Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenis Laporan Keuangan yang Perlu Diketahui

By Martina, 19 Februari 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Layaknya darah yang sangat penting untuk kehidupan manusia, keuangan dalam sebuah bisnis perusahaan juga demikian. Darah menjadi elemen penting yang memegang peranan besar untuk kelancaran metabolisme tubuh. Jika terjadi sesuatu pada darah yang mana hal itu menyebabkan kemacetan aliran, sistem metabolisme tubuh akan terganggu. 


Misalkan, terjadi sumbatan pada pembuluh darah, tekanan darah yang terlalu rendah/ tinggi atau bahkan penyakit-penyakit yang menyerang sel darah seperti leukimia. Sebab-sebab itu akan mengacaukan sistem tubuh dan hidup manusia bisa terancam. Begitu pula dengan keuangan dalam sebuah perusahaan. Peranannya sama pentingnya seperti darah untuk manusia. Keuangan menjadi elemen penting yang bisa memastikan lancar tidaknya proses bisnis suatu perusahaan. 


Kita bayangkan saja jika terjadi sesuatu pada keuangan, kas perusahaan tiba-tiba bocor tanpa bisa ditemukan arusnya. Apa yang terjadi? kekurangan kas/ modal bisnis akan membuat perusahaan kolaps : tidak bisa menggaji karyawan, tidak bisa investasi, tidak bisa melakukan produksi bahkan untuk bertahan dalam operasional saja sulit. Oleh karena itu, kesehatan keuangan ini harus dipantau, dikontrol dan dikelola dengan baik. 


Salah satu caranya yakni dengan disiplin mencatat pengeluaran dan pemasukan keuangan perusahaan yang di dalamnya juga terdapat data investasi, hutang, dan semua biaya operasional. Lebih lanjut lagi, melalui data tersebut, kita bisa mengetahui status keuangan perusahaan lewat laporan keuangan yang disajikan secara periodik sesuai kebutuhan perusahaan. 


Laporan keuangan ada beberapa jenis yang dibuat dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Jika kita membutuhkan informasi laba atau rugi bisnis kita, maka yang kita perlukan adalah laporan laba rugi. Ketika ingin mengetahui pergerakan modal bisnis apakah bertambah atau berkurang, kita bisa melihatnya dalam laporan perubahan modal. 


Selain itu juga ada laporan neraca dan arus kas yang memberikan data-data lebih lengkap mengenai keadaan keuangan perusahaan. Keempat jenis itu tidak harus dibuat semuanya, tetapi menyesuaikan kebutuhan saja. Pembuatannya juga secara periodik. Bisa per satu tahun, bulan, tiap tiga bulan atau empat bulan.


Laporan Laba Rugi

Laporan keuangan yang pertama adalah laporan laba rugi. Boleh dikatakan bahwa ini merupakan jenis laporan yang paling sederhana dan paling sering dibuat. Karena laba atau ruginya perusahaan adalah goal akhir yang diusahakan perusahaan setelah melalui serangkaian proses bisnis. 


Laporan laba perusahaan menjadi tolak ukur keberhasilan, sekaligus dasar pertimbangan untuk membuat perencanaan lanjutan berkenaan strategi perusahaan ke depan. Kondisi keuangan akan berpengaruh besar terhadap sebebas apa manajemen bisa mengembangkan bisnisnya. 


Ketika perusahaan memperoleh laba yang besar, pimpinan bisa mengekspansi bisnisnya dengan memperbesar skala untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Namun, jika ternyata perusahaan mengalami kerugian, pimpinan harus mengubah strategi. Bagaimana melakukan efisiensi modal namun bisnis tetap bisa berjalan dan membuat strategi baru untuk mencegah kerugian terulang. 


Dalam laporan laba rugi ini, aktiva dan pasiva yang disertakan adalah harga pokok produksi, beban, pendapatan, beban pajak, laba atau rugi perusahaan.


Laporan Perubahan Modal

Modal merupakan aspek penting yang menunjang perkembangan bisnis. Meski tak dipungkiri, variabel modal bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi maju mundurnya bisnis. Ada variabel lain yang juga bekerja dalam proses itu. Tetapi modal adalah sumber daya awal yang tak terbantahkan nilai pentingnya. Tanpa keberadaan modal, bisnis tidak bisa berjalan. 


Laporan perubahan modal ini sangat berguna untuk memantau status modal bisnis kita, apakah sudah bertambah atau justru berkurang karena bisnis merugi? Dalam laporan perubahan modal, akan disertakan data-data mengenai jumlah modal awal, catatan apakah pernah terjadi pengambilan dana dalam satu periode akuntansi tertentu, juga memasukkan hasil perhitungan laba dan rugi perusahaan yang diperoleh dari laporan laba rugi. 


Dengan semua data tersebut, kita bisa mencari tahu bagaimana keadaan modal akhir setelah melalui proses operasional bisnis selama periode tertentu. Jika perusahaan mendapatkan laba yang besar, secara otomatis modal akan bertambah, begitupun sebaliknya. 


Kenapa kita butuh mengetahui perkembangan modal ini? Tentu saja sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan strategi bisnis selanjutnya. Sedikit banyaknya modal yang dimiliki akan berefek besar pada keputusan-keputusan bisnis yang akan diambil. Apakah perlu menambah modal lagi atau tidak. Apakah perlu mengajukan pinjaman ataukah mencari investor. Semuanya membutuhkan data seberapa banyak modal yang dimiliki.


Neraca

Laporan Neraca dibuat untuk mengetahui data keuangan yang lebih terperinci. Yaitu mengenai nilai aset yang dimiliki perusahaan, kewajiban-kewajiban yang ditanggung dan harus dibayar perusahaan serta data mengenai modal. 


Laporan mengenai aset ini adalah aset yang dimiliki perusahaan yang selama ini digunakan dalam operasional bisnis. Baik itu aset tetap ataupun tidak tetap. Aset tetap misalkan, gedung, tanah, kantor yang mana nilainya bisa bertambah atau berkurang. Data mengenai aset ini akan membantu perusahaan mengetahui status keuangan dan mempermudah jika ingin mengajukan pinjaman atau mencari investor. 


Sedangkan data mengenai kewajiban, adalah data-data tanggungan hutang yang harus dibayarkan. Baik itu hutang jangka panjang ataupun pendek. Kemudian, data modal adalah data yang sama dari perhitungan laporan perkembangan modal. 


Laporan Arus Kas

Tidak jauh berbeda dengan jenis- jenis laporan sebelumnya, laporan arus kas berfokus pada informasi mengenai perjalanan kas perusahaan. Lebih kepada catatan keluar masuk keuangan dan kemana kas tersebut berpindah. Melalui laporan arus kas ini, kita juga mendapatkan gambaran besar mengenai total nilai di setiap akun. 


Setiap pemasukan yang diterima perusahaan akan dicatat berdasarkan kronologis tertentu, termasuk juga dari mana sumbernya. Begitu pun pada kas keluar perusahaan akan dicatat untuk keperluan apa saja. 


Data terperinci mengenai arus kas keuangan ini dapat membantu kita mengetahui trend kebutuhan dan anggaran belanja operasional bisnis selama ini. Data ini dapat kita gunakan sebagai pijakan untuk melakukan forecasting pada kebutuhan anggaran di masa depan. Dan juga melakukan evaluasi serta kontrol pengelolaan keuangan perusahaan.


Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan jenis ini jarang digunakan. Biasanya hanya digunakan pada perusahaan besar yang sudah go public. Model laporan ini berisi catatan lengkap yang detail dan terperinci mengenai keterangan-keterangan laporan keuangan. Biasanya dicantumkan di halaman belakang dan tebal sekali laporannya. 


Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan kita mengenai jenis-jenis dan fungsi setiap laporan keuangan yang biasa digunakan dalam akuntansi perusahaan.


Baca juga

Cara Membuat Laporan Keuangan Perubahan Ekuitas atau Modal

Kenali Cara Pencatatan Klaim Biaya (Reimburse) dalam Laporan Keuangan

Ketahui Apa Itu International Financial Reporting Standards (IFRS) atau Standar Pelaporan Keuangan Internasional

8 Fungsi Laporan Keuangan Bagi Perusahaan

Perbedaan Membuat Laporan Keuangan Memakai Software Akuntansi dengan Excel

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin