Pengertian Proses Produksi, Jenis, dan Karakteristiknya

By Aulia, 15 Januari 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Kata produksi cukup familiar dan semua orang pernah mendengar kata tersebut. Akan tetapi apa maksud dari kata produksi? Dan seperti apa kaitannya dalam sebuah usaha? Untuk mengenal tentang kata produksi dan kaitannya dalam dunia usaha, maka kami akan memberikan penjelasan seperti berikut ini.

Pengertian Proses Produksi

Proses produksi merupakan sebuah kegiatan yang di dalamnya menggabungkan berbagai macam elemen produksi hingga menjadi satu. Penggabungan tersebut bertujuan agar bisa membuat produk yang bisa memberikan keuntungan. selain itu, produk tersebut juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan para konsumen. aktivitas di dalam pembuatan maupun penggabungan berbagai elemen tersebut bukan hanya berkaitan dengan pelayanan produk. 

Hal ini jua bisa berakitan dengan bisnis pada bidang jasa yang juga dapat dimanfaatkan oleh konsumen. untuk proses pemroduksian barang maupun jasa melibatkan berbagai bahan baku serta bahan pembantu. Adapun mengenai hasil dari sebuah proses produksi tersebut jika berbentuk barang maka akan mempunyai masa fisik serta kimia. 

Selain itu, barang tersebut juga memiliki masa keawetannya dengan dibatasi waktu. Beberapa contohnya yaitu produk kecantikan dan makanan yang mempunyai batas waktu atau kadaluwarsa.  Sementara jika hasil dari proses produksi tersebut berbentuk jasa, maka tidak terikat secara fisik, kimia, serta masa kadaluwarsa.

Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa proses produksi adalah sebuah aktivitas di dalam mengelolah bahan baku sebagai barang maupun produksi jasa. Hasil dari proses produksi tersebut mempunyai output yang berbeda baik bentuk, waktu ketahanan, dan juga karakteristiknya.

Jenis-Jenis Aktivitas Terkait Proses Produksi di Indonesia

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis proses produksi. Setiap jenis mempunyai bentuk kerja serta waktu yang juga tidak sama. Apa saja jenis-jenis kegiatan produksi tersebut?

  1. Proses Produksi Jangka Pendek

Sesuai dengan namanya di mana setiap proses produksi berlangsung secara cepat dalam menghasilkan barang. Artinya proses ini berlangsung secara instan dan barang tersebut kemudian bisa langsung dinikmati  oleh konsumen. untuk jenis proses produksi yang pertama ini mudah untuk ditemukan karena memang hampir ada di semua lini kehidupan. Selain itu, sifatnya juga cenderung yang paling dasar. Beberapa contoh proses produksi jangka pendek adalah roti bakar, makanan cepat saji, cakwe, dan lain-lain.

  1. Proses produksi Jangka Panjang

Ini merupakan kebalikan dari proses produksi jangka pendek, untuk aktivitas produksi yang satu ini dilakukan dalam waktu yang lama. Jadi untuk bisa menghasilkan sebuah produk  atau barang memerlukan waktu yang tidak sebentar. Lalu apa saja contoh aktivitas produksi jangka panjang? Beberapa contohnya yaitu budidaya kopi, ikan nila, pembangunan gedung, dan lain-lain.

  1. Proses produksi Terus-menerus dan Berkelanjutan

Jenis proses produksi yang ketiga adalah terus-menerus atau dilakukan secara berkelanjutan. Jadi untuk masa kerjanya sendiri memerlukan waktu yang berkelanjutan. Pada proses ini nanti akan mengubah bahan baku kemudian menggabungkannya dengan barang maupun bisa dengan cara memanfaatkan peralatan tertentu. Contoh nyata dari pres produksi berkelanjutan dan terus-menerus yaitu produksi karet, gula, plastik, dan beberapa contoh lainnya.

  1. Produksi Berselingan

Selain ketiga jenis di atas, aktivitas produksi juga ada yang berselingan. Maksudnya aktivitas produksi yang dilakukan adalah dengan menggabungkan bahan-bahan baku yang sudah jadi untuk kemudian diubah agar memiliki bentuk baru. Misalnya yaitu alat elektronik, sepeda motor, mobil, dan lain-lain.

Karakteristik dalam Proses Produksi

Setelah mengetahui informasi seputar pengertian dan jenis proses produksi, penjelasan berikutnya yaitu tentang beberapa ciri khas dari kegiatan tersebut.

  1. Berdasarkan Proses

Karakteristik yang pertama yaitu jika melihat berdasarkan prosesnya. Pada prosesnya nanti ada yang memiliki sifat berupa produksi langsung dan tak langsung. Pada produksi yang sifatnya langsung memiliki cakupan yaitu pemenuhan berbagai kebutuhan primer serta sekunder bagi manusia. Proses produksinya pun bertujuan untuk memberikan energi secara berkelanjutan untuk kehidupan manusia. Contohnya adalah beras, sayur, ubi, ikan, maupun buah-buahan.

Sementara untuk produksi berkaitan dengan kebutuhan penunjang manusia yaitu pembuatan rumah, kendaraan bermotor, taman hiburan, jembatan, dan lain-lain. Pada produksi tidak langsung maka cakupannya adalah tentang bidang jasa. Pada proses ini akan ditandai adanya aktivitas pelayanan manusia yang memang tugasnya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang lain. Beberapa contohnya yaitu tukang bangunan, montir, konsultan, perawat, dan seabgainya.

  1. Berdasarkan Sifat Prosesnya

Pada sifat prosesnya ini berhubungan dengan analitik, ekstraktif, sintetik, serta pabrikasi terkait masing-masing yang mempunyai pengertian serta pemahamannya sendiri. Adapun mengenai sifat ekstraktif, ini adalah proses yang hanya untuk mengambil barang produksi yang berasal dari alam. Sementara sifat analitik maksudnya adalah memproduksi barang dengan memisahkan bahan baku sehingga menjadi bentuk aslinya.

Selain itu, pada proses pabrikasi berkaitan dengan pengubahan bahan baku hingga menjadi sebuah produk yang memang baru serta berbeda. Kemudian pada sifat sintetik maksudnya menggabungkan bahan baku sehingga menghadirkan sebuah produk baru.

  1. Berdasarkan Jangka Waktunya

Karakteristik proses produksi yang ketiga yaitu tentang jangka waktunya apakah terus-menerus atau terputus-putus. Pada proses produksi yang berlangsung secara terus-menerus ini berkaitan dengan penggunaan beberapa hal seperti bahan baku, kemampuan secara total, serta alat profesional. Pada proses ini juga tidak mempunyai batasan waktu maupun musim tertentu karena memang sifatnya yang berkelanjutan.

Tentu saja ini jauh berbeda dengan aktivitas produksi yang sifatnya terputus-putus. Proses yang berlangsung masih dipengaruhi oleh waktu, musim, pesanan, serta berbagai faktor lainnya. Jadi, untuk aktivitas produksi yang satu ini memang tidak dapat ditemukan sewaktu-waktu.  Bahkan mungkin bisa saja dalam kondisi tertentu malah proses produksinya tidak terjadi sama sekali.

Sekian penjelasan tentang proses produksi, jenis, maupun karakteristiknya. Kesimpulannya adalah proses produksi merupakan aktivitas yang menggabungkan beberapa elemen untuk menghadirkan sesuatu yang baru baik berupa barang maupun jasa. Di dalam prosesnya, aktivitas produksi memiliki beberapa jenis yaitu apakah kegiatan produksi yang berlangsung untuk jangka pendek, panjang, berkelanjutan, atau selingan.

Kemudian kegiatan produksi juga mempunyai karakteristiknya masing-masing yang dibagi berdasarkan beberapa poin. Semoga informasi ini semakin menambah wawasan kita tentang hal-hal seputar proses produksi. 



Baca juga

Perbedaan Akuntansi Keuangan Dan Akuntansi Manajemen

7 Cara Meyakinkan P2P Lending untuk Memberikan Anda Modal Usaha

Mengenal Akuntansi Persediaan Dalam Dunia Bisnis

Kegunaan dan Cara Membuat Perencanaan Bisnis (Business Plan) Beserta Contohnya

Perbedaan Pasar Bisnis dan Pasar Konsumen

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin