Pengertian, Manfaat, dan Jenis Bill of Material (BOM) dalam Bisnis Manufaktur

By Martina, 29 Juli 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

BOM atau yang juga dikenal dengan Bill of Material dapat diartikan sebagai kumpulan material, bahan, hingga campuran-campurannya untuk merakit, membuat, dan memproduksi sebuah produk. Pada BOM, daftar bahan disusun secara baik dan merupakan salah satu bagian dari proses desain agar para teknisi mengetahui item yang seharusnya dibeli bahkan diproduksi. Selain itu, ketika BOM dihubungkan dengan jadwal produksi inti, ini mampu membantu perusahaan dalam menentukan release item yang telah dibeli dan diproduksi. 


BOM dapat terdiri dari berbagai bentuk yang tentunya dapat dimanfaatkan dalam proses manufaktur dan memudahkan pekerjaan manufacture engineer pada nantinya. Tak hanya satu, terdapat berbagai macam definisi dari BOM seperti “Sebuah daftar urutan atau hierarki atau prioritas material yang diperlukan perusahaan saat hendak memproduksi produk sehingga bisa juga digunakan dalam planning dan costing”. 


Dalam point tertentu, Bill of Material juga didefinisikan sebagai dokumen perusahaan baik manufaktur maupun lain-lain dalam me-request material serta barang-barang inventori sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi. BOM juga memuat informasi spesifik seputar item yang diperlukan sehingga bisa pula digunakan oleh para akuntan sebagai indikator penentuan harga produk yang hendak dibuat.


Ketika Bill of Material dibuat seefektif dan seakurat mungkin, maka informasi seputar nomor komponen, deskripsi komponen, kuantitas, hingga lead time pengerjaan akan dimuat. Penomoran juga harus dilakukan dengan unik sehingga item dalam BOM dapat diidentifikasi dengan mudah. Pada BOM konvensional, daftar komponen disusun dalam level manufaktur yang mana dapat juga disebut sebagai pohon produk.

  • Level 0, adalah segala jenis produk jadi yang tidak bisa digunakan sebagai bahan dasar atau komponen pada produk lain. 

  • Level 1, produk-produk pada level 1 bisa saja menjadi komponen langsung pada produk level 0 namun di saat bersamaan bisa merupakan sebuah produk jadi. Contohnya adalah ban mobil yang mana dapat menjadi komponen mobil namun juga bisa menjadi produk jadi yang dijual secara terpisah. 

  • Level 2, produk pada level 2 merupakan pembentuk langsung atau komponen dari produk level 1. Namun, produk ini juga bisa menjadi produk jadi di saat yang bersamaan.

  • Level 3, produk pada level 3 juga menyerupai pengertian dari produk di level 2 dan level 1. 


Dalam hal tertentu, BOM dengan struktur atau format seperti itu memang terlihat lebih sederhana sehingga mudah dimengerti. Namun, apabila kuantitas serta level komponen ratusan, maka struktur tersebut menjadi tidak efisien. Maka dari itu, beberapa Bill of Material digambarkan dalam bentuk tabel yang tentunya lebih mudah dibuat untuk komponen dalam jumlah besar dengan penggambaran yang jelas.


Manfaat Bill of Material (BOM)

Secara detail, Bill of Material juga memiliki manfaat besar bagi perusahaan terutama departemen yang ikut andil dalam proses produk. Mulai dari peramalan, penentuan sumber daya, hingga mengetahui kuantitas bahan yang tepat untuk perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari BOM bagi perusahaan:

  1. Sebagai alat pengendali produksi perusahaan dengan membuat daftar bahan yang spesifik untuk sebuah produk. Bahan yang dimaksud termasuk bahan mentah dan berbagai komponen campuran. BOM bahkan juga bisa dimanfaatkan untuk mengukur kapasitas produksi perusahaan terhadap sebuah produk dan mengetahui berapa banyak pesanan yang bisa dan harus digabung.

  2. BOM dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan hingga peramalan terhadap barang yang keluar masuk gudang dan transaksi produksi hingga jumlah pesanan pelanggan nantinya. 

  3. Mengetahui jumlah atau kapasitas produksi dengan segala keterbatasan sumber daya manusia, keuangan, dan fasilitas. Dengan begitu, BOM juga dapat dijadikan acuan dalam menentukan berapa sumber daya manusia yang harus ditambah, berapa kiranya modal yang diperlukan, atau fasilitas apa yang diperlukan sehingga kapasitas produk mencapai titik maksimum. Dalam beberapa hal, informasi dalam Bill of Material dapat digunakan untuk menentukan cara pembuatan serta pengangkutan yang optimal. 

  4. Memiliki BOM yang baik dan sistematis juga dapat membantu perusahaan dalam menjamin kuantitas bahan yang benar dan benar di saat yang tepat. 

Jenis Bill of Material (BOM)

Bill of Material dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan jenis-jenisnya yaitu Modul Bill of Material, Overhead Pabrik, dan Planning-Phantom Bills. Lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini,

  1. Modul Bill of Material

Modul Bill of Material terdiri dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Bahan yang menjadi bagian dan tak dapat dipisahkan dari produk bahkan bisa ditelusuri secara fisik di produk tersebut merupakan pengertian bahan langsung. Misalnya adalah atap rumah atau kaca yang merupakan bahan langsung untuk rumah sebagai produk akhir. Sedangkan untuk tenaga kerja langsung (direct labour) dan tenaga kerja manual adalah biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan atau menyempurnakan produk. Contohnya, tukang kaca, tukang air listrik, atau tukang cat untuk memperindah rumah. 

  1. Manufacturing Overhead

Biaya Pabrik atau Manufacturing Overhead adalah seluruh biaya produksi yang tidak masuk dalam klasifikasi bahan langsung atau tenaga kerja langsung. Sebaliknya, seluruh biaya pabrik adalah biaya terhadap bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan biaya lain-lain seperti pemeliharaan, hingga perbaikan. 

  1. Planning-Phantom Bills

Planning Bill atau Bill Perencanaan dibuat untuk mempermudah penugasan induk buatan kepada bill of materialnya. Berbeda dengan planning bill, Phantom Bill adalah BOM untuk komponen, terdiri dari sub perakitan yang sifatnya sementara.


Format BOM

Selain jenis, ternyata format BOM juga berbeda-beda. Ada yang Single-Level, Indented, hingga Modular Bill of Material. Single-level BOM adalah BOM yang menampilkan assembly dan sub-assembly dengan satu level saja. Format ini juga menampilkan komponen yang langsung diperlukan untuk membuat assembly. Sedangkan, Indented BOM menampilkan item dan komponen yang diperlukan item pada dua margin berbeda. Item dengan level tertinggi mendekati margin kiri sedangkan komponen pada item di margin kanan. 


Yang terakhir adalah Modular BOM yang mana merupakan elemen kritis dalam menentukan struktur produk dari produk akhir. Modular BOM akan menentukan komponen material, dokumen, serta gambar rekayasa yang sekiranya diperlukan untuk sub-assembly. Biasanya, Modular BOM digunakan oleh sistem informasi modern karena mampu menyediakan informasi untuk keseluruhan sub-assembly. 


Sekian ulasan mengenai Bill of Material mulai dari pengertian, manfaat, jenis, dan formatnya. Bill of Material pada dasarnya merupakan sekumpulan bahan, campuran, komponen atau apapun yang mampu mendukung perusahaan dalam menyelesaikan produk akhirnya. BOM bisa digunakan untuk keperluan akuntansi dalam menentukan harga bahkan memprediksi pesanan pelanggan masa depan lho! BOM memiliki jenis serta format yang berbeda-beda dengan tingkat keefektifan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan perusahaan manufaktur. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!


Baca juga

Cara Tepat Menentukan Gudang yang Cocok untuk Berbagai Jenis Usaha Manufaktur

Cara dan Contoh Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur

Pengertian dan Tujuan Work Order pada Perusahaan Manufaktur

Cara Membuat Neraca Lajur Perusahaan Manufaktur dengan Excel

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur dengan Mencantumkan Biaya Overhead Pabrik (BOP)

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin