Pengertian Rekonsiliasi Bank Dan Tujuannya

By Ayu, 20 July 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bank merupakan badan usaha yang menawarkan jasa dalam transfer dana, menghimpun dana masyarakat melalui tabungan serta mendistribusikannya kembali dalam bentuk dana kredit. Bank sangat dibutuhkan bukan hanya untuk kebutuhan individu namun juga untuk aktivitas bisnis perusahaan. Hampir semua perusahaan menggunakan jasa bank untuk kegiatan bisnis mereka. Dengan bantuan bank kas perusahaan bisa terjamin keamanannya, membantu dalam proses penerimaan dana dari klien hingga memperoleh modal kerja melalui hutang. Bagi perusahaan yang memiliki akun bank pasti sudah akrab dengan istilah rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank merupakan proses penyesuaian informasi antara catatan kas menurut bank dengan perusahaan. Penyesuaian ini bisa dilakukan dengan menyamakan catatan akuntansi milik perusahaan dengan rekening Koran yang dicetak oleh pihak bank. Rekening koran ini bisa diminta untuk rekening individu ataupun atas nama perusahaan. Dalam rekening koran tersedia informasi transaksi lengkap dengan tanggal dan nominal uang masuk dan keluar. Dengan adanya rekening Koran ini anda juga bisa mengetahui darimana sumber dana yang masuk dan keluar. Sayangnya rekening koran ini biasanya dikenakan biaya oleh pihak bank. Untuk nominalnya sendiri beragam dan anda bisa meminta rekening koran untuk periode yang diinginkan nasabahnya.

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Ada pula beberapa tujuan rekonsiliasi bank bagi perusahaan. Beberapa tujuan tersebut bisa anda simak sebagai berikut :

  1. Untuk mengecek ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan bank yang belum tercatat oleh perusahaan

  2. Untuk memeriksa apakah penggunaan dana sudah melewati batas yang ditentukan atau tidak

  3. Sebagai internal control atas pengelolaan dana kas apakah sudah optimal atau belum

  4. Sebagai pendeteksi kecurangan akuntansi sejak dini

  5. Memvalidasi informasi klien atas pembayaran produk yang dipesan maupun piutang usaha

  6. Memeriksa kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh pegawai perusahaan seperti dalam menjumlah, menambah, membagi atau dalam menjurnal transaksi

  7. Memeriksa selisih kurs apabila terjadi transaksi valuta asing

Penyebab Terjadinya Rekonsiliasi Bank

Penyebab terjadinya rekonsiliasi bank terdiri atas beberapa factor. Beberapa faktor yang dimaksud mungkin saja beberapa poin sebagai berikut :

  1. Piutang Wesel

Piutang wesel bisa jadi faktor adanya rekonsiliasi bank sebab dana dikirim melalui jasa bank. Piutang wesel merupakan hutang klien dengan menggunakan surat perjanjian yang mengikat dan menjamin berupa asset apabila terjadi masalah dalam pembayaran di masa depan. Piutang wesel ini biasanya memiliki masa perjanjian kurang dari satu tahun.

  1. Deposit In Transit

Perbedaan catatan kas perusahaan dengan bank bisa juga dipengaruhi oleh deposit in transit atau setoran dalam perjalanan. Deposit in transit terjadi bilamana ada setoran dana di akhir bulan yang mana sudah dicatat perusahaan pada bulan tersebut namun dicatat oleh pihak bank di bulan berikutnya.

  1. Beban dan Pendapatan Bank

Beban bank juga bisa menyebabkan rekonsiliasi bank seperti beban administrasi, biaya pelayanan atau penulisan cek dan masih banyak lagi lainnya. Ada pula pendapatan bunga yang belum dicatat oleh perusahaan.

  1. Outstanding Check

Outstanding check atau cek yang masih beredar juga bisa menyebabkan rekonsiliasi bank. Outstanding check ini sudah dicatat perusahaan namun belum dicatat oleh pihak bank. Bisa saja cek tersebut belum dicairkan ke bank oleh penerima cek.

  1. Kesalahan Pencatatan

Selanjutnya, faktor penyebab rekonsiliasi bank bisa karena kesalahan yang mungkin terjadi baik perusahaan maupun dari pihak bank. Bisa saja pegawai perusahaan anda salah mencatat nominal uang yang masuk begitu pula dengan karyawan bank.

  1. Kredit Bank

Rekonsiliasi bank juga terjadi karena adanya kredit bank seperti penagihan atau deposito oleh bank. Transaksi jenis ini hanya bisa diketahui jika anda menerima rekening Koran.

  1. Nor Sufficient Fund

Cek kosong bisa menyebabkan rekonsiliasi bank karena bank tidak dapat mencairkan uang. Hal ini dikarenakan dana setoran perusahaan kurang dan tidak disadari oleh perusahaan tersebut sehingga tetap dicatat sebagai pengeluaran cek.

Contoh Rekonsiliasi Bank

Untuk memahami lebih lanjut tentang rekonsiliasi bank berikut contoh kasusnya agar bisa membantu anda dalam mempelajari rekonsiliasi bank.

  1. Bank membebankan biaya administrasi pada bulan Agustus 2018 sebesar Rp.100.000 yang belum dicatat oleh pihak perusahaan. Maka perusahaan perlu membuat jurnal untuk menyamakan pencatatan sebagai berikut :

Beban Administrasi Bank Rp.100.000

Kas Bank Rp.100.000

  1. Setoran kas sebesar Rp.1.000.000 pada tanggal 31 Juli 2018 belum dicatat oleh pihak bank karena tutup buku. Maka pada rekening Koran anda di bulan selanjutnya akan dijurnal oleh pihak bank.

  2. Terjadi kesalahan pencatatan oleh pegawai anda untuk cek nomor 150150 yang seharusnya dicatat Rp.250.000 sebagai piutang usaha namun dicatat dengan Rp.205.000.  Untuk mengkoreksinya bisa menjurnal dengan cara sebagai berikut :

Kas  Bank Rp.45.000

Piutang Dagang Rp.45.000


Baca juga

3 Langkah Menghindari Fraud (Kecurangan) di Perusahaan

Pentingnya Manajemen Keuangan Bagi Bisnis Perusahaan

Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) yang Terjadi pada Perusahaan Dagang

Apa yang Dimaksud dengan E-Faktur / Faktur Pajak Elektronik

Pengertian dan Perbedaan Metode Pencatatan Akuntansi Persediaan Perpetual dan Periodik

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin