Perbedaan Bisnis Omnichannel dengan Multichannel Beserta Contohnya

By Martina, 14 Januari 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Menjalankan bisnis retail memang penuh dengan tantangan. Apalagi di era teknologi seperti sekarang, pelaku bisnis retail harus mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan. Ini artinya, strategi juga harus dikembangkan termasuk untuk memahami perilaku customer dalam menentukan pilihannya. Terkait dengan memahami customer tersebut, maka berhubungan pula dengan media atau saluran pemasaran.


Sebelum berkembangnya teknologi, saluran yang digunakan oleh pedagang atau pebisnis retail hanyalah saluran offline. Namun sekarang, sudah dikenal pula sistem penjualan secara online. Dalam perkembangan saluran strategi bisnis ini pula, dikenal dua sistem yaitu omnichannel dan multichannel. Apa itu Omni Channel dan apa bedanya dengan Multichannel?


Pengertian Omnichannel

Omnichannel berasal dari dua kata, Omnis yang artinya universal atau semua dan Channel yang berarti saluran. Ini artinya, Omnichannel merupakan suatu saluran komunikasi yang universal dengan menggabungkan berbagai saluran komunikasi dalam satu bentuk antarmuka. Dalam sebuah strategi bisnis, maka omnichannel diharapkan bisa memudahkan pelanggan dalam mencari informasi akan barang atau produk yang dicarinya. Efeknya akan memudahkan interaksi antara customer dengan penjual.


Penerapan omnichannel dianggap bisa menciptakan pengalaman menyenangkan akan berbelanja. Hal ini sesuai dengan fokus strategi omnichannel itu sendiri yaitu memberikan pelanggan sebuah pengalaman yang komprehensif dan konsisten di semua saluran, baik yang bersifat online maupun offline. Pengalaman itu bisa didapat contohnya adalah dari penggalian informasi akan produk di berbagai saluran yang berbeda, sebelum akhirnya menentukan keputusan.


Pengertian Multichannel

Jika Omnichannel artinya semua saluran, maka Multichannel berarti banyak saluran. Maksudnya, dalam multichannel pengusaha menggunakan lebih dari satu saluran untuk aktivitas bisnisnya. Sistem omnichannel ini menjadikan pelanggan bisa mengakses banyak saluran dan memilih pada saluran yang dianggap paling sesuai untuk kebutuhannya. 


Multichannel sejatinya mengkombinasikan dua cara pemasaran, yaitu inbound dan outbound. Hal ini dilakukan agar perusahaan bisa menjangkau pelanggan yang menggunakan saluran berbeda. Ya, di era digital seperti sekarang, pelanggan memiliki banyak alternatif saluran. Alasan inilah yang menjadi fokus sistem multi channel dimana harus bisa menjangkau sebanyak mungkin saluran agar bisa menjangkau lebih banyak customer.


Perbedaan Bisnis Omnichannel dan Multichannel

Omnichannel dan multichannel merupakan suatu metode bisnis melalui pendekatan operasional. Maksudnya, keduanya merupakan metode komunikasi yang menggunakan banyak saluran untuk menghubungkan customer dengan penjual. Jika dilihat sepintas, keduanya memang tampak serupa. Tetapi jika dijabarkan lebih dalam, berikut adalah beberapa perbedaannya.

  1. Omnichannel menerapkan integrasi antar saluran yang dipakai, sedangkan pada multichannel setiap saluran berdiri masing-masing.

  2. Oleh karena terintegrasi, maka dalam omnichannel pelayanan pelanggan melalui customer service terpusat. Berbeda dengan sistem multichannel yang memiliki customer service yang melayani pelanggan berbeda di setiap saluran.

  3. Fokus omnichannel adalah pengalaman pelanggan (customer journey) yang sama di banyak saluran, pesan atau informasi yang berkualitas, serta pilihan saluran tertentu.

  4. Fokus multichannel adalah untuk memanfaatkan saluran sebanyak-banyaknya.

  5. Pada omnichannel, image brand dan penyampaian pesan menjadi penting dan harus dilakukan secara konsisten dimanapun saluran yang dipakai.

  6. Pada multichannel, hal terpenting adalah untuk memastikan bisnis sudah dipasarkan di banyak saluran.

  7. Data menjadi bagian penting untuk membangun pengalaman customer bagi sistem omnichannel.

  8. Sedangkan bagi multichannel, pertimbangan saluran yang memungkinkan adanya customer harus diutamakan.


Perlu diketahui pula bahwa dalam penerapannya, omnichannel bisa menggabungkan sistem toko online maupun offline. Sebagai contoh ketika customer membuka website atau e-commerce suatu toko, mereka akan mencari informasi produk yang dicari. Kemudian, mereka bisa saja melakukan pembelian justru dengan mendatangi toko fisiknya. Hal inilah yang merupakan salah satu perbedaan omnichannel dengan multichannel.


Contoh Bisnis Omnichannel

Seperti penjelasan yang sudah didaftarkan sebelumnya, omnichannel menjadi strategi bisnis yang mengintegrasikan semua saluran dalam satu sistem antarmuka. Artinya, customer tidak perlu lagi masuk ke dalam banyak marketplace alias akan dilayani oleh customer service di satu sistem saja. Bagi pengusaha, pemanfaatan omnichannel akan sangat membantu karena mereka bisa mengelola bisnis di satu platform yang terintegrasi dengan banyak e-commerce. Lantas, apa saja platform yang termasuk omnichannel? 


Ada banyak penyedia jasa omnichannel ini. Sebut saja salah satu contohnya adalah Primaseller. Dalam platform yang termasuk omnichannel ini, para pengusaha bisa mengelola bisnis mereka baik dalam hal inventaris, penjualan, pergudangan, pemesanan, pembelian, hingga pengiriman. Platform ini terintegrasi langsung dengan banyak marketplace seperti eBay, Etsy, Amazon, Shopify, BigCommerce, dan lainnya.


Selain contoh di atas, penerapan bisnis Omnichannel juga bisa dipahami dengan contoh berikut :

Sebelum pergi bekerja, seorang pembeli melakukan pencarian produk pakaian di sebuah website melalui smartphonenya. Kemudian ia menghentikan pencariannya karena harus pergi bekerja. Pencariannya dilanjutkan ketika jam istirahat dan akhirnya melakukan pemesanan di website tersebut. Pembeli ini memilih cara pengambilan mandiri atau dengan mengambil pakaiannya secara langsung di toko. Namun ternyata ketika melihat dan mencoba pakaian tersebut di toko, ia memilih untuk menukar ukuran pakaiannya. Setelah dirasa pas, pembeli pun melakukan pembayaran.


Berdasarkan contoh di atas, bisa dilihat bahwa terdapat penggabungan dua sistem yakni online dan offline. Keduanya saling terintegrasi dan tidak menjadi masalah sama sekali.


Contoh Bisnis Multichannel

Apa yang Anda lakukan ketika hendak membeli produk secara online? Banyak diantara kita akan mencari dan mengecek dari banyak sumber, baik website, sosial media, atau marketplace. Ada yang langsung membelinya secara online, tapi bisa pula dengan mendatangi toko offlinenya. Proses inilah yang merupakan bagian dari pengalaman konsumen dalam berbelanja.


Pengalaman konsumen di era modern seperti di atas merupakan hal yang akhirnya harus diantisipasi pengusaha. Dari sanalah berkembang bisnis multi channel dimana pengusaha memasarkan produknya di banyak platform. Agar lebih memahami prinsip multichannel ini, berikut adalah contohnya.


Contoh sederhana dari penerapan bisnis multichannel ini adalah pengusaha produksi sepatu memasarkan produknya di berbagai platform, mulai dari website pribadi, website pengecer, media sosial, dan marketplace. Semua platform tersebut dibuat dengan memberikan penawaran dan promosi yang serupa, termasuk penjelasan atau informasi produk. Hal yang mungkin bisa berbeda adalah soal biaya kirim karena biasanya setiap marketplace punya kriteria tersendiri. Kemudian terdapat pembeli yang di marketplace X. Pembeli ini akan langsung melakukan transaksi di marketplace X tersebut tanpa harus dialihkan ke media atau saluran lain.


Baca juga

Kenali Bisnis Logistik 3PL dan 4PL serta Perbedaannya

Memahami Istilah Awareness-trial-repeat (ATR) dalam Marketing Bisnis

Apa Itu Resesi Ekonomi dan Dampaknya Pada Bisnis

Memahami Istilah Blind Shipping dan Cara Pemanfaatannya dalam Bisnis Logistik Anda

Cara Mengoptimalkan Bisnis Retail Anda dengan Perkiraan Inventaris (Inventory Forecasting)

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin