Pengertian Laporan Neraca dan Cara Membuatnya

By Aulia, 11 Januari 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam siklus akuntansi, salah satu jenis laporan yang dibuat adalah laporan neraca. Laporan neraca ini menjadi salah satu bentuk laporan yang perlu ada agar perusahaan dapat mengetahui kinerja perusahaannya.  

Kegagalan perusahaan dalam menyusun laporan neraca bisa disebut juga kegagalan manajeman dalam mejalankan usaha. Hal ini karena laporan neraca akan sangat berguna bagi pihak internal seperti pimpinan perusahaan, karyawan, maupun pemilik usaha untuk melakukan evaluasi dan keputusan yang akan diambil. Sedangkan untuk pihak eksternal seperti kreditor maupun investor akan berguna terhadap keputusan mereka untuk menyuntikkan dana atau tidak kepada perusahaan.

Begitu penting peranan dari laporan neraca, simak lebih lanjut terkait pembahasan laporan neraca berikut ini! 

Pengertian Laporan Neraca

Laporan neraca (balance sheet) adalah jenis laporan yang akan memuat informasi posisi aset perusahaan (aktiva), kewajiban perusahaan yang harus dibayar (utang), dan modal perusahaan dalam periode akuntansi tertentu. Nilai dari modal didapat dari laporan perubahan modal.

Laporan neraca dapat digunakan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan sehat atau tidak. Kondisi ini dapat dibaca dengan melihat kondisi aktiva perusahaan lebih banyak yang bersumber dari modal atau justru dari utang usaha. 

Selain sehat atau tidaknya kondisi keuangan perusahaan, laporan neraca dapat digunakan untuk melihat likuiditas dan fleksibilitas arus keuangan serta bagaimana kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang. 

Sebelum membahas bagaimana cara membuat laporan neraca, ada baik ya perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja komponen neraca, prinsip neraca dan juga jenis neraca yang akan menjadi pijakan dalam membuat laporan neraca.

Komponen Neraca

Berdasarkan dari pengertian laporan neraca, komponen neraca terdiri dari:

  • Aktiva

Aktiva adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan baik yang bersifat lancar maupun tidak lancar. Aktiva yang lancar seperti kas, piutang, persediaan barang dagang dan lain-lain. Digolongkan dalam katagori aktiva lancar karena pemanfaatannya relatif singkat, kurang dari satu periode atau satu tahun.

Aktiva tidak lancar adalah harta perusahaan yang dalam pemanfaatannya lebih dari satu tahun. Contoh dari aktiva tidak lancar adalah peralatan, kendaraan, bangunan dan tanah. Karena dapat bermanfaat lebih dari satu tahun, aktiva tidak lancar mempunyai usia penggunaan dan akan mengalami penyusutan nilai seiring dengan lama penggunaan/ periode pemanfaatan aktiva tidak lancar. 

  • Kewajiban/ Utang

Sama seperti aktiva, kewajiban/ utang terbagi menjadi dua. Terdapat utang jangka pendek dan juga utang jangka panjang. Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh tempo pembayarannya kurang dari satu bulan. Contohnya adalah utang dagang atau utang pada perorangan, utang gaji, atau pajak terutang.

Utang jangka panjang adalah utang yang tanggal jatuh temponya lebih dari satu periode/ satu tahun. Contoh dari utang jangka panjang adalah utang pada bank yang periode pengembaliannya dalam kurun waktu 3-5 tahun, pinjaman berjangka atau obligasi yang lebih dari satu tahun.

  • Modal

Modal adalah kekayaan perusahaan yang bersumber dari pemilik usaha. Seiring berjalannya usaha, modal ini akan mengalami penambahan atau pengurangan jumlah. Faktor yang mempengaruhi adanya penambahan modal adalah bila terdapat tambahan dana investasi untuk usaha, pemilik usaha menyuntikkan penambahan modal atau keuntungan dari menjalankan usaha.

Modal akan mengalami pengurangan apabila pemilik mengambil dana pribadi atau yang disebut dengan prive. Yang berdasarkan dari aktivitas operasional ussaha, modal akan berkurang apabila usaha mengalami kerugian. 

Prinsip Neraca

Aktiva = Utang + Modal

Neraca disebut juga dengan balance sheet hal ini dikarenakan dalam pembuatan laporan neraca dalam bentuk pelaporannya berprinsip seimbang antara aktiva dengan nilai utang ditambah modal. Apabila dalam pembuatan neraca ternyata hasil dari aktiva tidak sama dengan hasil penjumlahan dari kewajiban ditambah modal, maka perlu dilakukan pengecekan ulang terhadap laporan neraca.

Pengecekan ini bisa dilakukan dimulai dari laporan neraca itu sendiri. Apakah mengalami kesalahan dalam melakukan input nilai dan posisi akun. Jika dalam mengecekan tidak ditemukan kesalahan, maka bisa dilakukan pengecekan pada sumber input laporan neraca seperti hasil dari buku besar, jurnal penyesuaian, neraca saldo, neraca lajur dan laporan perubahan modal.

Jenis-jenis Neraca

Pembagian jenis-jenis neraca berdasarkan bentuk pembuatan laporan neraca. Apakah akan dibuat dalam bentuk menyamping (Skontro) atau dibuat dalam bentuk memanjang (Stafel)

  • Neraca Skontro (Horisontal)

Neraca skontro adalah neraca yang dalam pembuatannya menyamping. Dimana pada kolom kiri adalah akun-akun debit (aktiva) sedangkan pada kolom kanan adalah untuk akun kredit (passiva) yang terdiri dari kewajiban dan modal.

Bentuk skontro ini akan sangat cocok untuk diterapkan pada perusahaan yang dalam penggunaan akunnya tidak banyak. Umumnya adalah usaha berskala mikro, usaha jasa dan juga UMKM akan cocok bila menggunakan neraca bermodel skontro.

  • Neraca Stafel (Vertikal)

Neraca stafel adalah neraca yang dalam pembuatannya dibentuk memanjang ke bawah. Untuk akun aktiva terlebih terebih dahulu dicatat dan dijumlahkan kemudian dilanjut utang kemudian modal yang dicatat dan dijumlah setelah aktiva.

Bentuk stafel ini akan sangat cocok bila diterapkan pada perusahaan yang mempunyai banyak akun. Perusahaan yang biasanya banyak dalam penggunaan akun antara lain perusahaan dagang dan juga perusahaan manufaktur.

Cara Membuat Neraca

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat laporan neraca:

  • Pahami terlebih dahulu format, jenis dan juga komponen neraca 

  • Persiapkan hasil dari pembuatan buku besar dan juga jurnal penyesuaian. 

  • Pindahkan hasil dari akun-akun buku besar dan pencatatan jurnal penyesuaian yang merupakan komponen laporan neraca. Langkah ini akan lebih terbantu jika sebelumnya membuat neraca lajur.

  • Persiapkan hasil dari laporan perubahan ekuitas. Hasil perubahan modal ini bisa teradi penambahan modal dari keuntungan usaha atau mendapat suntikan modal pemilik. Hasil perubahan modal ini memungkinkan lebih kecil dari modal awal perusahaan karena pemilik melakukan pengambilan dana pribadi atau perusahaan mengalami kerugian.

  • Jika data keuangan yang berbasis pada buku besar + penyesuaian dan juga laporan perubahan ekuitas sudah siap, maka mulai disusun pembuatan laporan neraca berdasarkan format dan jenis laporan neraca yang akan digunakan.

  • Untuk memastikan bahwa hasil dari pembuatan laporan neraca sudah benar atau tidak, mengacu pada prinsip laporan neraca. Apakah saldo yang terdapat di kolom aktiva jumlahnya sama seperti saldo dari penambahan kewajiban dan modal perusahaan.

Langkah pembuatan laporan neraca di atas bisa diterapkan dalam pembuatan laporan neraca baik secara manual maupun digital. Untuk pembuatan laporan neraca akan lebih mudah dan cepat apabila menggunakan format modern yaitu software pembuatan neraca. Selamat mencoba!


Baca juga

Apa Itu EBITDA dan Kenapa Komponennya Penting Dalam Perusahaan Anda? Ini Jawabannya!

Faktur Tidak Hanya Faktur Penjualan dan Pembelian, Cari Tahu Disini!

Mengenal Istilah Balance Scorecard dalam Perusahaan Dagang

Pentingnya Surat Setoran Elektronik (SSE) Pajak untuk Perusahaan dan Cara Membuatnya

Mengenal Undang Undang Perdagangan Dalam Bisnis Online

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin