Perbedaan Penguasaha dan Entrepreneur

By Aulia, 18 November 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sering kali orang belum bisa membedakan mana yang termasuk pengusaha dan mana enterpreneur. Tidak semua pengusaha dinamakan enterpreneur dan tidak semua enterpreneur dinamakan pengusaha. Memang jika Anda melihatnya secara sekilas, Anda akan berpendapat bahwa keduanya sama. 

Padahal jika melihat secara lebih dalam maka Anda akan menemukan bahwa baik pengusaha maupun enterpreneur mempunyai perbedaan yang mendasar. Salah satu perbedaannya adalah terkait fokus mereka. Seorang enterpreneur akan lebih berfokus pada ide, tantangan, serta bagaimana bisa menghadirkan inovasi.

Sementara pengusaha berfokus pada perkembangan serta pertumbuhan usahanya. Inilah yang berdampak pada penerapan ide serta cara kerja keduanya yang tidak sama.

Pengusaha dan Entrepreneur, Anda Termasuk yang Mana?

Untuk memudahkan Anda membedakan mana yang termasuk enterpreneur dan pengusaha, berikut ini kami telah memiliki beberapa perbedaannya. Setelah itu, Anda bisa berpikir dan menentukan sendiri kira-kira apakah Anda tergolong seorang pengusaha atau enterpreneur.

  1. Enterpreneurship atau Wirausaha

Apakah Anda berpikir bahwa wirausaha atau enterpreneurship merupakan business skill atau kemampuan dalam berbisnis? Jika Anda menjawab iya, kemungkinan besar Anda merupakan seorang pengusaha dan bukan enterpreneur. Seorang pengusaha memang lebih berfokus pada skill berbisnis dibandingkan dengan ide serta wirausaha itu sendiri.

Padahal pengalaman, hobi, kemampuan bisnis, dan juga antusiasme hanya berperan sebagai alat yang akan membantu di dalam menjalankan bisnismu. Berbeda halnya ketika Anda merupakan seorang enterpreneur. Anda mungkin akan memandang bahwa enterpreneurship merupakan sarana di dalam melakukan percobaan dan inovasi melalui berbagai ide yang Anda hadirkan. Mereka juga bisa belajar agar bisa menghadapi rintangan dan siap untuk memecahkannya.

  1. Risiko

Perbedaan kedua antara enterpreneur dan pengusaha terletak pada risikonya. Seorang enterpreneur akan menganggap risiko sebagai alat yang mengantarkannya untuk meraih kesuksesan. Bagi enterpreneur, mereka tidak bisa menghadirkan inovasi tanpa melalui berbagai risiko. Bahkan seorang Thomas Alva Edison pun harus mengalami kegagalan sebanyak 10083 kali hingga akhirnya menghadirkan sebuah penemuan berupa bola lampu yang bisa kita nikmati hingga sekarang. 

Bayangkan jika waktu itu Thomas Alva Edison menyerah, kemungkinan kita tidak bisa menikmati cahaya lampu seperti sekarang. Maka dari itu, berbagai risiko yang membawa kepada kegagalan harus tetap dihadapi. Para enterpreneur akan belajar bagaimana cara mengatasi risiko tersebut. mereka juga akan melakukan evaluasi sehingga menghasilkan sesuatu yang mampu menjadi terobosan baru untuk membuatnya lebih kreatif dan sukses.

Bagaimana dengan pengusaha? Seorang pengusaha memandang sebuah risiko sebagai sesuatu yang harus dihindari atau dikurangi. Baik menjalankan perusahaan besar maupun kecil, sebisa mungkin harus menghindari segala sesuatu yang menimbulkan risiko dan kerugian. Mereka lebih menghindari risiko dari pada berpikir bagaimana langkah-langkah untuk menghadapinya.

Mayoritas pelaku bisnis memang takut untuk menghadapi sebuah risiko yang ada. Meskipun sebenarnya risiko tersebut akan mengantarkan pada sesuatu yang baik, namun tetap saja selagi bisa dihindari maka sebaiknya dihindari saja. Padahal sebenarnya dibalik risiko tersebut ada hal-hal positif yang bisa diambil dan berpotensi akan mengantarkan Anda menuju gerbang kesuksesan.

  1. Kolaborasi

Para pengusaha cenderung akan menghindari hal-hal terkait kolaborasi. Mereka menganggap jika kolaborasi berpotensi menyebabkan kerugian. Mereka berpendapat bahwa ide mereka kemungkinan tidak akan dipakai. Bukan itu saja, keuntungan perusahaan pun berpotensi akan dibagi sehingga memberikan rasa ketidakpuasan karena tidak bisa mendapatkan semuanya secara utuh.

Mereka juga berpandangan bahwa pengusaha lainnya merupakan kompetitor atau saingan. Seorang pengusaha harus berusaha semaksimal mungkin dan bahkan melakukan berbagai cara untuk bisa mengungguli saingannya. Di sisi lain, seorang enterpreneur akan menanggap bahwa kolaborasi melalui sesuatu yang menguntungkan.

Dengan adanya kolaborasi, usaha mereka berpotensi akan berkembang dan keuntungan yang mereka dapatkan pun juga lebih baik. Mereka lebih suka diskusi dan saling bertukar ide dan masukan. Mereka memandang saingan merupakan seseorang yang perlu untuk diajak diskusi. Bagi seorang enterpreneur, saling bertukar pikiran adalah cara yang paling efektif untuk bsia mendapatkan inspirasi.

Anda bisa membuktikannya dengan berbagai komunitas enterpreneur yang bermunculan baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Beberapa contohhnya yaitu Jakarta Entrepeneur Club dan JDA atau Just Do Action Community. Itu semua merupakan komunitas pada enterpreneur di mana mereka akan saling bertukar pikiran dan memberikan masukan untuk perkembangan usahanya.

  1. Profit

Para pengusaha adalah profit-oriented. Berbagai peluang yang muncul akan mereka manfaatkan untuk memperoleh keuntungan bagi usaha atau perusahaannya. Dikarenakan pengusaha bekerja demi perusahaan, maka yang menjadi fokus mereka adalah bagaimana pertumbuhan serta perkembangan perusahaannya dan mereka juga akan berpikir keras agar perusahaannya mendapatkan keuntungan.

Bagi enterpreneur, mereka justru berpikir bagaimana agar perusahaan bisa bekerja untuknya. Mereka memiliki kemampuan dalam melihat peluang yang bahkan cenderung tidak bisa dilihat orang lain. Kemudian mereka memanfaatkan peluang yang ada untuk melahirkan sebuah inovasi.

Tidak sedikit para enterpreneur tersebut memulai usahanya dari berbagai masalah yang bisa mereka pecahkan. Tujuannya adalah untuk memberikan kepuasan pada pelanggan. Selain itu, enterpreneur memandang profit sebagai alat untuk mengukur luasnya pasar mereka. Profit juga dianggap sebagai media untuk mengetahui sejauh mana produk mereka dikenal konsumennya.

Melalui profit inilah seorang enterpreneur juga akan mendapatkan informasi mengenai apakah mereka sudah ada di lintasan yang tepat atau belum. Mereka juga akan melihat profit sebagai salah satu cara untuk memutuskan apakah yang menjadi target pasarnya sudah tepat, apakah konsumen menyukai produknya, apakah masih perlu melakukan promosi, dan lain sebagainya. Selain itu, profit juga dipandang sebagai salah satu cara untuk memutuskan apakah masih perlu mengembangkan usahanya atau tidak.

Demikian penjelasan tentang perbedaan antara pengusaha dan enterpreneur. Kesimpulannya, pengusaha dan entrepreneur memiliki cara pandang yang berbeda. Bisa dikatakan bahwa entrepreneur lebih berani menghadapi segala risiko yang ada karena mereka menganggap bahwa risiko tersebut mampu membuatnya berkembang. Sementara para pengusaha sebisa mungkin untuk menghindari risiko karena memandangnya sebagai sesuatu yang berpotensi merugikan.

Setelah mengetahui perbedaan di antara keduanya, kini tinggal kembali ke diri Anda sendiri. Apakah Anda termasuk seorang pengusaha atau enterpreneur? Silakan tentukan jawabannya sesuai yang Anda alami.


Baca juga

Jenis Pajak yang Harus DIbayarkan UKM/UMKM dan Cara Pelaporannya

Tanda-Tanda Kapan Perusahaan Manufaktur Membutuhkan Software Cloud ERP

Kapan Sebaiknya Perusahaan Mulai Menggunakan Software ERP

Pengertian, Fungsi, dan Metode Pengendalian Persediaan (Stock Control) pada Perusahaan Manufaktur

Pengertian dan Perbedaan Aktiva / Harta Tetap (Fixed Asset) dan Aktiva / Harta Lancar (Current Asset)

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin