Penyusutan Aktiva Tetap

By Aulia, 17 November 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Penyusutan Aktiva Tetap

Apa yang dinamakan penyusutan aktiva tetap? Di dalam menghitung sebuah penyusutan atau depresiasi aset, terdapat beberapa metode yang bisa Anda lakukan. Salah satu metode tersebut adalah aktiva tetap. Aktiva tetap memiliki nilai akan semakin berkurang di setiap periode. Depresiasi merupakan pengalokasian harga yang diperoleh melalui aktiva tetap dikarenakan terdapat penurunan nilai terhadap aktiva tetap tersebut.

Nilai aktiva tetap bisa turun ketika sudah digunakan atau dipakai pada periode tertentu. Kemudian dinamakan sebagai depresiasi aktiva tetap. Akan tetapi, ada aktiva tetap dengan nilai yang tidak menurun dan malah semakin tinggi yaitu tanah. Aktiva tetap terkait tanah yang nilainya semakin lama akan semakin tinggi. Informasi tentang aktiva tetap akan kami bahas di bawah ini.

Pengertian Aktiva Tetap

Aktiva tetap merupakan aktiva berwujud yang didapatkan dalam bentuk yang siap untuk digunakan atau dibangun terlebih dahulu. Aktiva ini juga digunakan di dalam operasi atau kegiatan perusahaan dan tidak ditujukan untuk dijual dalam kegiatan normal perusahaan serta mempunyai massa manfaat yang lebih dari setahun. Berdasarkan pengertian di atas, kita bisa mengetahui bahwa aktiva tetap yaitu:

  • Aktiva berwujud

  • Bisa digunakan di dalam kegiatan perusahaan

  • Mempunyai masa manfaat yang lebih dari satu tahun

  • Tidak bertujuan untuk dijual kembali

Kategori Aktiva Tetap

Aktiva tetap dapat dikategorikan berdasarkan sifat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. kriteria yang dibuat berdasarkan beberapa jenis barang sehingga kemudian bisa dikelompokkan secara lebih lanjut terhadap aktiva- aktiva tersebut. namun perlu Anda ketahui bahwa pengelompokan aktiva tetap bergantung kebijaksanaan akuntansi setiap perusahaan. Secara umum, semakin banyak aktiva tetap yang ada pada perusahaan, maka semakin banyak pengelompokannya.

Aktiva tetap yang ada pada perusahaan terdiri dari beberapa bentuk dan jenis. Ini tergantung pada sifat serta bidang usaha yang menjadi fokus dari perusahaan tersebut. ini sering menjadi bagian utama dari sebuah aktiva perusahaan karena signifikan di dalam penyajian posisi keuangan. 

Nilai yang cukup besar, bentuk, dan jenis yang beragam dari aktiva ini mengakibatkan perusahaan harus lebih berhati-hati di dalam mengelompokkannya. Jika ditinjau berdasarkan tujuan akuntansi, aktiva tetap bisa dikategorikan sebagai berikut:

  • Aktiva tetap yang secara umum tidak terbatas. Contohnya yaitu tanah sebagai tempat perusahaan, peternakan, maupun pertanian

  • Aktiva tetap yang secara umum terbatas ketika sudah habis waktu penggunaannya dan bisa diganti dengan aktiva sejenis. Beberapa contohnya seperti mesin, bangunan, mebel, alat-alat, dan lain sebagainya

  • Secara umum bersifat terbatas ketika telah habis masa penggunaannya namun tidak dapat diganti dengan aktiva sejenis. Contohnya yaitu hasil tambang maupun berbagai hasil tambang yang lainnya

Namun berdasarkan penjelasan dari Sofyan Safri H, aktiva bisa dikategorikan berdasarkan beberapa sudut, yaitu:

  1. Berdasarkan Sudut Subtansi

  • Intangible Assets atau yang dinamakan aktiva tidak berwujud seperti Patent, Goodwiil, Hak Cipta, Copyright, Franchise, dan lain sebagainya

  • Tangibe Assets atau yang dinamakan aktiva berwujud seperti mesin, lahan, gedung, serta peralatan

  1. Berdasarkan Sudut Depresiasi atau Tidak

  • Undepreciated Plant Asssets, merupakan aktiva yang tidak bisa disusutkan seperti tanah

  • Depreciated Plant Assets atau aktiva tetap yang bisa disusutkan seperti Equipment (Peralatan), Building (Bangunan), Inventaris, Machinary (Mesin), Jalan, dan lain sebagainya

Jenis Aktiva Tetap

S. Munawir (2007) menjelaskan bahwa ada beberapa jenis aktiva tetap, di antaranya:

  • Lahan-lahan, merupakan tanah terhampar baik yang termasuk tempat bangunan maupun yang kosong. Di dalam akuntansi, jika terdapat lahan yang terdapat bangunan di atasnya maka pencatatannya harus dipisahkan dari lahan

  • Bangunan gedung-gedung merupakan bangunan yang berada di atas bumbu baik di atas air/lahan. Pencatatannya juga harus terpisah dari lahan tempat lokasi gedung tersebut

  • Mesin-mesin, merupakan peralatan yang berperan sebagai bagian mesin yang bersangkutan

  • Kendaraan, seluruh jenis kendaraan seperti truk, alat pengangkut, grader, forklift, traktor, motor, mobil, dan lain sebagainya

  • Perabot, merupakan berbagai perabotan kantor, perabotan pabrik, perabotan laboratorium yang menjadi isi dari bangunan

  • Inventaris, berbagai peralatan yang termasuk alat besar seperti inventaris pabrik, inventaris kantor, inventaris gudang, inventaris laboratorium, dan lain-lain

  • Prasarana, kebiasaan perusahaan di dalam membuat klasifikasi secara khusus terkait prasarana seperti jembatan, jalan, pagar, Oil, dan lain –lain

Berdasarkan penjabaran di atas, aset tetap juga bisa dikategorikan sebagai aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud.

Pengertian Aktiva Tetap Berwujud dan Aktiva Tetap Tak Berwujud

  1. Aktiva tetap Berwujud

Aktiva tetap berwujud merupakan aset tetap yang memiliki bentuk fisik. Terdapat gila jenis aset atau aktiva tetap, yaitu:

  • Aktiva yang mempunyai sumber depresiasi atau penyusutan. Beberapa contohnya adalah bangunan,  peralatan, inventaris, gedung, mesin produksi, kendaraan, dan lain-lain

  • Aktiva yang mempunyai sumber dari penyusutan maupun deplesi. Contohnya yaitu mineral deposits, tambang mineral, dan berbagai sumber daya alam yang lain

  • Aset yang tidak terkena penyusutan maupun deplesi. Beberapa contohnya yaitu tanah yang di atasnya berisik bangunan perusahaan

  1. Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Merupakan jenis aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. Akan tetapi, aktiva jenis ini mempunyai manfaat yang cukup besar terhadap perusahaan yang kemudian dinyatakan dalam sebuah bentuk jaminan. Beberapa contohnya yaitu hak paten, hak monopoli, hak cipta, merek dagang, dan sebagainya

Aktiva tetap tidak berwujud juga biasanya berupa hak-hak usaha perusahaan. Beberapa contohnya yaitu:

  • Sistem keamanan

  • Lisensi

  • Merek dagang

  • Hak cipta

  • Franchise

Karakteristik Aktiva Tetap

Menurut penjelasan Jerry J. Weygandt (2007), beberapa karakteristik dari aktiva tetap yaitu:

  • Digunakan untuk kegiatan operasional

  • Mempunyai bentuk fisik (ukuran dan bentuk yang jelas)

  • Tidak dijual kepada konsumen

Sementara menurut penjelasan Soemarso S.R (2005), karakteristik aktiva tetap yaitu:

  • Digunakan untuk kegiatan perusahaan

  • Memiliki nilai yang cukup besar

  • Memiliki masa manfaat lebih dari setahun

  • Tidak dijual kembali untuk kegiatan normal perusahaan

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Depresiasi atau Penyusutan Aktiva Tetap

Ada beberapa hal yang menyebabkan penentuan biaya penyusutan menjadi berpengaruh. Beberapa faktornya akan kami uraikan seperti di bawah ini.

  1. Biaya Perolehan atau Acquisition Cost

Biaya akuisisi adalah faktor yang sangat penting di dalam menentukan jumlah depresiasi. Untuk beban depresiasi bisa dihitung dengan berdasarkan total biaya dari suatu aset yang perlu untuk dikeluarkan. Dengan begitu aset tetap siap untuk kembali digunakan. Ada beberapa hal yang harus Anda pelajari sebelum menghitung depresiasi.

  • Biaya pengiriman atau transportasi

  • Harga pembelian aset

  • Bea masuk

  • Biaya pemasangan

  1. Perkiraan Umur dari Ekonomis Aktiva atau Estimate Economical Life Time of Aset

Faktor kedua yang juga berpengaruh terhadap depresiasi adalah umur ekonomis sebuah aset. Itu artinya, jumlah penyusutan yang lebih kecil nantinya dibebankan pada aset yang manfaatnya lebih lama. Begitu juga sebaliknya. Sementara untuk umur ekonomis dapat dinyatakan sebagai jumlah unit yang diproduksi dengan durasi waktu misalnya minggu, bulan, sampai tahun.

  1. Perkiraan Nilai dari Residu Aset atau Estimated Residual Value of Asset

Nilai dari sisa aset yang biasa disebut nilai residu aset adalah nilai yang bisa direalisasikan pada saat aset tersebut dijual. Bisa juga pada saat aset sudah tidak digunakan lagi. Ketika sebuah perusahaan menggunakan set sampai usang serta sama sekali tidak bisa memberikan manfaat, maka aktiva atau aset tersebut bisa dikatakan sudah tidak memiliki residu maupun tidak mempunyai sisa nilai lagi.

Akan tetapi, ketika perusahaan mengganti aktiva pasca periode penggunaan relatif singkat serta ase tersebut masih bisa dimanfaatkan, nilai residunya berpotensi masih tetap tinggi.

Demikian penjelasan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan penyusutan aktiva tetap. Semoga bermanfaat.


Baca juga

Apa itu kebijakan fiskal : Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenis Kebijakan Fiskal Lengkap

Contoh Laporan Laba Rugi (Income Statement) Perusahaan Jasa

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Buku Besar Akuntansi Perusahaan

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Sehingga Membuat Neraca Tidak Balance

Perbedaan akuntansi perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin