Pengertian Segmentasi Pasar dan Cara Menentukannya

By Aulia, 16 November 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam melakukan bisnis, salah satu hal paling penting yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan atau pelaku usaha adalah menentukan segmentasi pasar bisnisnya. Hal ini penting untuk dilakukan agar produk yang dihasilkan serta pemasaran yang dilakukan bisa sesuai dengan visi misi perusahaan serta membantu perusahaan untuk mencapai target finansial yang telah ditetapkan.


Meskipun menentukan segmentasi pasar atau target pasar merupakan langkah yang penting dalam membuat strategi pemasaran dan operasional bisnis, masih banyak orang yang sering melupakan hal ini atau bahkan masih belum memahami bagaimana cara menentukan segmentasi pasar bagi bisnis mereka. Alhasil, banyak yang bisnisnya kurang fokus serta memiliki tujuan utama yang ingin dicapai. Hal ini akan mengakibatkan sumber daya yang dimiliki akan menjadi sia-sia. Inilah yang perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha untuk dapat mempertahankan bisnisnya.


Pasalnya, dengan mengetahui target market atau segmentasi pasar bisnis kita, maka kita akan lebih berfokus dalam menghasilkan produk yang pasti akan dibeli oleh segmentasi pasar tersebut dan meningkatkan layanan yang diberikan. Dengan begitu, maka pelanggan akan merasa senang dengan produk yang kita jual dan akan menjadi pelanggan tetap sehingga pemasukan perusahaan akan berjalan stabil dan bisa lebih berkembang.



Pengertian Segmentasi Pasar (Target Market)

Dari penjelasan diatas, mungkin Anda sudah bisa mendapatkan gambaran singkat mengenai yang dimaksud dengan segmentasi pasar. Pengertian dari segmentasi pasar adalah segmentasi pasar merupakan salah satu dari strategi yang biasa digunakan di dalam dunia bisnis dengan cara mengelompokkan produk atau barang dagangan yang dimiliki perusahaan berdasarkan kemiripan, minat, kesamaan, dan juga kebutuhan pelanggan.


Sebelum Anda menjual produk ke masyarakat luas, Anda perlu mengetahui dan memahami beberapa jenis segmentasi pasar yang ada, seperti di bawah ini:


a. Segmentasi Lokasi

Jenis segmentasi yang satu ini sepertinya yang paling banyak digunakan oleh para pelaku usaha di Indonesia. Salah satu contohnya seperti, apabila target utama perusahaan adalah masyarakat Indonesia, maka perusahaan akan mendirikan kantornya di Indonesia agar biaya yang dikeluarkan bisa diminimalisir.


b. Segmentasi Waktu

Jenis segmentasi pasar yang berikutnya adalah segmentasi waktu. Bisa dikatakan jenis segmentasi pasar yang satu ini agak jarang digunakan oleh para pelaku usaha. Namun, segmentasi waktu bisa diaplikasikan pada waktu-waktu tertentu, seperti jasa fotografi yang biasanya lebih banyak mendapatkan pemasukan saat musim wisuda, penjual baju koko yang akan menerima banyak pesanan ketika mendekati Idul Fitri, dan lain sebagainya.


c. Segmentasi Harga

Penggunaan segmentasi harga dapat memberikan Anda kemudahan dalam mengetahui kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh calon pelanggan karena tentunya kemampuan ekonomi setiap orang berbeda-beda. Ada pelanggan yang mampu membeli produk atau jasa dengan harga yang tinggi, namun ada juga pelanggan yang mampu membeli produk atau jasa dengan harga rendah.


Jika bisnis Anda memiliki segmentasi pasar yang cukup luas, maka penerapan segmentasi harga pada produk yang dijual dengan cara membaginya menjadi harga rendah, menengah, dan tinggi dapat merangkul seluruh pelanggan untuk membeli.


d. Segmentasi Demografi

Segmentasi demografi menekankan strategi bisnis berdasarkan faktor demografi seperti usia, penghasilan pelanggan, dan jenis kelaminnya. Hal ini dikarenakan produk yang dijual oleh perusahaan bisa jadi hanya cocok untuk pelanggan laku-laki, dan sebaliknya. Penggunaan segmentasi demografi ditujukan agar bisnis tidak salah sasaran dalam memasarkan produknya.


e. Segmentasi Psikografis

Pada segmentasi psikografis mengutamakan perusahaan untuk memperhatikan perilaku konsumen dalam menanggapi tren yang sedang berjalan dan stimulasi produk. Data atau informasi yang didapat dari segmentasi psikografis ini pada umumnya sulit untuk dikelompokkan karena anomali yang cukup besar. Selain itu, analisis data yang dihasilkan pun juga lebih deskriptif.


f. Segmentasi Sosial-Budaya

Dalam segmentasi sosial-budaya, variabel yang diperhatikan adalah pola sosial dan budaya pelanggan. Data analisis yang dihasilkan oleh segmentasi pasar jenis ini bisa berupa informasi mengenai kelas sosial, norma masyarakat yang berlaku dalam lingkup pasar, suku serta daur hidup komunitas.


Ciri-ciri dari Segmentasi Pasar (Target Market) yang Efektif

Sebelum menentukan segmentasi pasar yang akan diterapkan pada bisnis Anda, perlu diketahui tolak ukur dari efektivitas dalam menentukan segmentasi pasar. Adapun ciri-ciri dari segmentasi pasar yang dianggap efektif adalah sebagai berikut:

  1. Dapat diukur (measurable). Tiap segmentasi pasar bisa diukur dengan tingkatan tertentu. Selain itu, analisis data yang dihasilkan oleh segmentasi pasar pun harus dapat dibuktikan dengan data yang akurat dan terukur.

  2. Terjangkau (accessible). Ciri-ciri lainnya dari segmentasi pasar yang dianggap efektif adalah menghilangnya dinding pemisah antar konsumen dengan produk. Maksudnya adalah, konsumen dapat dijangkau dengan mudah oleh calon pelanggan (harga yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi target pasar, design dan fungsi produk yang sesuai dengan keinginan calon konsumen, dan lain sebagainya).

  3. Berpengaruh (substansial). Proses yang penerapan segmentasi pasar juga harus mempengaruhi bisnis, seperti memberikan pengaruh atas perubahan proses dan juga tentunya memberikan keuntungan kepada perusahaan.

  4. Dapat dibedakan (differentiable). Ciri-ciri lainnya dari segmentasi pasar yang dinilai efektif adalah setiap elemen yang ada pada segmentasi pasar bisa dibedakan dengan jelas.

  5. Realistis (actionable). Maksudnya adalah segmentasi pasar yang dipilih bisa mewujudkan rencana atau strategi atau tujuan utama dari bisnis.


Cara Menentukan Segmentasi Pasar (Target Market)

Berikut dibawah ini merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan segmentasi pasar, yaitu:

  1. Mengumpulkan data. Untuk dapat mengumpulkan data yang dibutuhkan, perlu bagi perusahaan untuk melakukan penelitian dengan cara mengadakan survey, diskusi, dan cara lainnya, guna mendapatkan variabel yang dibutuhkan pada tiap kens segmentasi.

  2. Menganalisa data. Setelah data yang dibutuhkan sudah didapat, Anda harus mengolah dan menganalisis data tersebut yang akan disesuaikan dengan strategi pemasaran yang akan dilakukan.

  3. Penyusunan. Pada langkah terakhir ini, Anda perlu mengelompokkan hasil yang didapat dari mengolah data, dimana nantinya setelah dikelompokkan maka hasil analisis tersebut akan semakin tersaring. Seperti, produk mana yang sesuai dan target pasar mana yang sesuai.


Diatas merupakan tahapan atau langkah dalam menentukan segmentasi pasar secara garis besar. Berikut di bawah ini merupakan tahapan yang lebih detail yang bisa digunakan untuk menentukan segmentasi pasar bisnis Anda.


  1. Tentukan target pasar

Untuk menentukan target pasar dari bisnis Anda tergantung pada kebutuhan perusahaan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya adalah:

  1. New Consumer. Menentukan segmentasi pasar berdasarkan bisnis baru yang akan dijalankan, sehingga diperlukan konsumen baru.

  2. Focused Consumer. Mencari konsumen yang sudah ada namun diperlukan untuk dapat menyokong bisnis yang berkelanjutan.

  3. Supported Consumer. Konsumen yang satu ini berhubungan dengan kebutuhan Anda untuk mendukung produk yang dimiliki.



  1. Pahami masalah dan kebutuhan konsumen

Berikutnya adalah mencari tahu dan memahami semua kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh calon konsumen, lalu menyesuaikan produk yang dijual dengan kebutuhan dan permasalahan mereka. Untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan dan permasalah konsumen, Anda bisa menanyakannya langsung atau bisa juga dengan cara melakukan tes produk.


Apabila sudah mengetahui dan memahami kebutuhan serta masalah konsumen, maka Anda dapat mengklasifikasikan kebutuhan, keinginan serta masalah yang dihadapi oleh konsumen. Informasi ini sangat berguna untuk menjadi referensi bagi perusahaan dalam membuat road map strategi bisnis serta mengevaluasi produknya.


  1. Ketahui perilaku konsumen

Langkah selanjutnya adalah Anda perlu menganalisis dan mengamati perilaku konsumen. Dalam hal ini, perhatikan bagaimana konsumen menggunakan suatu produk, tren yang sedang berjalan dan berkaitan dengan produk Anda, dan lain sebagainya.


  1. Mengolah dan menganalisis data

Setelah melakukan tahap-tahap diatas, berikutnya Anda bisa mengolah data tersebut untuk mengetahui seberapa besar peluang yang dimiliki oleh produk Anda untuk dapat menarik minat tiap segmentasi pasar yang telah dilakukan. Menganalisis data memungkinkan Anda untuk menentukan strategi yang tepat dalam pemasaran serta menyusun produk.


  1. Tentukan strategi pemasaran

Sesuaikan strategi pemasaran Anda dengan segmentasi pasar. Misalnya apabila Anda menggunakan segmentasi demografis, Anda bisa mencari tahu tools atau platform apa yang sesuai untuk menarik perhatian konsumen wanita.


  1. Mengevaluasi respon pasar

Setelah strategi pemasaran sudah dilakukan dan menghasilkan penjualan, Anda perlu mencari tahu bagaimana konsumen merespon produk Anda, terutama yang berkaitan dengan kekurangan yang dimiliki oleh produk. Pastikan untuk selalu mencatat masukan-masukan yang diberikan oleh konsumen terkait produk Anda agar nantinya dapat diperbaiki.


Baca juga

6 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Bisnis yang Lebih Baik

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

4 Macam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang ada di Indonesia

Cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Manufaktur

Perbedaan dan Contoh Metode Average, FIFO, LIFO, FEFO Dalam Akuntansi Persediaan

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin