Pengertian Operating Asset (Asset Operasi) dalam Sebuah Bisnis

By Martina, 28 November 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Pada artikel sebelumnya Ukirama sudah pernah membahas tentang jenis-jenis aktiva. Aktiva diklasifikasikan dengan berbagai macam metode. Mulai dari penggunaannya, konvertabilitasnya, dan keberadaan secara fisik. Secara khusus, pada artikel sebelumnya Ukirama pernah membahas tentang klasifikasi aktiva berdasarkan konvertabilitasnya. Setelah membahas mengenai kovertabilitasnya, pada artikel kali ini Ukirama akan membahas lebih dalam lagi tentang salah satu pengklasifikasian aktiva berdasarkan penggunaannya.  

Ketahui Dulu Beberapa Jenis Aset 

Sebelum masuk ke artikel utama, Ukirama ingin mengulas sedikit apa itu klasifikasi aktiva berdasarkan konvertabilitasnya. Konvertabilitas adalah kemampuan suatu aset diubah menjadi jenis aset lain yang lebih liquid. Dalam hal ini aset bisnis yang paling cair adalah uang, sehingga ukuran konvertabilitas aset adalah seberapa mudah suatu aset untuk diuangkan. Semakin mudah sebuah aset untuk diuangkan maka ia akan semakin liquid dan berada dalam posisi neraca yang lebih atas. Aktiva-aktiva yang ada dalam jenis aset konvertabilitas tidak ada bedanya dengan jenis aset yang lain. Hanya saja fungsi pengklasifikasian aset adalah untuk mempermudah suatu perusahaan menentukan aset mana yang mudah untuk diuangkan.


Selain klasifikasi aset berdasarkan konvertabilitasnya, aset juga diklasifikasikan berdasarkan keberadaan fisiknya. Pembagian aset berdasarkan keberadaan fisiknya terbagi menjadi dua, yaitu tangible (aset berwujud) dan intangible assets (aset tidak berwujud). Klasifikasi aset berwujud misalnya tanah dan bangunan, mesin-mesin, peralatan hingga persediaan barang. Sementara aset yang tidak berwujud seperti merek dagang, hak paten, hak cipta dan aset-aset lainnya. 

Jenis Aset Berdasarkan Penggunaannya 

Setelah mereview kembali beberapa jenis aset yang pernah dibahas pada beberapa artikel Ukirama sebelumnya, sekarang Anda akan masuk pada penjelasan mengenai jenis aset berdasarkan penggunaannya. Sesuai dengan nama klasifikasinya yaitu penggunaan, jenis aset berdasarkan penggunaannya terbagi menjadi dua yaitu aset operasional dan aset non operasional. Aset operasional untuk perusahaan beroperasi dalam transaksi bisnisnya. Mulai dari proses memproduksi barang hingga menjual barang terdapat beberapa aktiva yang digunakan. Biasanya aset operasional memiliki masa simpan yang relative singkat dan memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Sementara aset non-operasional cenderung memiliki volatilitas yang rendah dan masa simpan yang relative lebih lama. 


Aset Operasional 

Artikel ini membagi jenis aset operasional berdasarkan aset fisiknya sehingga pembagian aset operasional terbagi menjadi

  1. Tangible Asset

Seperti yang sudah sebelumya disebutkan bahwa tangible assets adalah jenis aset yang berwujud secara fisik. Dalam aset operasional biasanya aset-aset ini akan terus digunakan untuk kebutuhan produksi juga alat pembayaran yang rutin digunakan untuk proses bisnis. 

  • Cash (Uang Kas)

Uang cash merupakan salah satu aset yang selalu ada di perusahaan dan dikategorikan sebagai aset yang paling liquid. Hal ini dikarenakan, seluruh aset yang ada di perusahaan jika akan dikonversi maka akan dikonversikan sesuai dengan harga jualnya. Dalam kegiatan operasional uang kas berfungsi untuk membayar pengeluaran-pengeluaran rutin seperti biaya bulanan, gaji pegawai dan pengeluaran lainnya. 

  • Inventory (Persediaan Barang Dagang)

Secara fisik inventory juga termasuk aset operasional dan memiliki sirkulasi yang relative lancar dan cepat. Barang yang ada di gudang persediaan dapat dengan sangat cepat keluar masuk gudang untuk didistribusikan. Selain itu, inti dari proses produksi adalah untuk menjual barang atau memproduksi barang. 

  • Bangunan (Aset Bangunan)

Bangunan merupakan tempat bisnis itu sendiri berjalan. Sehingga bangunan termasuk aset yang rutin digunakan dalam setiap proses produksinya. 

  • Peralatan 

Peralatan adalah instrumen-instrumen pendukung untuk menghasilkan dan menjual produk. Peralatan-peralatan seperti alat tulis kantor dan instrumen produksi tergolong ke dalam aset operasional karena selalu digunakan dalam setiap proses produksinya.


  1. Intangible Asset 

Selain aset tidak berwujud, aset operasional yang tidak berwujud setidaknya terdiri dari tiga jenis, antara lain: 

  • Hak Paten 

Jika perusahaan Anda bergerak dalam bidang teknologi, aset berupa hak paten merupakan jenis aset yang akan mendominasi intangible asset Anda. Hak paten rutin digunakan atau bahkan selalu digunakan dalam proses produksi dalam periode tertentu hingga masa berlaku hak paten itu habis. 

  • Hak Cipta 

Berbeda dengan hak paten, hak cipta lebih berfokus pada karya seni atau karya ciptaan seperti tulisan, film dan lainnya. Cara kerja hak cipta sama dengan hak paten. Hal yang paling membedakan kedua jenis intangible aset ini adalah jenis aset yang menjadi objek. Dalam proses bisnis hak cipta akan terus digunakan hingga periode tertentu. 

  • Goodwil 

Goodwill didefinisikan sebagai kondisi ketika sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain dengan harga di atas harga pasar yang disebabkan oleh spesifikasi khusus tertentu.


Aset Non-Operasional 

Setelah membahas jenis-jenis aset operasional, setidaknya terdapat 4 jenis aset non-operasional antara lain:

  1. Short-Run Investment

Pertama adalah short-run investment. Short-run investment didefinisikan sebagai investasi yang dilakukan sebuah perusahaan yang berlangsung pada periode kurang dari satu tahun. Short-run investment tidak termasuk aset operasional, karena manfaat dari investasi ini tidak masuk dalam proses produksi terus menerus secara langsung.

  1. Surat Berharga 

Investasi lain yang umum dilakukan oleh perusahaan atau individu adalah menggunakan instrumen surat berharga. Surat berharga biasanya terdiri dari obligasi atau saham. Surat berharga termasuk ke dalam aset non-operasional karena manfaatnya tidak terus menerus dirasakan dalam proses produksi. Return yang diperoleh dari surat berharga akan diperoleh pada periode-periode tertentu.

  1. Tanah 

Tanah yang dimaksud dalam aset non operasional ini bukanlah bagian dari tanah yang dijadikan lokasi untuk proses produksi. Tanah yang dimaksud adalah tanah kosong. Sehingga tanah kosong ini tidak digunakan dalam proses produksi. Secara nilai tanah kosong ini akan terus meningkat setiap tahun mengikuti tren peningkatan harga tanah. Tetapi dalam proses produksi, tidak banyak berkontribusi kecuali tanah kosong ini dimanfaatkan. 

  1. Return Investasi Keuangan 

Sama dengan surat berharga return investasi keuangan diperoleh pada periode tertentu saja. Yang membedakan dari kedua aset ini adalah sumber pendapatan aset keuangan tersebut. Jika berasal dari selisih nilai jual dan nilai beli maka dikategorikan sebagai surat berharga. Sedangkan, jika diperoleh dari return atau kupon yang diterima setiap periodenya maka dimasukan sebagai return investasi keuangan.


Itu dia beberapa informasi yang dapat Ukirama bagikan dengan Anda tentang jenis aset berdasarkan penggunaanya. Semoga informasi tersebut bisa menambah informasi untuk kebutuhan bisnis atau pelajaran Anda.


Baca juga

Pengertian Amortisasi dan Kaitannya Dengan Penyusutan Beserta Contoh Menghitung Amortisasi

Pengertian Stock Opname, Bidang Bisnis Apa Saja yang Memerlukan Stock Opname dan Langkah-Langkah Melakukan Stock Opname

Pengertian, Jenis-jenis dan Komponen Biaya Produksi serta Cara Menghitungnya

Pengertian, Tujuan dan Syarat Restitusi Pajak

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Buku Besar

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin