Penting! Ini Prinsip Etika Bisnis yang Wajib Anda Ketahui

By Martina, 13 April 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Apakah Anda percaya dengan perkataan sopan santun cerminan dari kualitas diri? Agar diri kita dihormati oleh orang lain, memiliki etika dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang penting. Menerapkan etika ketika Anda berbisnis juga merupakan salah satu faktor terbesar yang dapat menentukan apakah perusahaan Anda akan sukses atau tidak. Pasalnya, etika bisnis menentukan bisa tidaknya orang lain mulai dari investor, partner bisnis, supplier atau vendor hingga konsumen dapat mempercayai Anda. Memiliki produk dan layanan yang baik tanpa didukung etika bisnis sama saja Anda berlayar dengan perahu dari material terbaik tetapi tanpa dayung ataupun mesin untuk menggerakkannya. Perusahaan yang tidak dilandasi dengan etika bisnis yang baik akan berada di posisi memiliki banyak musuh yang ingin menjatuhkan atau gulung tikar dalam waktu dekat. Tentu setiap pemilik usaha menginginkan bisnis yang akan bertahan dalam waktu lama dan terus berkembang. Oleh karenanya, memahami lebih dalam mengenai apa itu etika bisnis, tujuan dan manfaat serta bagaimana menerapkannya akan menjadi krusial bagi pemilik bisnis pemula.


Etika bisnis seringkali dianggap sepele karena merupakan aturan tak tertulis mengenai cara menjalankan bisnis secara adil yang sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa dipengaruhi oleh kedudukan seorang individu maupun perusahaan di tengah masyarakat. Melansir Kajian Pustaka, etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal (Muslich, 2004:9).


Pada dasarnya, etika hukum merupakan aturan yang lebih luas dan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar minimal ketentuan hukum. Hal ini karena di dalam dunia bisnis selalu ada garis abu-abu yang tidak dapat diatur oleh ketentuan hukum dan dikelompokkan menjadi kategori baik atau buruk.


Etika bisnis biasanya terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku suatu bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran dalam berbisnis (Sumarni, 1998:21). Dikarenakan sifat dunia bisnis yang memiliki area tak terjamah dan tidak tercakup secara keseluruhan di dalam standar ketentuan hukum, etika bisnis dijadikan pedoman bagi karyawan, pemilik bisnis atau mereka yang duduk di posisi manajemen untuk mengambil keputusan dan menjalankan bisnis sesuai kode etik universal.


Bagi Anda pemilik bisnis pemula yang ingin memahami lebih jauh mengenai etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat serta menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Mengapa perusahaan harus memiliki etika?

Perusahaan atau bisnis yang menerapkan etika bisnis akan menjadi suatu perusahaan yang kokoh, memiliki daya saing tinggi, mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, lebih disegani dan dipercaya tidak hanya oleh rekan bisnis, masyarakat dan pemerintah, tetapi juga disegani dan dipercaya oleh pesaing bisnis Anda.


Selain itu, tujuan utama dari etika bisnis adalah untuk menyelaraskan antara kepentingan strategis suatu bisnis dengan tuntutan moral. Etika bisnis juga berperan penting dalam melakukan perubahan kesadaran masyarakat tentang bisnis dengan memberikan pemahaman bahwa bisnis dan etika tidak dapat dipisahkan.

Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

Menurut Sonny Keraf (1998), terdapat lima prinsip yang menjadi acuan pedoman perilaku dalam menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan, yaitu:


  • Prinsip Otonomi

Yang dimaksud dengan prinsip otonomi adalah perusahaan atau bisnis harus menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Perusahaan atau individu yang mandiri berarti perusahaan atau individu yang dapat mengambil keputusan serta melakukan suatu tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakini, bebas dari tekanan apapun atau siapapun, hasutan, dan ketergantungan pada pihak lain.


  • Prinsip Kejujuran

Prinsip ini menekankan sikap bahwa apa yang Anda pikirkan adalah apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda katakan adalah apa yang akan Anda perbuat. Selain itu, prinsip ini juga menjadi pedoman atas kepatuhan dalam menepati berbagai komitmen, kontrak, dan kerjasama yang telah disepakati bersama.


  • Prinsip Keadilan

Prinsip ini menekankan sikap untuk memperlakukan semua pihak secara adil, yang tidak membeda-bedakan pihak lain baik dari aspek hukum, ekonomi, maupun aspek lainnya.


  • Prinsip saling Menguntungkan

Prinsip ini menekankan kesadaran bahwa dalam menjalankan suatu bisnis atau perusahaan, diperlukan adanya prinsip win-win solution, dimana setiap pengambilan keputusan harus diusahakan agar semua pihak yang terlibat merasa diuntungkan.


  • Prinsip Integritas Moral

Prinsip yang terakhir adalah prinsip integritas moral yang merupakan prinsip tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan serta tindakan bisnis yang diambil berdasarkan kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati baik harkat maupun martabatnya.


Dalam etika bisnis pun memiliki pendekatan yang perlu Anda ketahui. Pendekatan pertama adalah Utilitarian Approach, dimana setiap tindakan dan keputusan bisnis akan menghasilkan konsekuensi sehingga harus dipertimbangkan dan dilakukan dengan cara yang tepat agar dapat memberikan manfaat baru bagi masyarakat dengan biaya yang paling rendah.


Pendekatan yang kedua adalah Individual Rights Approach, dimana setiap tindakan masing-masing individu memiliki hak dasar yang harus dihargai dan dihormati, sehingga setiap tindakan yang dilakukan harus dipertimbangkan dengan baik dan didasari dengan saling menghormati sehingga tidak saling merugikan.


Pendekatan yang terakhir adalah Justice Approach, yang mana setiap pembuat keputusan memiliki kedudukan yang sama dan adil sehingga tidak boleh ada diskriminasi atau membeda-bedakan dalam membuat sebuah keputusan.


Setelah memahami mengenai lima prinsip etika bisnis serta pendekatannya, sekarang mari melihat beberapa contoh dari etika bisnis dan pelanggarannya.

Contoh Etika Bisnis

Salah satu dari contoh sederhana etika bisnis yang dapat Anda terapkan pada perusahaan serta karyawan Anda adalah:

  • Menyebutkan Nama

Sudah semestinya menyebutkan nama secara lengkap serta nama perusahaan Anda kepada orang yang Anda baru pertama kali ditemui. Tidak hanya agar pihak lain mengenal Anda, tetapi juga untuk memudahkan mereka mengetahui siapa yang dapat dihubungi dari perusahaan Anda. Memberikan kartu nama Anda kepada orang tersebut juga menunjukkan etika yang baik.


  • Berdiri Saat Berkenalan

Selain menunjukkan kesopanan, berdiri saat memperkenalkan diri juga menegaskan kehadiran Anda kepada orang yang Anda temui. Apabila kondisinya tidak memungkinkan bagi Anda untuk memperkenalkan diri dengan posisi berdiri, Anda cukup membungkukkan badan sedikit sebagai gantinya. Hal ini memungkinkan rekan bisnis Anda untuk melihat diri Anda sebagai individu yang memiliki nilai positif dan etika yang baik.


  • Mengucapkan Terima Kasih

Ketika Anda mengadakan sebuah acara yang turut mengundang rekan bisnis, jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih karena sudah meluangkan waktu mereka, seperti “Terima kasih sudah datang”. Namun, jangan melakukannya secara berlebihan karena tamu undangan Anda akan menganggap bahwa Anda sedang membutuhkan bantuan mereka. Jangan lupa juga untuk selalu mengirimkan pesan terima kasih melalui email kepada semua tamu undangan setelah acara selesai.


  • Membayar Tagihan Ketika Mengundang

Tak jarang Anda akan melakukan meeting di luar kantor, seperti di kafe, restoran, dan sebagainya. Apabila Anda yang mengundang rekan bisnis untuk bertemu, ada baiknya Anda yang membayar tagihan tersebut.


Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

  • Pelanggaran Hukum

Salah satu contoh pelanggaran etika bisnis yang berkaitan dengan hukum adalah ketika sebuah perusahaan melakukan pemutusan kerja secara sepihak (PHK) namun tidak memberikan pesangon sama sekali sesuai dengan yang diatur pada UU No. 13 tahun 2003.


  • Pelanggaran Transparansi

Contoh dari pelanggaran ini adalah ketika sebuah perusahaan tidak memberikan informasi dengan jelas mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku dari promosi yang diberikan perusahaan tersebut.


  • Pelanggaran Kejujuran

Salah satu contoh dari pelanggaran kejujuran adalah ketika bisnis atau perusahaan Anda tidak memberikan harga yang sejujurnya kepada konsumen serta kualitas dari barang yang Anda tawarkan.


  •  Pelanggaran Empati

Perusahaan tidak mentolerir keterlambatan yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dihindari seperti karena berhalangan sakit dan bahkan perusahaan juga mengancam orang tersebut.


Apabila Anda menerapkan prinsip etika bisnis dan memperhatikan pendekatannya, perusahaan Anda akan disegani dan dihormati bahkan oleh pesaing Anda dan dapat berkembang menjadi perusahaan yang dibanggakan oleh karyawan serta menarik minat talent terbaik untuk bergabung menjadi bagian dari tim Anda.


Baca juga

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Menjalankan Proyek Konstruksi Bangunan

Manfaat Etika Bisnis dan Tanggung Jawab

Etika Profesi Akuntansi yang Perlu Diketahui Akuntan

Tips Mengelola Keuangan Bisnis Perusahaan Dengan Efektif

Cara Mengelola Stok Barang Dalam Bisnis Kopi Anda

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin