Perbedaan Sales Dengan Marketing, DIlihat Dari Segi Proses, Strategi, Tujuan, Dll

By Aulia, 05 Maret 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Apa perbedaan sales dengan marketing? Sales dan marketing adalah 2 (dua) fungsi dalam suatu organisasi bisnis, keduanya sangat berdampak pada perolehan prospek dan pendapatan. Tentu banyak orang sudah tidak asing dengan istilah sales dan marketing ini. Bahkan kebanyakan menggunakan istilah sales dan marketing secara bergantian dan menganggap bahwa keduanya sama saja. Ya, hal tersebut lumrah terjadi, sebab baik sales maupun marketing secara umum bertujuan untuk menjual produk dan meningkatkan pendapatan bisnis. 

Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah sebenarnya sales dan marketing ini merupakan 2 hal yang berbeda. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa perbedaan penting antara sales dan marketing dari berbagai aspek.

Perbedaan sales dan marketing dilihat dari berbagai aspek

Definisi

Pertama, mari kita lihat perbedaan dengan melihat pengertian sales dan marketing itu sendiri. 

Sales (bahasa Indonesia: penjualan) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan perusahaan yang mengarah pada penjualan suatu barang atau jasa. Sales tidak lain menjadi tujuan utama dari setiap perusahaan, dalam arti bahwa semua kegiatan organisasi bisnis pasti mengarah pada peningkatan penjualan.

Pada dasarnya sales ini mencakup kegiatan yang berorientasi langsung pada penjualan produk/ layanan dengan menawarkannya kepada pelanggan. Tenaga penjualan disini bertanggung jawab untuk mengelola hubungan dengan klien potensial (prospek) dan memberikan solusi untuk prospek yang pada akhirnya mengarah pada penjualan.

Sementara marketing (bahasa Indonesia: pemasaran) adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan aspek-aspek strategis suatu perusahaan yang nantinya dapat membantu memicu minat audiens terhadap perusahaan terkait. Disini seorang pemasar melakukan riset dan analisis pasar untuk memahami minat pelanggan potensial. Juga adanya departemen pemasaran dalam perusahaan memikul tanggung jawab menjalankan kampanye untuk menarik orang ke merek, produk, atau layanan bisnis.

Marketing ini pada dasarnya merupakan sarana untuk menarik perhatian audiens target terhadap penawaran yang diberikan perusahaan sekaligus berusaha untuk mempertahankannya. Dalam istilah yang lebih halus, strategi atau aktivitas apa pun yang diterapkan perusahaan untuk berkomunikasi dengan audiens target guna menghasut mereka untuk membeli penawaran perusahaan akan disebut sebagai marketing atau pemasaran.

Proses

Kedua, dilihat dari prosesnya. Untuk proses sales/ penjualan, tim penjualan akan fokus pada pembuatan rencana yang menguraikan tindakan, alat, sumber daya, dan tujuan penjualan organisasi bisnis secara keseluruhan. Tim penjualan paling tertarik untuk mengubah mereka yang memiliki kesadaran akan merek menjadi pelanggan untuk mendapatkan keuntungan. Kemudian tim penjualan akan berinteraksi dengan pelanggan dan menjawab pertanyaan mereka untuk memberikan informasi yang relevan tentang suatu produk atau layanan. Sampai berakhir pada keputusan pembelian oleh konsumen.

Sedangkan proses marketing/ pemasaran lebih berfokus pada pengenalan merek dan produk dengan pelanggan baru dan/atau pengenalan ulang dengan pelanggan lama. Disini, proses pemasaran dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, memenuhi kebutuhan tersebut secara menguntungkan dengan menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan penawaran kepada pelanggan.

Strategi

Strategi marketing/ pemasaran cenderung berdasarkan pada pengumpulan informasi tentang audiens yang ditargetkan untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Setelah tim pemasaran mengetahui siapa yang mereka targetkan dengan kampanye tertentu, mereka dapat menguji strategi. Bentuk strategi pemasaran yang paling populer termasuk digital marketing melalui media sosial, website, blog, SEO, maupun pemasaran cetak melalui brosur, baliho, pamflet, dll.

Di lain sisi, strategi penjualan lebih didasarkan pada hubungan dengan pelanggan potensial, berbicara dan mendengarkan mereka, kemudian mengubahnya menjadi pelanggan yang mau membayar. Seorang salesman/ salesgirl  biasanya akan terlebih dahulu menghubungi calon pelanggan melalui panggilan telepon, di acara networking atau online. Kemudian, tergantung pada cakupan produk atau layanan, mereka akan menawarkannya dengan harapan mendapatkan penjualan.

Tujuan

Dapat dilihat dengan jelas bahwa tujuan dari sales/ penjualan adalah mendapatkan banyak kuota penjual untuk menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membuat perusahaan bisa terus beroperasi. Biasanya dalam mencapai tujuan tersebut, tim penjualan cenderung menandai sasaran berdasarkan volume sasaran pada periode waktu jangka pendek, biasanya pada kuartal atau bulan keuangan.

Lain halnya dengan tujuan pemasaran bisnis. Ini untuk mempromosikan produk, perusahaan, atau mereknya dengan komunikasi yang jelas. Tujuan utamanya adalah untuk menjelaskan dengan jelas kehadiran suatu merek atau bagaimana produk atau layanan bermanfaat bagi khalayak seluas mungkin. Hingga membuat khalayak tergugah untuk mengetahui lebih lanjut dengan merek atau produk tersebut yang pada akhirnya akan menghasilkan prospek potensial.

Target audiens

Pada umumnya, strategi pemasaran lebih memfokuskan upayanya kepada masyarakat umum atau kelompok orang yang lebih besar. Seringkali tim pemasaran membuat teknik pemasaran yang sifatnya meluas guna menyaring dan mendapatkan prospek atau audiens potensial. Sementara penjualan menargetkan kelompok orang yang lebih kecil atau bagian dari masyarakat umum yang telah tergaet menjadi prospek potensial pada proses pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya.

Hubungan antara sales dengan marketing

Meski sales dan marketing adalah 2 hal yang berbeda, tetapi keberadaannya saling terkait dan memiliki peran yang sama pentingnya bagi perusahaan sehingga Anda perlu memastikan keduanya bekerja sama dan berjalan dengan selaras. Tanpa pemasaran, penjualan tidak berjalan lancar.

Sederhananya tim pemasar lah yang mengatur urusan ‘belakang panggung’ bagi tim penjualan. Selanjutnya tim penjualan lah yang ‘keluar dari panggung’ dan berinteraksi langsung dengan para audiens yang telah diundang melalui pengenalan merek, konten yang relevan, dan pesan yang ditargetkan pada proses pemasaran.

Kesimpulan

Dengan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa sales (penjualan) dan marketing (pemasaran) adalah 2 (dua) fungsi bisnis yang berbeda tetapi keduanya memberikan andil dalam perolehan prospek dan pendapatan. Istilah sales sendiri mengacu pada semua kegiatan yang mengarah pada penjualan barang dan jasa. Sedangkan pemasaran adalah proses membuat orang tertarik pada barang dan jasa yang dijual.

Memahami perbedaan antara aktivitas sales dan marketing dapat membantu Anda membuat mereka bekerja bersama-sama untuk meningkatkan pendapatan perusahaan Anda. Saat menyiapkan anggaran organisasi, Anda perlu membuat alokasi yang tepat untuk setiap fungsi bisnis. Pemahaman yang baik tentang perbedaan membantu Anda menyiapkan anggaran yang seimbang dan efisien.



Baca juga

Cara Membuat dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Masalah Pengendalian Persediaan yang Buruk (Poor Inventory Management) yang biasa dihadapi perusahaan manufaktur

Cara Membuat dan Contoh Income Statement (Laporan Laba Rugi) Perusahaan Distribusi (Distributor)

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Manajemen Keuangan di Perusahaan Dagang

Contoh Laporan Keuangan di Perusahaan Distribusi (Distributor)

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin