Pengertian Modal Ventura dan Pahami Fungsinya Sebelum Memulai Startup

By Martina, 29 Mei 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Di era digital yang tidak mengenal batas ini, siapa saja bisa merintis bisnis startup dan menjadi seorang CEO. Coba tanyakan pada banyak startup founders, pasti mereka tidak asing lagi dengan istilah modal ventura. Dengan adanya modal ventura atau venture capital, startup bisa membangun bisnis mereka lebih jauh lagi.


Apa Itu Modal Ventura?

Modal ventura adalah pendanaan dari investor yang membuat perusahaan startup dan bisnis kecil bisa mewujudkan potensi pertumbuhan jangka panjang mereka. Biasanya, modal ventura dikucurkan oleh investor, bank, atau institusi finansial lainnya. Bentuknya pun tak melulu berupa uang, bisa juga berupa keahlian manajerial atau teknis.


Ketika berbicara tentang permodalan, yang terlintas di benak kita tentu saja adalah risiko yang tinggi. Yap, modal ventura adalah bentuk pendanaan yang high risk high return. Tidak ada yang bisa menjamin sebuah startup akan terus berkembang dan bisa mencapai Initial Public Offering (IPO), mimpi bagi banyak bisnis startup. Itulah mengapa penting untuk memahami betul seluk beluk modal ventura.


Siapa yang Memerlukan Modal Ventura?

Bayangkan sebuah bisnis startup yang baru dirintis bahkan kurang dari dua tahun. Untuk menjalankan operasional bisnis, tentu mereka memerlukan pendanaan modal ventura. Itu sebabnya venture capital menjadi kian populer dan penting untuk menjalankan sebuah bisnis.


Salah satu hal terbesar yang perlu diantisipasi ketika bekerja sama dengan pemberi modal ventura adalah mereka memiliki hak tertentu dalam bisnis Anda. Termasuk dalam proses pengambilan keputusan. Ketika sebuah startup sepakat dalam sebuah pendanaan modal ventura, artinya sebagian “porsi kue” perusahaan mereka diberikan kepada investor. Perhitungkan hal ini dalam jangka panjang.


Peran Signifikan Modal Ventura

Setelah membahas apa itu modal ventura serta siapa yang memerlukannya, semakin jelas bahwa peran modal ventura sangatlah signifikan. Dulu, modal ventura hanyalah istilah atau niche yang mulai dikenal di akhir Perang Dunia II pada abad 19. Industri ini terus berkembang dan melibatkan banyak pemain yang terus berinovasi.


Sangatlah menarik melihat sedikit ke belakang tentang sejarah berkembangnya modal ventura. Adalah Georges Doriot, seorang profesor dari Harvard Business School yang dikenal sebagai “Father of Venture Capital”. Pada tahun 1946, dia merintis American Research and Development Corporation (ARDC) dan menginvestasikan 3,5 juta dolar modal ke perusahaan di bidang teknologi.


Kala itu, pendanaannya digunakan sebuah perusahaan yang mempunyai mimpi menggunakan teknologi x-ray untuk perawatan kanker. Hasilnya? Ketika perusahaan itu dikenal publik 9 tahun kemudian, angka yang diperoleh Doriot sangat besar dan signifikan.


Itulah yang menjadi mimpi dan pola ideal bagi startup. Dengan adanya pendanaan atau modal ventura, maka mereka bisa leluasa mengembangkan ide dan inovasi. Dengan cara ini, jelas bahwa startup sangatlah memerlukan modal ventura. Terutama bagi yang baru mulai dirintis. Tapi, apakah semua bisa berjalan semudah itu? Tentu tidak. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum sepakat bekerja sama dengan pemberi modal ventura.


Sebelum Memulai Startup…

Sejatinya, ada banyak sekali hal terkait modal ventura yang perlu diketahui sebelum Anda memulai bisnis startup. Jangan tergesa-gesa, pahami benar bagaimana pola yang diterapkan sebelum mencapai kata sepakat.


Memang tren merintis bisnis startup sangatlah menjamur. Tahun 2018 saja, jumlah startup di Indonesia menurut database Indonesia Digital Creative Industry Society mencapai 992 startup. Angka ini tentu terus bertumbuh dan berkembang. Ada yang gulung tikar, ada pula yang baru bertumbuh.


Untuk itu, sebelum memulai startup, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami. Pertama, ketahui dulu bagaimana tahapan untuk mendapatkan modal ventura. Anda harus mengajukan rencana bisnis atau business plan kepada perusahaan modal ventura dan sejenisnya. Jika mereka tertarik, maka akan dilakukan investigasi menyeluruh terhadap model bisnis Anda, termasuk produk, manajemen, sejarah operasional, dan banyak lagi.


Background research ini sangat penting dan mutlak dilakukan oleh investor sebelum setuju mendanai perusahaan startup Anda. Tak sedikit yang menggunakan research analyst untuk menentukan langkah selanjutnya secara profesional. Selain itu, biasanya pemodal ventura akan fokus pada startup yang berada di bidang sama dengan mereka, semisal industri healthcare.


Ketika tahapan investigasi atau due diligence rampung dilakukan, mereka akan merancang pertukaran antara modal dan hak yang bisa diberikan oleh startup. Pemberian pendanaan pun bisa diberikan satu kali ataupun bertahap. Tetapi sebelum dana dikucurkan, investor juga akan berperan aktif memonitor perkembangannya.


Pahami Juga Risikonya

Namun selalu pahami bahwa bisnis tak selamanya berjalan dengan mulus. Begitu pula dengan pendanaan dari modal ventura. Masih ingat krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat tahun 2008 silam? Itu juga sangat memukul industri modal ventura. Ketika itu, para investor langsung mengetatkan ikat pinggang. Tentu ini menjadi ancaman bagi pebisnis startup.


Padahal, popularitas startup dengan valuasi mencapai unicorn, decacorn, dan seterusnya, juga kian banyak. Pemain dalam industri ini semakin beragam. Ekosistem modal ventura kian padat dan bervariasi, membuat Anda sebagai pebisnis harus benar-benar riset mendalam sebelum memulai sebuah kerja sama.


Tahun 2018 saja, secara global tingkat pendanaan modal ventura meningkat 57 persen dari tahun sebelumnya. Bukan dalam parameter nominal modal yang dikucurkan, melainkan berapa banyak perusahaan yang sepakat untuk bekerja sama.


Apa Ekspektasi Investor?

Sebenarnya, modal ventura adalah tipe investasi yang paling berisiko bagi seorang investor. Kemungkinan sebuah perusahaan bisa sukses dan mampu mengantongi modal 10 kali lagi sangatlah kecil, perkiraan 1:10.


Dari perspektif seorang investor, yang ingin mereka tekankan adalah hati-hati ketika mengambil keputusan bisnis. Jangan merasa telah menguasai seluk beluk dunia bisnis berkat Google. Di sisi lain, dari sudut pandang perusahaan atau startup, jika investor meminta kesanggupan Anda untuk mengembalikan pendanaan, maka artinya perjanjian Anda perlu dibuat lebih detil dan komprehensif lagi.


Modal Ventura Adalah Seni

Tidak berlebihan menyebut bahwa mekanisme modal ventura layaknya sebuah seni. Tak hanya mengandalkan ide dan insting bisnis yang tajam, Anda juga perlu tahu tipe modal ventura seperti apa yang benar-benar diperlukan. Pasar dunia startup begitu ramai, Anda harus menjadi yang mengetahui dalamnya dengan detil.


Temukan pemodal yang sesuai dengan tahap pertumbuhan bisnis startup Anda. Pilih investor yang sudah jatuh dan kembali bangkit dalam menjalani bisnisnya. Kemudian, cari tahu investor mana yang paling layak untuk memberikan modalnya sebelum mengajukan business plan Anda.


Baca juga

7 Cara Mendapatkan Investor Untuk Startup

Tips Mendapatkan Modal Usaha Dari Bank Untuk Bisnis Anda

7 Syarat Pinjaman Modal untuk Mengembangkan Usaha Anda

Pengertian dan contoh laporan perubahan modal pada perusahaan dagang

Cara Menghitung/Menentukan Modal Awal (Initial Capital/Initial Investment) Perusahaan

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin