Perbedaan Istilah Omset, Profit, Cash, dan Free Cash Pada Bisnis

By Ayu, 29 Januari 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam setiap bisnis, terlepas dari skala usahanya, strukturnya, dan sifatnya, selalu membutuhkan dukungan finansial yang cukup untuk berjalan. Kekurangan pendanaan bisa menyebabkan bisnis tidak dapat memenuhi target jangka panjangnya, dan kewajiban jangka pendeknya.

Cukup tidaknya pendanaan bisa terlihat jelas dari perputaran uang yang terjadi. Ada banyak istilah untuk menggambarkan perputaran uang dalam suatu bisnis, antara lain yaitu omset, profit, cash, dan free cash. Meskipun seringnya disalah-artikan, tapi semua istilah memiliki makna yang berbeda.

Omset

Omset merujuk pada pemasukan bisnis yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa. Selain dari aktivitas penjualan, omset juga dapat dihasilkan dari berbagai sumber. Misalnya dari suku bunga, royalti, dan potongan pembayaran. Omset secara umum dideskripsikan secara spesifik untuk periode waktu tertentu, misalnya satu bulan, semester, atau tahunan.

Untuk contoh mudahnya, semisal perusahaan jasa memiliki faktur senilai Rp. 10 juta pada bulan Maret, maka perusahaan menghasilkan omset Rp. 10 juta untuk bulan itu. Dalam hal ini, perusahaan tidak akan menerima pembayaran yang sebenarnya, justru seperti ‘menghutang’ Rp. 10 juta.

Dalam istilah akuntansi, saat faktur sudah diserahkan ke konsumen, nominal ini baru bisa dikatakan omset. Perusahaan mungkin memiliki omset untuk periode waktu tertentu, termasuk faktur yang dikirim ke konsumen, juga pembayaran tunai yang didapat saat penjualan suatu produk atau jasa.

Segala macam penjualan akan digolongkan sebagai omset untuk suatu periode waktu. Saat waktunya tiba membuat laporan pemasukan untuk bulan Maret, keterangan paling atas dalam laporan tersebut akan berisi Rp. 10 juta dalam bentuk omset.

Istilah omset seringnya digunakan dalam bisnis di berbagai situasi, dan inilah yang membuat definisi dari omset seperti ambigu. Sangat mungkin untuk mengatakan bahwa perusahaan menghasilkan banyak omset dari penjualan untuk satu produk spesifik. Tidak jarang, ada juga yang mengatakan bahwa omset dihasilkan dari kontrak tertentu atau dari konsumen yang spesifik.

Dalam kasus yang demikian, omset merujuk pada penghasilan atau pendapatan di situasi tertentu, tapi tidak merujuk pada jangka waktu tertentu. Omset tidak dapat dihitung sebagai pengeluaran atau biaya lain, karena secara sederhana hanya menjelaskan total uang yang dihasilkan dari bisnis.

Profit

Semisal dibuat dalam istilah yang lebih sederhana, profit adalah hasil dari omset dikurangi pengeluaran. Sehingga, menghasilkan profit dapat diartikan bahwa perusahaan menghasilkan lebih banyak uang daripada biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mendistribusi barang atau jasa.

Sebagai contoh, jika omset untuk satu kontrak bernilai Rp. 50 juta, kemudian biaya yang dihabiskan untuk memberikan jasa ini berharga Rp. 40 juta, maka profit yang dihasilkan dari kontrak ini bernilai Rp. 10 juta. Garis besarnya, segala pemasukan dikurangi pengeluaran akan menghasilkan profit.

Dalam bagian bawah dari laporan pemasukan terdapat detil yang berisikan profit, seringnya disebut sebagai pendapatan tetap. Profit merupakan uang yang tersisa setelah semua kebutuhan sudah terbayarkan. Kebutuhan ini termasuk biaya bahan baku, gaji, pajak, biaya sewa, dan banyak lainnya.

Profit merupakan apa yang dicari para pemilik bisnis. Secara umum, profit akan berakhir sebagai uang simpanan untuk investasi masa depan atau dikembalikan ke pemberi modal. Profit seringnya berubah-ubah, dan ini bergantung pada jenis industri yang digeluti.

Untuk lebih mendalami tentang profit, setidaknya dikenal dua jenis profit, yaitu gross profit dan net profit. Ada dua perbedaan besar terkait dua jenis ini, terutama terkait cara menghitungnya. Meski demikian, inilah tujuan akhir dari perusahaan, yaitu untuk mencapai profit.

Gross profit akan menghitung omset dari barang atau jasa dikurangi biaya untuk membuat atau memberikan barang atau jasa tersebut. Sangat penting untuk dipahami bahwa gross profit hanya menghitung pengeluaran langsung terkait produksi barang atau jasa yang spesifik.

Net profit sama sekali berbeda dari gross profit karena mengikut-sertakan semua pengeluaran bisnis, tak hanya pengeluaran langsung. Beberapa tambahan pengeluaran yang dihitung seperti biaya operasional, termasuk gaji karyawan, pajak, dan pengadaan serta perawatan peralatan.

Cash

Pemasukan atau pengeluaran untuk periode anggaran tertentu dalam hal peningkatan atau penurunan posisi keuangan disebut cash. Semua ini dihasilkan dari aktivitas bisnis, termasuk operasional, investasi dan, aktivitas keuangan lain. Sekilas definisinya serupa dengan omset, tapi berbeda maksudnya.

Dalam pengertian lain, cash juga bisa dimaknai sebagai perbedaan antara tahun pembukaan dan penutupan anggaran keuangan untuk periode tertentu. Cash akan menghitung semua arus keuangan yang ada dalam suatu bisnis, termasuk biaya operasional untuk menjalankan usaha dalam sehari-hari.

Aktivitas lain seperti penjualan dan pembelian, pembayaran kredit, membeli suplai, dan membayar karyawan, akan masuk hitungan dalam cash. Bahkan dana hasil investasi juga menjadi bagian dari cash, bahkan termasuk nilai segala jenis aset yang dimiliki bisnis.

Mudahnya, cash merupakan jumlah keseluruhan uang dan aset yang keluar masuk perusahaan. Cash yang bersifat positif mengindikasikan bahwa aset perusahaan mengalami kenaikan, sehingga mampu mencatatkan debit, membuka investasi kembali, dan mengembalikan dana ke pemegang saham.

Cash akan dilaporkan dalam bentuk laporan pernyataan cash yang berisi tiga kategori penting dengan sangat detail. Tiga kategori tersebut berupa arus keuangan dari aktivitas operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas keuangan dalam hal jual beli.

Free cash

Free cash merupakan uang perusahaan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis setelah dikurangi beberapa pengeluaran operasional sehingga berbentuk aset tetap seperti properti dan peralatan. Dalam kata lain, free cash merupakan uang yang tersisa setelah perusahaan membayar biaya operasional dan pengeluaran tahunan.

Free cash akan menunjukkan seberapa efektif perusahaan menghasilkan uang kemudian menggunakan. Fungsi free cash yang lain yaitu untuk mengukur apakah perusahaan masih memiliki cukup uang setelah mendanai biaya operasional dan pengeluaran tahunan, mengembalikan dana investor lewat dividen, dan pembelian saham kembali.

Dalam arti yang lebih sempit, free cash merupakan uang sebenarnya yang dimiliki perusahaan yang selanjutnya akan didistribusikan ke pemegang saham. Free cash yang bersifat positif akan menjelaskan bahwa perusahaan menghasilkan cukup uang untuk menjalankan bisnis secara efisien.

Di lain sisi, free cash yang bersifat negatif menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menghasilkan uang yang cukup untuk membiayai operasionalnya, atau tidak mampu menghasilkan investasi tambahan yang bisa menghadirkan pemasukan besar di masa mendatang.


Baca juga

12 Cara Meningkatkan Produktivitas Pekerja Pada Pabrik Anda

10 Cara Untuk Menurunkan Biaya Operasional Pada Perusahaan

Perbedaan Tutup Buku Akhir Bulan Dan Tutup Buku Koreksi Pada Perusahaan Dagang Beserta Contohnya

Langkah-langkah Tahapan Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

Cara Dan Contoh Chart Of Account (COA) Dalam Perusahaan Dagang Menggunakan Sistem Persediaan Periodik

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin