Pengertian, Tujuan, dan Dasar Hukum Ekualisasi Pajak

By Martina, 13 September 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Pajak adalah salah salah satu sumber pendapatan negara terbesar. Dengan sistem pajak yang baik serta kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tentu mampu mendorong perekonomian makro Indonesia. Dalam dunia perpajakan, terdapat istilah yang disebut dengan Ekualisasi Pajak.


Beberapa dari kita mungkin paham dengan istilah ini, namun, tak sedikit pula wajib pajak yang masih asing dengan istilah ekualisasi pajak. Padahal, ekualisasi pajak sangat penting untuk dipahami lho! Untuk membantu Anda, ekualisasi pajak akan dibahas secara rinci pada artikel ini Mulai dari pengertian, tujuan, dasar hukum, hingga prosedurnya.


Apa Itu Ekualisasi Pajak?

Ekualisasi pajak secara harfiah terdiri dari dua kata yaitu ekualisasi dan pajak. Ekualisasi berasal dari kata equal atau setara yang mana ekualisasi dapat diartikan sebagai proses penyamaan atau proses penyetaraan.


Secara umum, ekualisasi pajak dapat didefinisikan sebagai proses ekualisasi, proses penyamaan, atau proses pengecekan untuk mengetahui kesesuaian jenis pajak satu dengan yang lainnya. Pajak yang yang diteliti kesesuaiannya adalah pajak yang berhubungan satu sama lain. Atau, ekualisasi pajak juga dapat berarti proses mengecek kesamaan antara satu jenis pajak yang merupakan bagian dari laporan pajak lain.


Secara teknikal, proses penyamaan dilakukan dengan membandingkan pendapatan dan biaya atau objek pajak yang tercatat di laporan keuangan terhadap pendapatan dan biaya atau objek pajak yang dilaporkan dalam SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan). SPT tersebut biasanya disampaikan ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) masing-masing wilayah.


Nah, proses ekualisasi pajak biasanya dibagi menjadi tiga macam. Pertama adalah ekualisasi pajak penghasilan serta objek PPN, ekualisasi biaya dan objek PPh Potput (Potong Pungut), serta ekualisasi biaya dan Dasar Pengenaan Pajak PPN atau DPP PPN Masukan.


Khusus pada Ekualisasi Penghasilan dan Objek PPN, proses penyamaan dilakukan untuk mencegah adanya kesalahan laporan atau pelaporan pajak yang keliru terutama dalam SPT. Bila ditemukan sebuah perbedaan dalam laporan keuangan dan SPT, maka Anda bisa menunjukkan bukti-bukti administratif yang diperlukan. Hal ini penting agar Anda tak terjerat denda.


Proses equalisasi pada jenis ini, total penghasilan akan dibandingkan baik yang di form 1771-1 SPT Tahunan PPh Badan serta jumlah setahun Objek PPN di SPT Masa PPN. Adapun beberapa alasan yang menyebabkan munculnya perbedaan atau selisih dalam proses ekualisasi penghasilan dan objek PPN, 

  1. Waktu penerbitan yang berbeda antara faktur pajak dan pengakuan retur/nota pembatalan. 

  2. Fiskus menemukan penghasilan PPh badan yang bukan merupakan objek PPN

  3. DPP PPN tidak menjadi bagian dalam PPh badan, seperti penyerahan yang terjadi antar cabang dan pusat cabang, kegiatan ekspor (perawatan di luar negeri sekaligus terjadinya pengembalian peralatan sewa), hibah atau pemberian, dan penjualan aktiva (terjadi proses pengalihan kepemilikan) yang diatur dalam Pasal 16D UU PPN. 

  4. Perbedaan nilai kurs saat dibuat pembukuan dan penerbitan faktur pajak

  5. Pembayaran DP (Down Payment) atau uang muka


Siapa Sih Petugas Ekualisasi Pajak?

Proses ekualisasi pajak dilakukan oleh petugas pajak bernama Tax Auditor. Mereka adalah para pemeriksa pajak yang mengaudit kesesuaian laporan perpajakan perusahaan. Para Tax Auditor akan memanfaat proses ekualisasi pajak sebagai indikator tingkat kepatuhan wajib pajak yang bersangkutan. Bisa dibilang, ekualisasi pajak adalah salah satu metode untuk menguji ketaatan wajib pajak dalam membayar pajaknya dan membuat laporan yang sesuai.


Dapat dikatakan, para tax auditor hanya akan menilai dua aspek saja yaitu pendapatan dan biaya. Pendapatan objek pajak yang tercatat dalam laporan keuangan akan dibandingkan dengan biaya atau pendapatan objek pajak yang dilaporkan pada Surat Pemberitahuan Tahunan untuk diberikan ke KPP.


Prosedur Ekualisasi Pajak

Dalam melakukan ekualisasi pajak, para Tax Auditor tentu memiliki prosedur tertentu sehingga dilakukan sesuai SOP. Berikut ini adalah beberapa prosedur dalam proses ekualisasi pajak, 

  1. Mencari serta menentukan saldo atau pos yang hendak dicocokkan. 

  2. Saldo-saldo yang digunakan antara lain adalah Pengadaan Usaha dan Penghasilan Lain, Pembelian dengan dasar pengenaan pajak PPN masukan, hingga buku besar bank melalui rekening koran, dan yang lain-lain. 

  3. Melakukan tahap penjajakan berupa permintaan data serta keterangan dari pihak pertama yaitu wajib pajak terkait bila ditemukan perbedaan.

  4. Memastikan tepat waktunya pemfakturan antar waktu.


Tujuan Ekualisasi Pajak

Selain digunakan tax auditor untuk menguji kepatuhan wajib pajak, ternyata Ekualisasi Pajak juga bermanfaat untuk wajib pajak lho! Dengan ekualisasi pajak maka wajib bisa mempersiapkan diri disaat akan terjadi pemeriksaan oleh kantor pajak. Bila ditemukan selisih dalam laporan keuangan dan laporan SPT, maka wajib pajak bisa memperbaikinya sebelum pemeriksaan pajak berlangsung.


Maka dari itu, ekualisasi pajak dalam perspektif wajib pajak bisa digunakan sebagai langkah preventif agar kesalahan saat pemeriksaan pajak bisa diminimalisir. Bahkan, ekualisasi pajak bisa digunakan untuk mengetahui secara pasti apakah SPT tahunan yang dilaporkan sudah benar atau belum.


Apa Dasar Hukum Ekualisasi Pajak?

Pada tahun 2012, ekualisasi pajak diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2020. Peraturan ini mengatur mengenai Pedoman Penggunaan Metode dan Teknik Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Kewajiban Perpajakan. Namun, dua tahun setelahnya, yaitu tahun 2014, peraturan tersebut telah dicabut atau tak berlaku lagi. Dirjen Pajak mengeluarkan Peraturan Nomor PER-07/PJ/2014 tentang Pencabutan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-04/PJ/2012.


Maka dari itu, dasar hukum dari Ekualisasi Pajak mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak tahun 2017 yaitu Nomor SE-10/PJ/2017 yang menjelaskan tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Lapangan dalam Rangka Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan.


Nah, itu dia ulasan mengenai ekualisasi pajak. Walau jarang didengar, proses penyamaan ini memiliki peranan yang sangat penting lho! Anda sebagai wajib pajak bisa memanfaat proses ini untuk menilai kebenaran laporan yang telah dilakukan. Tentunya, bisa mencegah kesalahan saat proses pemeriksaan oleh kantor pajak.


Bagi para tax auditor, ekualisasi pajak berfungsi untuk mengetahui kepatuhan para wajib pajak. Terdapat beberapa prosedur yang diterapkan seperti memastikan data kenapa terjadi perbedaan hingga mengecek pemfakturan antar waktu. Ekualisasi pajak juga telah diatur secara legal dengan Surat Edaran dari Dirjen Pajak tahun 2017.


Semoga artikel tentang ekualisasi pajak ini bermanfaat untuk Anda, ya!


Baca juga

Pahami Pajak dan Aturan yang Berlaku Pada Usaha Bisnis Online Shop di Indonesia

Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Jenis Hukum Pajak di Indonesia

Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Manfaat Pajak Bagi Masyarakat dan Negara

Jenis PPN dan PPh Atas Pajak Usaha Ekspedisi dalam Logistik Bisnis

Jenis Pajak dan Tarif Pajak yang Harus Dibayarkan UKM dan UMKM

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin