Perbedaan dan contoh Jurnal Penyesuaian, Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik

By Ayu, 2 Oktober 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dari ketiga jurnal yang sebagaimana telah tertera di judul yang sekilas terlihat memiliki kedekatan dalam segala penerapannya. Akan tetapi dari ketiga jurnal tersebut yang memiliki perbedaan yang begitu sangat mendasar. Nah, jadi bagaimanakah dan seperti apa beda jurnal tersebut. Dibawah ini informasi selengkapnya.

1. Jurnal Penyesuaian

Yang pertama yaitu jurnal penyesuaian, jurnal ini dibuat dalam proses pencatatan dan perubahan saldo dalam akun. Sehingga saldo tersebut dapat mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Untuk itu jurnal ini digunakan untuk menyesuaikan keadaan sebenarnya baik pendapat maupun beban. Maka dari itu jurnal tersebut berguna untuk menetapkan saldo catatan akun buku besar yang dibutuhkan untuk akhir periode sehingga sesuai dengan saldo riilnya. Kemudian disamping itu juga jurnal penyesuaian ini berguna untuk menghitung pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan.

2. Jurnal Penutup

Kedua jurnal penutup ialah jurnal uang ayat jurnalnya telah dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutupi rekening-rekening nominalnya sementara. Maka dari itu akibatnya penutupan ini, rekening-rekening ini pada awal periode akuntansi saldonya menjadi 0 (nol). Untuk itu akun yang ditutup yaitu akun-akun nominal dan akun-akun pembantu modal (akun nominal=pendapatan beban sedangkan akun pembantu modal-prive dan ikhtisar (I/r).

3. Jurnal Pembalik

Ketiga adalah jurnal pembalik, jadi jurnal pembalik ini adalah jurnal yang untuk membalik jurnal penyesuaian yang akan menimbulkan akun neraca. Kalau tidak dibalik maka akan terjadi akun ganda. Atau kata lainnya adalah jurnal yang sudah dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian yang akan menimbulkan perkiraan riil baru. Tujuan dari pembuatan pembalik tersebut ada dua; pertama bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan jurnal pada periode berikutnya. Oleh karena itu dibuatnya jurnal pembalik akan sangat bermanfaat bagi perusahaan yang membuat jurnal dengan jumlah yang banyak.

Selain itu tujuan lain dari jurnal pembalik adalah untuk meminimalkan kekeliruan yang mungkin terjadi dalam proses pencatatan. Terlebih lagi karena jurnal pembalik ini sendiri digunakan untuk pembalik jurnal penyesuaian. Maksudnya adalah jika jurnal penyesuaian ayat jurnal penyesuaian menunjukkan debit maka jurnal pembalik ayat jurnal ini juga diletakkan sebelah kredit dan sebaliknya. Untuk itu perlu di ingat lagi karena tidak semua jurnal penyesuaian perlu dibalik tetapi hanya beban akrual saja yang memunculkan hutang dan pendapatan perlu di akrual yang memunculkan piutang. Jadi beban akrual ini adalah beban yang ditangguhkan pembayaran dan pendapatan akrual adalah pendapatan yang masih harus diterima.

Maka penyusunan jurnal pembalik dalam proses ini atau siklus akuntansi adalah opsional. Artinya ialah kamu boleh membuat jurnal pembalik dan kamu juga boleh tidak membuat jurnal pembalik. Akan tetapi jika kamu buat juga akan memberikan manfaat sebagaimana telah dijabarkan diatas.


Contoh Transaksi Jurnal Pembalik

1. Beban Dibayar di Muka

Terlebih dahulu beban telah dibayar atau dicatat sebagai beban. Maka dibuatkanlah jurnal pembalik supaya menjadi sewa dibayar di muka atau menjadi harta. Missal saja, pada tanggal 1 Desember 2018 telah dibayarkan uang sewa untuk 1 tahun sebesar Rp 2.400.000, dan dicatat pada jurnal adalah sebagai berikut. 

Beban sewa

Rp. 2.400.000

 

   Kas

 

Rp. 2.400.000

 

Lalu pada tanggal 31 desember 2018 telah dibuat ayat jurnal penyesuaian yaitu sebagai berikut. 

Sewa dibayar di muka

Rp. 2.200.000

 

  Beban sewa

 

Rp. 2.200.000

 

Maka jurnal pembalik yang dari transaksi diatas sebagai berikut. 

Beban sewa

Rp. 2.200.000

 

  Sewa dibayar di muka

 

Rp. 2.200.000

 

2. Pendapatan Diterima di Muka

Pada pendapatan sewa yang belum direalisasikan maka akan dicatat sebagai pendapatan. Lalu disini juga jurnal pembalik dibuat untuk menjadikan pendapatan sebagai sewa diterima dimuka. Misal saja,  pada tanggal 1 september 2018 perusahaan telah menerima pendapatan sewa sebesar Rp 2.400.00 untuk 6 bulan. Maka jurnal yang dibuat saat transaksi adalah sebagai berikut. 

Kas

Rp. 2.400.000

 

  Pendapatan sewa

 

Rp. 2.400.000

 


Tanggal 31 desember 2018 telah dibuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut.

Pendapatan sewa

Rp. 800.000

 

  Sewa diterima di muka

 

Rp. 800.000

 

Jurnal pembalik atas transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

Sewa diterima di muka

Rp. 800.000

 

  Pendapatan sewa

 

Rp. 800.000

 

3. Beban yang Belum Dibayar

Misal, tanggal 31 desember 2018 terdapat gaji untuk bulan desember yang belum dibayar perusahaan dengan rincian dana berikut ini.

- bagi karyawan penjualan sebesar Rp 1.750.000,

- bagi karyawan bagian kantor sebesar Rp 1.500.000

Maka gaji tersebut dibayar setiap tanggal 4 januari 2018. Dan ayat jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada 31 desember 2018, sebagai berikut. 

Beban gaji bagian penjualan

Rp. 1.750.000

 

Beban gaji karyawan kantor

Rp. 1.500.000

 

  Utang gaji

 

Rp. 3.250.000

 

Dari awal periode tanggal 1 januari 2018 telah dibuat ayat jurnal pembalik sebagai berikut. 

Utang gaji

Rp. 3.250.000

 

  Beban gaji bagian penjualan

 

Rp. 1.750.000

  Beban gaji karyawan kantor

 

Rp. 1.500.000

 

Selain itu ayat jurnal dibuat pada saat pembayaran gaji, sebagai berikut. 

Beban gaji bagian penjualan

Rp. 1.750.000

 

Beban gaji karyawan kantor

Rp. 1.500.000

 

  Kas

 

Rp. 3.250.000

 

4. Pendapatan yang Belum Diterima

Misalkan, pada setiap tanggal 1 Mei dan 1 November perusahaan menerima bunga sebesar Rp 600.000. Maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2018, adalah sebagai berikut.   

Piutang bunga

Rp. 600.000

 

  Pendapatan bunga

 

Rp. 600.000

 

Dari jurnal pembalik yang telah dibuat pada tanggal 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut.   

Pendapatan bunga

Rp. 200.000

 

  Piutang bunga

 

Rp. 200.000

 

Selain itu ada juga ayat jurnal yang dibuat saat pembayaran tanggal 1 Mei 2018 adalah sebagai berikut.

Kas

Rp. 600.000

 

  Piutang bunga

 

Rp. 600.000

 

Jadi itulah beberapa informasi mengenai jurnal penyesuaian, jurnal penutup dan jurnal pembalik. Pada dasarnya, pembuatan Beda Jurnal Penyesuaian, Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik dalam sebuah perusahaan hanya kondisional bergantung dengan kebutuhan.



Baca juga

Cara dan Contoh Membuat Laporan Stok Barang di Gudang dengan Excel

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Konsolidasi

Cara Mengurus Pajak pada Pembukuan yang Bermasalah

10 Masalah Akuntansi yang Sering Terjadi di Perusahaan

Perbedaan Bahan Baku dan Bahan Penolong pada Perusahaan Manufaktur

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin