Pengertian Etika Bisnis dan Tujuannya

By Ayu, 29 September 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Etika bisnis merupakan prinsip-prinsip moral yang menjadi pedoman atau panduan di dalam berbisnis. Semua aspek yang berhubungan dengan bisnis akan dijalankan sesuai dengan nilai atau norma yang berlaku. Jadi seseorang yang menjalankan bisnisnya secara baik, adil, sehat, dan juga profesional. Dia juga akan memperlakukan dengan baik semua orang di perusahaannya, termasuk juga para klien, pemegang saham, mitra kerja, pelanggan, serta masyarakat luas.

Etika bisnis sangat perlu karena menjalankan bisnis secara etika dapat memberikan dampak positif bagi bisnis yang dijalankan. Jadi, bisnis tersebut akan beroperasi sesuai dengan aturan, normal, maupun hukum yang berlaku. Dalam berbagai hal, kaidah atau norma yang berlaku bukan hanya bagus untuk bisnis, melainkan juga dapat memberikan rasa tanggung jawab serta mampu membuat Anda berperilaku baik kepada masyarakat.

Itulah yang membuat etika bisnis serta tanggung jawab sosial harus dan akan berjalan beriringan. Bukan itu saja, etika bisnis serta profesi memiliki hubungan yang erat satu dengan yang lainnya. Alasannya karena etika bisnis bisa dijadikan sebagai pedoman atau pegangan untuk diterapkan pada setiap individu di dalam bekerja serta berperilaku agar sesuai dengan nilai atau aturan-aturan yag berlaku di tempat kerjanya.

Maka dari itu setiap orang yang terjun ke dunia bisnis atau dunia kerja harus memahami apa itu etika bisnis dan seberapa penting etika bisnis tersebut untuk karirnya. Tujuannya tidak lain agar orang tersebut memahami dan menerapkan etika bisnis di tempat kerjanya.

Tujuan Etika Bisnis

Etika bisnis kerap berjalan beriringan dengan hukum. Akan tetapi, beberapa organisasi lebih memilih beroperasi secara etis. Tujuannya agar mereka lebih mudah diterima masyarakat. Salah satu tujuan dari adanya etika bisnis tersebut adalah untuk membangun kepercayaan diri antar para pemangku kepentingan di dalam perusahaan maupun organisasi terhadap para konsumen.

Untuk memahami secara lebih detail tentang apa saja tujuan dari etika bisnis, kami akan menjelaskannya di bawah ini.

  1. Tujuan dari Etika Bisnis dalam Tingkat Personal

Untuk tingkat pribadi atau personal, etika bisnis bertujuan agar tidak ada penyalahgunaan properti milik orang lain. Selain itu, etika bisnis juga bermaksud agar perusahaan atau organisasi dapat menepati janjinya di dalam memperluas manfaat dari bisnis yang dijalankannya terhadap masyarakat sekitar. Selain itu, adanya etika bisnis juga menunjukkan bahwa perusahaan atau organisasi tersebut tidak sedang mencari keuntungan secara singkat dengan melanggar aturan atau norma yang berlaku.

  1. Dalam Tingkat Internal Perusahaan atau Organisasi

Pada tingkatan internal perusahaan atau organisasi, etika bisnis bertujuan agar bisnis dapat dijalankan secara adil. Terutama dalam hal berurusan dengan pemangku kepentingan dan karyawan. Selain itu, dengan menerapkan etika bisnis maka perusahaan atau organisasi tersebut bisa mempunyai komunitas yang terbuka serta lebih baik pada semua tingkatan.  Ketika semua komunitas bisa berjalan dengan baik, maka karyawan pun akan terdorong untuk lebih produktif dan lebih patuh terhadap aturan atau kebijakan yang berlaku.

  1. Dalam Tingkat Sosial

Untuk tujuan etika bisnis yang ketiga ditinjau dalam tingkat sosial. Etika bisnis dapat meningkatkan kepedulian sosial. Beberapa contoh penerapan etika bisnis pada tingkat sosial adalah menjaga lingkungan perusahaan atau organisasinya tetap bersih, berhati-hati di dalam menggunakan SDA yang tergolong langka. Selain itu, perusahaan atau organisasi tersebut juga harus mematikan agar kualitas hidup masyarakat maupun orang-orang yang memiliki kepentingan menjadi lebih baik.

  1. Dalam Tingkat Para Pemangku Kepentingan

Lalu bagaimana dengan tujuan etika bisnis jika dilihat berdasarkan para pemangku kepentingan? Ketika mereka menerapkan etika bisnis maka ini akan menjaga hubungan antara para pemangku kepentingan tersebut. Adapun para pemangku kepentingan antara lain para pelanggan, pemegang saham, pemasok barang, lembaga keuangan atau bak, karyawan, pemerintah, serta semua pihak yang memiliki kaitan dengan organisasi atau perusahaan yang dijalankan.

Contoh Etika dalam Berbisnis

Setelah memahami pengertian serta tujuan dari etika bisnis, informasi selanjutnya adalah terkait apa saja contoh yang termasuk dalam etika berbisnis.

  • Menjaga semua data yang bersifat privasi baik yang dimiliki klien atau orang-orang yang memiliki peran dalam perusahaan atau organisasi tersebut

  • Memenuhi permintaan mitra bisnis dan klien yang sudah disepakati dalam sebuah kontrak atau perjanjian kerja

  • Bersikap baik dan sopan terhadap orang-orang yang memiliki peran di dalam bisnis atau organisasi seperti mitra kerja, karyawan, klien, pelanggan, dan lain sebagainya

  • Selalu menjaga agar lingkungan sekitar selalu bersih

  • Selalu berhati-hati di dalam memanfaatkan sumber daya alam, terlebih jika sumber daya alam tersebut bersifat langka

Manfaat Etika Berbisnis untuk Perusahaan

Pentingnya menerapkan etika bisnis akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Apa saja manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut?

  1. Memberikan Perlindungan serta Jaminan Aset

Manfaat yang pertama adalah mendapatkan jaminan serta perlindungan terhadap apa saja yang menjadi aset perusahaan. Setiap karyawan dan para pemangku kepentingan memiliki dan menyadari tugas serta tanggung jawab masing-masing terhadap perusahaan. 

Mereka menyadari jika semua aset perusahaan tersebut harus dijaga sebaik-baiknya. Mereka juga akan menggunakan aset atau fasilitas perusahaan dengan hati-hati agar tidak sampai melanggar etika berbisnis dan sampai merugikan perusahaan tersebut.

  1. Mempererat Kerja Sama

Jika semua orang di dalam perusahaan menerapkan etika berbisnis dengan baik, mereka akan sadar bahwa mereka adalah satu kesatuan yang harus saling bekerja sama. Ini akan meningkatkan kesadaran mereka bahwa kerja sama itu penting untuk mencapai target perusahaan. Kerja sama tim pun akan semakin kuat dan berpotensi akan memajukan perusahaan.

  1. Meningkatkan Produktivitas

Manfaat penerapan etika berbisnis yang ketiga adalah meningkatnya produktivitas. Ketika kerja sama semakin kuat, maka semua orang akan terdorong untuk semakin memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Mereka akan bekerja lebih giat serta tekun sehingga menjadi karyawan yang unggul.

  1. Reputasi dan Citra Perusahaan Semakin Terkenal

Ketika perusahaan tersebut menerapkan etika berbisnis secara konsisten, maka citra, merek, atau reputasi perusahaan akan semakin baik. Produk dan mereknya akan semakin terkenal dan semakin mendapatkan tempat terbaik di hati masyarakat. Ketika masyarakat semakin percaya dengan yakin pada produk atau merek, maka nilai penjualan pun akan semakin meningkat.

  1. Lingkungan Nyaman

Jika ada permasalahan, maka bisa diselesaikan secara baik-baik dengan mengedepankan etika bisnis. Lingkungan kerja akan lebih kondusif dan tetap nyaman. Dengan begitu, para karyawan tetap bisa bekerja dengan baik meskipun sempat ada masalah atau kesalahpahaman yang terjadi.


Baca juga

3 Langkah Menghindari Fraud (Kecurangan) di Perusahaan

4 Langkah Melakukan Audit di Perusahaan

Jenis-Jenis Transaksi yang Terjadi pada Perusahaan Dagang

Cara Menghitung Keuntungan Perusahaan Kontraktor Secara Efisien

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) yang Terjadi pada Perusahaan Dagang

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin