Pengertian, Jenis-jenis dan Komponen Biaya Produksi serta Cara Menghitungnya

By Martina, 11 November 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Ketika Anda akan memulai bisnis mungkin hal yang pertama dipikirkan adalah berapa modal yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis. Ketika berbicara modal, tentu perlu dikaitkan dengan produk yang akan diproduksi nantinya. Dalam ilmu ekonomi dan akuntansi ketika melakukan suatu produksi Anda akan mengeluarkan modal yang menjadi nilai tambah dari produk Anda. Proses keluarnya modal dalam penyediaan barang produksi tersebut dinilai sebagai biaya produksi. Menurut para ahli, definisi dari biaya produksi adalah total biaya yang keluar ketika melakukan suatu proses produksi barang. 

Apa itu Biaya Produksi?

Seperti yang sudah Ukirama sebutkan sebelumnya, bahwa biaya produksi adalah biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Biaya produksi berhubungan langsung dengan biaya bahan baku, tenaga kerja dan kemungkinan overhead cost

Kenapa Biaya Produksi itu Penting?

Tujuan dari perusahaan adalah untuk memaksimalkan laba. Hal itu menjadi latar belakang kenapa biaya produksi itu penting. Anda yang sedang berusahaa memulai bisnis sendiri bisa mengetahui laba atau ruginya perusahaan dengan membandingkan antara biaya produksi dengan pendapatan atau pendapatan bersih yang diperoleh. Selain itu dengan memahami konsep biaya produksi ini, Anda akan mudah untuk mengambil keputusan-keputusan jangka pendek. Keputusan-keputusan jangka pendek seperti kebutuhan pembelian bahan baku. Kedua adalah penentuan harga barang ketika dijual. Sebelumnya Ukirama sudah menyebutkan bahwa tujuan dari perusahaan untuk memaksimalkan laba. Dapat Anda bayangkan jika Anda menjual barang dengan harga dibawah biaya produksinya. Pasti Anda akan rugi dibandingkan untung. Ketiga, dengan Anda mengetahui biaya produksi Anda juga bisa mengendalikan biaya yang keluar ketika produksi sedang berjalan. Meningkatkan efisiensi dan melihat trend kapan produksi harus ditambah dan kapan produksi harus dikurangi. Ketika Anda mengetahui kapan produksi harus ditambah atau dikurangi, Anda bisa menentukan proses pengiriman juga respon ketika ada peningkatan ketika biaya produksi meningkat karena meningkatnya harga bahan baku. 

Jenis-Jenis Biaya Produksi 

Ketika melakukan produksi Anda setidaknya perlu menghitung lima jenis biaya produksi yaitu:

  • Fixed Cost 

Sama seperti namanya, fixed cost atau biaya tetap adalah biaya yang keluar setiap periodenya dan tidak bergantung pada berlangsung atau tidak berlangsungnya produksi. Biasanya biaya tetap ini berhubungan dengan aset-aset perusahaan dalam jangka waktu panjang seperti gedung, administrasi, pajak, biaya listrik dan air juga komponen-komponen tetap lainnya.


  • Variable Cost 

Berbeda dengan biaya tetap yang nilainya tetap, biaya variabel adalah biaya yang pengeluarannya tergantung jumlah produksi. Semakin banyak barang yang diproduksi maka biaya variabel yang keluar juga akan semakin banyak. Biaya variabel ini biasanya berhubungan langsung dengan trend pasar. Ketika trend pasar sedang meningkat, maka biaya variabel yang perlu untuk dikeluarkan juga akan semakin meningkat. Jika trend sedang menurun dan perusahaan memutuskan mengurangi produksi, maka biaya variabel terkait produksi seperti gaji pekerja dan bahan baku utama juga akan semakin menurun.


  • Total Cost 

Kalau biaya total, adalah seluruh penjumlahan biaya variabel dan biaya tetap yang dikeluarkan setiap periodenya. 


  • Average Cost 

Jika Anda sedang membuat rata-rata biaya per periode, Anda dapat menggunakan metode average cost. Anda dapat menghitung biaya rata-rata produksi dengan menghitung biaya total kemudian dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Dari biaya rata-rata ini Anda sudah bisa menentukan harga jual produk Anda. Karena jika menggunakan biaya variabel atau biaya tetap saja ketika menghitung harga jual salah satu komponen dalam biaya Anda tidak terpenuhi. Sehingga kemungkinan Anda akan mengalami kerugian. 


  • Marginal Cost 

Biaya marginal adalah setiap tambahan ketika menambah satu unit produksi. Definisi dari biaya marginal ini mirip dengan biaya variabel. Bedanya, biaya marginal ini akan muncul ketika Anda melakukan ekspansi usaha. Jika belum melakukan ekspansi usaha dan masih melakukan proses produksi seperti dengan biayanya maka yang keluar adalah biaya variabel. 


Kelima jenis biaya produksi penting itu perlu Anda ketahui untuk menghitung biaya produksi secara keseluruhan yang berfungsi ketika Anda akan menentukan harga jual barang Anda. 

Unsur-Unsur Biaya Produksi

Pada bagian jenis-jenis produksi Anda sudah mengetahui bahwa dalam proses produksi Anda memiliki unsur-unsur produksi seperti yang telah dijelaskan. Tetapi untuk membangun biaya produksi tersebut unsur-unsur apa saja yang ada di dalamnya? Ini dia penjelasannya. 

  • Direct Material Cost 

Biaya material langsung atau direct material cost adalah biaya yang keluar dan berhubungan langsung dengan produk yang diproduksi. Biasanya yang termasuk biaya material langsung adalah biaya untuk pembelian bahan baku utama. 


  • Direct Labor Cost 

Biaya tenaga kerja langsung atau direct labor cost merupakan biaya yang berhubungan dengan pegawai seperti gaji pegawai, tunjangan-tunjangan juga asuransi untuk proteksi para pegawai. 


  • Manufacturing Overhead Cost 

Biaya overhead adalah biaya yang keluar ketika proses produksi terjadi tetapi keluar tanpa termasuk ke dalam direct material cost. Biaya overhead tersebut yaitu:

  1. Indirect Material 

Biaya indirect material merupakan bagian dari bahan produksi, namun bukan menjadi bahan utama. Tetapi dalam proses produksi karena tidak menjadi bahan utama sehingga kehadiran biaya tersebut sering tidak dirasakan dan tidak dimasukan ke dalam biaya produksi. Misalnya contoh biaya pembersih, perekat dan alat-alat lainnya. 

  1. Indirect Labor 

Dalam proses produksi ada yang bekerja dan memproduksi barang secara langsung ada juga yang memastikan barang diproduksi. Pekerja yang memastikan barang diproduksi ini dikategorikan sebagai indirect labor misalnya pekerja pengawas dan pihak keamanan keamanan. Walaupun tidak terlibat langsung dalam biaya produksi tetapi peran dari pekerja-pekerja tersebut sangat penting sehingga masuk ke dalam indirect labor.  


Formulasi Biaya Produksi

Setelah Anda mengetahui fungsi, jenis juga unsur dari biaya produksi ini, secara sederhana Anda dapat memformulasikan biaya produksi ini dengan rumus: 

Biaya Produksi = Biaya Langsung + Biaya Overhead

Jangan lupa kalau biaya langsung termasuk di dalamnya, upah pekerja dan biaya material. Sementara biaya overhead adalah biaya tidak langsung tetapi memiliki peran untuk menjaga proses produksi tetap berlangsung. Seperti, biaya asuransi pekerja dan biaya pendukung proses produksi. Itu dia sahabat Ukirama informasi mengenai Biaya Produksi ini.


Baca juga

Pengertian dan Perbedaan Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, dan Biaya Overhead pada Industri Manufaktur

Ketahui Perbedaan Istilah Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Apa Itu Biaya Penyusutan Aktiva?

Jenis-Jenis Biaya Dalam Proyek yang Perlu Anda Tahu! Biaya Overhead Salah Satunya

Sudah Tahu Model Akuntansi ABC (Activity Based Costing)? Penetapan Biaya Berbasis Akuntansi ini Penting untuk Anda Ketahui

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin