Pengertian, Tujuan, dan Contoh Manajemen Kas

By Ayu, 27 July 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam proses jual beli dalam sebuah perusahaan tidak akan pernah luput dari yang namanya kas. Kas membantu perusahaan untuk mengetahui pengeluaran dan pemasukan apa saja yang telah terjadi. Maka dari itu, manajemen kas dianggap penting dalam sebuah perusahaan. Manajemen kas menjadi fungsi yang paling mendasar dalam suatu perusahaan. Dengan adanya manajemen kas, maka besarnya jumlah kas yang dibutuhkan setiap waktu dalam perusahaan dapat diketahui.


Kas dapat diartikan sebagai sejumlah uang tunai yang disediakan oleh suatu perusahaan yang digunakan sebagai alat pembayaran kebutuhan finansial perusahaan yang memiliki sifat likuiditas paling tinggi. Kas sendiri terdiri atas uang tunai baik dalam bentuk kertas maupun logam yang terdapat di perusahaan atau terdapat di bank dalam bentuk cek, kas bon, demand deposit, dan sebagainya.


Untuk manajemen kas sendiri memiliki pengertian yaitu kumpulan kegiatan perkiraan, perencanaan, pengumpulan, pengeluaran, dan investasi yang terjadi dalam suatu perusahaan agar perusahaan tersebut dapat beroperasi dengan lancar.


Tujuan dari manajemen kas dalam sebuah perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mempertimbangkan resiko dana imbal hasil supaya dapat terjadi keseimbangan antara banyak dikitnya kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Jika kas yang diinvestasikan terlalu sedikit, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih menguntungkan perusahaan di waktu yang akan datang. Sebaliknya, jika kas yang diinvestasikan terlalu banyak, maka bisa terjadi cash insolvency. Kas yang cukup atau dapat dikatakan seimbang dapat membantu meningkatkan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi segala pengeluaran yang diperlukan oleh suatu perusahaan.

  2. Untuk menjaga likuiditas dan jumlah kas yang harus tersedia dalam perusahaan.

  3. Setiap pengeluaran di dalam perusahaan harus bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari kas yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. Manajemen harus menjamin pembayaran dilakukan secara ekonomis.


Beberapa contoh atau motif dari manajemen kas yaitu:

  • Transaksi

Dalam membiayai kegiatan operasional sehari-hari perusahaan maka diperlukan sejumlah uang tunai seperti digunakan untuk membayar gaji karyawan, membayar tagihan, membeli peralatan atau barang yang berkaitan dengan perusahaan, dan juga membayar hutang kepada kreditur saat telah jatuh tempo.

  • Berjaga-jaga

Sejumlah uang yang disediakan oleh perusahaan dengan tujuan untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan perusahaan yang dapat dibutuhkan kapan pun, tidak pasti. Contohnya adalah seperti terjadi peristiwa kebakaran ataupun kecelakaan kerja.

  • Spekulatif

Jika terdapat kesempatan yang dapat menimbulkan keuntungan pada perusahaan, maka perusahaan akan memakai kas yang dimilikinya untuk diinvestasikan pada sekuritas atau saham yang ada dengan harapan setelah membeli sekuritas tersebut, harganya akan naik di pasaran.

  • Compensating balance

Perusahaan dengan terpaksa harus meminjam uang pada bank.


Demikian pembahasan mengenai pengertian, tujuan, dan contoh dari manajemen kas. Sebuah perusahaan harus memiliki manajemen kas (perencanaan dan pengelolaan kas) yang baik agar tidak terjadi kebangkrutan pada perusahaan yang bisa diakibatkan oleh situasi bisnis yang tidak pasti atau selalu mengalami fluktuasi.


Baca juga

Syarat Penyerahan Barang pada Perusahaan Barang: FOB Shipping Point dan FOB Destination

Pentingnya Manajemen Keuangan Bagi Bisnis Perusahaan

Pengendalian Piutang Usaha Bagi Perusahaan Dagang

Apa yang Dimaksud dengan E-Faktur / Faktur Pajak Elektronik

10 Tanda Kondisi Keuangan Perusahaan Sedang dalam Bahaya

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin