Pengertian Jurnal Penyesuaian pada Perusahaan Beserta Contohnya

By Martina, 19 Mei 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Anda yang belajar ilmu ekonomi atau bekerja di divisi keuangan dan akuntansi pada sebuah perusahaan tentu akrab dengan istilah Jurnal Penyesuaian. Pembuatan Jurnal Penyesuaian menjadi tanggung jawab penting karena menyangkut dengan laporan keuangan perusahaan. Tapi bagaimana dengan Anda yang baru mengenal Jurnal Penyesuaian ini? Apakah anda sudah memahami apa sebenarnya Jurnal Penyesuaian dan bagaimana contoh penerapannya? Agar lebih jelas, berikut kita kupas segala hal tentang Jurnal Penyesuaian pada perusahaan.

Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang berisi proses penyelarasan mengenai catatan atau fakta transaksi pada akhir periode transaksi. Jurnal Penyesuaian ini disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data/informasi penyesuaian akhir periode. Secara sederhana, Jurnal Penyesuaian digunakan untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi namun belum dicatat.


Pada umumnya, terdapat 2 hal yang menyebabkan suatu transaksi membutuhkan penyesuaian, yaitu sebagai berikut.

  1. Keadaan di mana transaksi sudah terjadi namun informasi tersebut belum dicatat dalam perkiraan yang bersangkutan.

  2. Transaksi yang sudah dicatat dalam perkiraan yang bersangkutan namun saldo perkiraan masih harus disesuaikan agar dapat disajikan dalam jumlah yang benar.


Jurnal ini dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Akun yang memerlukan penyesuaian di akhir periode tersebut adalah :

  1. Akun perlengkapan, dimana penyesuaian diperlukan karena ada pemakaian.

  2. Akun beban dibayar di muka, yang memerlukan penyesuaian karena waktu jatuh tempo.

  3. Akun aktiva tetap, dimana penyesuaian diperlukan karena ada penyusutan aktiva.

  4. Akun pendapatan, yaitu penyesuaian dibutuhkan karena ada pendapatan yang belum diperhitungkan atau penerimaan yang belum menjadi pendapatan.

  5. Akun beban, yang memerlukan penyesuaian karena ada beban yang belum dihitung atau pembayaran yang belum menjadi beban.

  6. Akun pendapatan diterima di muka, dimana penyesuaian diperlukan karena berjalannya waktu atau diserahkannya prestasi pada pelanggan.


Dalam Jurnal Penyesuaian, dikenal juga istilah ayat jurnal penyesuaian. Itu merupakan jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam beberapa akun sehingga saldo mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya. Ayat jurnal penyesuaian juga digunakan dalam pencatatan transaksi yang sudah dicatat namun memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di akhir periode.


Jenis-Jenis Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian terdiri atas beberapa jenis, yaitu :

  1. Jurnal Penyesuaian Beban Dibayar Dimuka (Prepaid Expenses)

Hal ini adalah beban yang seharusnya dibayar setiap bulan tetapi langsung dibayarkan sekaligus setahun atau beberapa tahun.


  1. Jurnal Penyesuaian Penyusutan Aset (Depreciation)

Jurnal ini dilakukan karena penyusutan peralatan harus dicatat sebagai pengakuan beban depresiasi atau karena beban penyusutan oleh perusahaan.


  1. Jurnal Penyesuaian Beban Terutang (Accrued Expense)

Kewajiban yang berasal dari beban yang telah diakui atau telah terjadi di dalam perusahaan namun belum dibayarkan.


  1. Jurnal Penyesuaian Pendapatan Belum Diterima (Accrued Revenue)

Hal ini berkaitan pendapatan yang sudah diperoleh tetapi masih belum diterima dan belum dicatat dalam rekening.


  1. Jurnal Penyesuaian Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned Revenue)

Hal ini berkaitan dengan penerimaan uang dimuka, sedangkan service atau barang yang kalian perjual belikan belum diterima konsumen, seperti pemesanan tiket pesawat online.



Tujuan dan Fungsi Jurnal Penyesuaian

Jurnal Penyesuaian dibuat untuk tujuan agar pada akhir periode akun riil yaitu harta, kewajiban, dan modal menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Selain itu, jurnal penyesuaian ini dibuat agar akun-akun nominal yaitu akun pendapatan dan beban dapat diakui sebagai keadaan sebenarnya pada suatu periode.

Sedangkan fungsinya, Jurnal Penyesuaian mencakup peran :

  1. Menetapkan saldo akun buku besar pada akhir transaksi yang ada, sehingga setiap perkiraan sesuai keadaan aslinya.

  2. Menghitung jumlah setiap perkiraan yang sifatnya nominal, yaitu pendapatan dan beban yang seuai keadaan asli transaksi.


Prosedur dalam Jurnal Penyesuaian

Sebelum membahas contoh jurnal penyesuaian, ada baiknya diketahui dahulu bahwa jurnal penyesuaian dilakukan sebelum penutupan buku. Prosedurnya sendiri adalah dengan beberapa langkah, yaitu :

  1. Menyiapkan bukti transaksi yang butuh untuk disesuaikan

  2. Bentuk cetak buku besar dan detail transaksi yang mengandung transaksi yang perlu disesuaikan

  3. Meneliti alasan diperlukannya penyesuaian dan mengapa hal tersebut bisa terjadi

  4. Menentukan besar nominal transaksi yang terjadi dan membandingkannya dengan jurnal yang pernah dicatat sehingga didapatkan selisihnya.

  5. Menyiapkan daftar jurnal penyesuaian yang akan direkomendasikan

  6. Melakukan jurnal penyesuaian setelah disetujui oleh bagian finansial atau pimpinan yang bertanggung jawab


Contoh Jurnal Penyesuaian

Sebagai contoh cara pembuatan jurnal penyesuaian, diasumsikan Perusahaan X per 31 Desember 2017 memiliki data penyesuaian sebagai berikut :

  1. Nilai saldo akun perlengkapan dalam neraca saldo berjumlah Rp1.000.000,- pada posisi debit. Pada akhir periode, jumlah perlengkapan yang masih ada adalah sebesar Rp400.000,-. Maka beban perlengkapannya adalah sebesar Rp1.000.000 dikurang Rp400.000 yaitu Rp600.000,-

  2. Perusahaan masih mempunyai wesel tagih yang harus diterima sebesar Rp150.000,-

  3. Nilai saldo sewa diterima di muka menunjukkan jumlah sebesar Rp18.000.000,- pada posisi kredit. Sewa berjangka waktu sejak 1 Mei 2017-1 Mei 2018.

  4. Upah dan gaji karyawan yang belum dibayarkan di bulan Desemberi 2017 sejumlah Rp2.400.000,-

  5. Nilai saldo asuransi dibayar di muka pada neraca saldo sejumlah Rp2.400.000,- pada posisi debit. Asuransi digunakan untuk membayar dari tanggal 1 Juni 2017-1 juni 2018.

  6. Penggunaan peralatan toko menyebabkan penyusutan peralatan sebesar Rp4.000.000,-

  7. Sebesar 5% dari jumlah piutang dagang sebesar Rp50.000.000,- diperkirakan tidak dapat ditagih. Hal ini karena perusahaan kreditor bangkrut.

  8. Nilai persediaan barang dagang yang tercatat pada awal periode adalah sebesar Rp15.000.000,-. Persediaan barang dagang di akhir periode yang tersisa di gudang adalah sebesar Rp20.000.000,-


Dari informasi di atas, maka dapat dibuat Jurnal Penyesuaiannya adalah sebagai berikut.

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

2017





Des

31

Beban Perlengkapan

           Perlengkapan

Rp 600.000


Rp 600.000


31

Piutang Bunga

           Pendapatan Bunga

Rp 150.000


Rp 150.000


31

Beban Gaji/Upah

           Utang Gaji/Upah

Rp 2.400.000


Rp 2.400.000


31

Sewa diterima di muka

           Pendapatan Sewa

Rp 13.500.000


Rp 13.500.000


31

Beban Asuransi

           Asuransi dibayar dimuka

Rp 1.600.000


Rp 1.600.000


31

Beban Kerugian Piutang

           Cadangan Kerugian Piutang

Rp 2.500.000


Rp 2.500.000


31

Beban Penyusutan Peralatan

           Akun Penyusutan Peralatan

Rp 4.000.000


Rp 4.000.000


31

Ikhtisar Laba/Rugi

           Persediaan barang dagang

Persediaan Barang Dagang

           Ikhtisar Laba/Rugi

Rp 15.000.000


Rp 20.000.000


Rp 15.000.000


Rp 20.000.000


Baca juga

Cara Membuat Jurnal Umum yang Mudah Dalam Akuntansi

Contoh Jurnal Koreksi pada Perusahaan Beserta Transaksi dan Penyelesaiannya

Perbedaan dan contoh Jurnal Penyesuaian, Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik

Cara dan Contoh Laporan Laba Rugi dan Jurnal Penutup Pada Perusahaan Dagang

Mengenal Jurnal dalam Akuntansi dan Fungsinya untuk Pembukuan

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin