Harga merupakan satu di antara beberapa faktor yang menentukan sebuah permintaan. Namun harga tidak berpengaruh terhadap permintaan semua barang serta jasa secara keseluruhan. Pada saat harga berpengaruh terhadap permintaan, sebuah produk bisa Anda katakan mempunyai elastisitas permintaan.

Sedikit perubahan yang terjadi pada harga bisa berpengaruh terhadap permintaan. Bahkan perubahannya bisa relatif lebih besar dari yang dibayangkan. Sebuah elastisitas harga akan mengacu terhadap seperti apa kuantitas yang ditawarkan atau dimiliki suatu produk berubah pada saat harganya juga berubah. Artinya, ini bisa menjadi sebuah ukuran seberapa banyak konsumen yang akan bereaksi terkait perubahan harga yang terjadi.

Sementara untuk elastisitas permintaan mengacu terhadap seperti apa perubahan harga bisa mempengaruhi jumlah barang yang diminta. Sebaliknya, untuk elastisitas harga penawaran mengacu terhadap seperti apa perubahan harga bisa berpengaruh terhadap jumlah barang yang ditawarkan.

Cara Kerja Elastisitas Permintaan 

Sebuah hukum permintaan akan memandu bagaimana hubungan antara harga dengan jumlah barang yang akan dibeli. Ini menunjukkan sebuah kuantitas yang akan dibeli mempunyai hubungan terbalik terhadap harga. Jadi, pada saat harga naik, orang yang membeli cenderung sedikit. Adanya elastisitas permintaan ini akan memberi tahu Anda berapa banyak barang yang dibeli ketika harga barang tersebut naik.

Ketika barang maupun jasa mempunyai permintaan elastis, maka konsumen banyak melakukan perbandingan. Para konsumen tersebut akan membandingkan harga dari suatu produk yang dijual oleh satu toko dengan toko yang lainnya. Dari situ mereka bisa menentukan mana harga terbaik yang ditawarkan atau bahkan mereka memutuskan tidak ingin membelinya.

Rumus Menghitung Elastisitas Permintaan

Terdapat tiga jenis elastisitas harga permintaan yaitu elastisitas, elastisitas satuan, serta tidak elastis. Cara menghitung PED atau Price Elasticity or Demand bisa menggunakan rumus berikut:

elastisitas harga 2

Artinya:

  • Qd (Perubahan Kuantitas yang Diminta) = (Kuantitas Baru – Kuantitas Lama) / Kuantitas Rata-rata

  • P (Perubahan Harga) = (Harga Baru – Harga Lama) / Harga Rata-rata

  • PED diberikan sebagai sebuah nilai yang absolut maupun nilai positif karena memang semua orang tertarik dengan seberapa besar nilainya

Akan tetapi, beberapa sumber menjelaskan bahwa bagaimana cara menghitung sebuah elastisitas harga dengan rumus:

  • Qd (Perubahan Kuantitas yang Diminta) = (Kuantitas Baru – Kuantitas Lama) / Kuantitas Lama

  • P (Perubahan Harga) = (Harga Baru – Harga Lama) / Harga Lama

Namun penggunaan rumus tersebut dinilai kurang ideal. Alasannya terkait arah perubahan kuantitas atau harga bisa berpengaruh terhadap angka yang akan dihitung untuk menentukan elastisitas harga. 

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Elastisitas Harga terhadap Permintaan

  1. Sifat Komoditas

Elastisitas sebuah harga terhadap permintaan bervariasi. Ini tergantung sifat komoditi dari barang tersebut. misalnya, elastisitas harga terhadap permintaan barang-barang seperti gula, garam, beras, dan lain-lain.  Setiap perubahan harga pada komoditas tersebut nantinya tidak berpengaruh terhadap permintaannya. 

Hal ini dikarenakan konsumen akan tetap membelinya berapa pun biaya yang mereka keluarkan. Di sisi lain, elastisitas harga terhadap permintaan barang-barang mewah seperti AC, pendingin ruangan, emas, dan lain-lain cenderung menurun. Dengan kata lain, perubahan harga sedikit saja yang terjadi pada komoditas tersebut berpotensi menyebabkan perubahan yang cukup besar pada permintaannya.  Sementara elastisitas harga terkait barang-barang tersier seperti kipas angin, kulkas, dan lain sebagainya akan mengalami perubahan secara proporsional.    

  1. Ketersediaan Barang Alternatif

Komoditas yang mempunyai barang pengganti atau substitusi yang ada di pasar terhadap harga yang wajar menghadirkan permintaan yang bersifat elastis. Barang pengganti merupakan barang-barang yang bisa digunakan untuk kebutuhan yang sama. Misalnya kopi dan teh, Biskuat dan Oreo, dan lain sebagainya. Terjadinya sedikit penurunan terhadap barang pengganti akan menyebabkan permintaan barang tersebut semakin banyak.

Hal ini berakibat para barang substitusi yang kemudian berubah menjadi elastis. Kita ambil contoh pada sat harga teh menurun. Banyak orang yang kemudian membeli teh dibandingkan dengan kopi.  Di sisi lain, barang yang tidak memiliki pengganti atau alternatif cenderung mempunyai permintaan yang bersifat tidak elastis.

  1. Barang dengan Fungsi yang Berbeda

Faktor berikutnya yang juga berpengaruh terhadap elastisitas permintaan adalah barang yang memiliki kegunaan berbeda. Barang yang bisa digunakan untuk beragam keperluan berpotensi mengalami elastisitas permintaan. Ketika harga suatu komoditas naik maka menyebabkan penggunaan dari barang tersebut akan menurun.

Misalnya, sus yang biasa digunakan untuk minum, membuat keju, lassi, dan lain sebagainya. Ketika harga susu naik maka penggunaan susu untuk keperluan yang lain bisa menurun. Bahkan susu cukup digunakan untuk minum saja.

  1. Pendapatan Konsumen

Elastisitas harga permintaan juga dipengaruhi oleh pendapatan konsumen. Untuk konsumen yang memiliki penghasilan tinggi serta rendah, maka permintaannya tidak elastis. Namun untuk konsumen pada tingkat ekonomi yang menengah, maka akan terjadi elastisitas permintaan.

Setiap perubahan harga yang terjadi menimbulkan kontraksi maupun perluasan permintaan pada konsumen berekonomi menengah. Sementara itu, dampak yang terjadi sangat kecil pada permintaan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah dan tinggi. 

  1. Kebiasaan Konsumen

Barang-barang seperti alkohol, kopi, rokok, dan lain sebagainya sudah menjadi kebiasaan para konsumen. Ini tidak menimbulkan elastisitas permintaan. Setiap perubahan yang terjadi pada barang-barang tersebut tidak bisa menyebabkan terjadinya perubahan permintaan karena memang barang-barang tersebut sudah menjadi kebiasaan konsumen.

  1. Titik Harga

Komoditas yang mempunyai harga tinggi misalnya AC tahu perhiasan serta komoditas dengan harga murah seperti koran mempunyai permintaan yang bersifat tidak elastis. Perubahan harga yang terjadi pada komoditas tersebut mengakibatkan perubahan permintaan yang cenderung sedikit.

Selain beberapa faktor di atas, faktor-faktor lainnya yang juga berpengaruh terhadap elastisitas permintaan yaitu:

  • Jangka waktu: terjadinya elastisitas pada komoditas untuk jangka waktu panjang dan tidak terjadi elastisitas pada komoditas untuk jangka waktu yang pendek

  • Permintaan bersama: barang-barang pelengkap misalnya tinta dengan pulpen, mobil dengan bensin, mengalami permintaan yang tidak elastis. Kenaikan harga BBM tidak menyebabkan penurunan permintaan mobil

  • Penundaan Penggunaan: komoditas yang mana permintaannya bisa ditunda akan mengalami elastisitas. Sementara komoditas yang permintaannya tidak bisa ditunda tidak akan mengalami elastisitas


Baca juga

Contoh Laporan Arus Kas (Cash Flow) Perusahaan Manufaktur

Contoh Laporan Laba Rugi (Income Statement) Perusahaan Manufaktur

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Apa Saja 7 Prinsip Manajemen Keuangan Sebelum Masuk Ke Dunia Bisnis

Contoh Laporan Arus Kas (Cash Flow) Perusahaan Distributor (Distribusi)

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin