Perusahaan Dagang: Pengertian, Karakteristik, dan Perbedaan

By Ayu, 30 September 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Tepat seperti namanya, secara umum perusahaan dagang merupakan sebuah perusahaan dimana kegiatan utama bisnisnya tidak melakukan perubahan pada bentuk barang yang dijual. Contoh yang paling dekat dengan kita adalah warung, minimarket, dan supermarket, dimana mereka membeli barang-barang yang dijual langsung dari supplier kemudian menjualnya kembali kepada konsumen.


Kali ini, kita akan membahas tentang pengertian perusahaan dagang, karakteristik apa saja yang dimilikinya, dan perbedaan pembukuan akuntansi antara perusahaan dagang dengan perusahaan jasa.


Pengertian Perusahaan Dagang

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa perusahaan dagang adalah sebuah perusahaan dimana kegiatan utama dari bisnisnya tidak melakukan perubahan pada bentuk barang yang dijual, perusahaan dagang memiliki pengertian lainnya yang perlu diketahui.


Perusahaan dagang merupakan sebuah perusahaan yang mana kegiatan utama dari operasional bisnisnya adalah membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang-barang tersebut tanpa melakukan perubahan atas bentuk barangnya maupun menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.


Dalam operasional bisnisnya sehari-hari, perusahaan dagang menggunakan siklus operasi. Siklus operasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Pada siklus operasi inilah, pemilik bisnis bisa mendapatkan informasi penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnisnya.


Ada empat siklus operasi pada perusahaan dagang, diantaranya adalah pembelian, penjualan, arus kas, dan stok barang. Adapun beberapa jenis bisnis yang termasuk ke dalam perusahaan dagang, yaitu distributor, agen tunggal, pengecer, toko swalayan, toko serba ada (toserba), dan pusat barang-barang grosir.


Karakteristik Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang memiliki beberapa karakteristik khusus, diantaranya adalah:

  1. Kegiatan utama bisnisnya adalah membeli, menjual, menyimpan barang-barang tersebut di gudang penyimpanan, kemudian menjualnya kembali kepada konsumen.

  2. Tidak memproduksi barang

  3. Jumlah total keuntungan yang didapat mengacu pada perhitungan antara keseluruhan nilai penjualan dikurangi dengan biaya membeli barang tersebut dan biaya operasional.

  4. Barang yang dijual tidak diproduksi sendiri oleh perusahaan atau bisnis tersebut.

  5. Produk yang dijual tidak diolah atau mengalami perubahan bentuk dan nilai jualnya.

  6. Pembuatan laporan akuntansinya berlandaskan akun persediaan barang dimana harga pokok penjualan dan laporan laba rugi dihitung dengan menggunakan single step dan multiple step.

Umumnya, ada dua jenis perusahaan dagang yang perlu diketahui seperti berikut dibawah ini:

1. Berdasarkan Produk yang Diberdayakan

  • Perusahaan Dagang Barang Produksi: Perusahaan yang kegiatannya menjual produk atau barang seperti bahan baku yang digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat produk atau mendukung produksi yang menghasilkan produk lainnya. Contohnya seperti mesin bubut, kayu gelondongan, dan lain sebagainya.

  • Perusahaan Dagang Barang Jadi: Perusahaan yang menjual produk akhir dari suatu barang yang dapat langsung digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Contohnya seperti TV, pakaian, ransel, dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan Jenis Konsumen yang Terlibat

  • Perusahaan Dagang Besar (Wholesaler): Perusahaan yang membeli produk atau barang yang akan dijual secara langsung dari pabrik yang memproduksinya dalam jumlah besar dan kembali dijual dengan jumlah yang besar juga. Contohnya seperti pedagang grosir.

  • Perusahaan Dagang Perantara (Middleman): Perusahaan yang membeli barang atau produk yang akan dijual dalam partai besar, kemudian kembali dijual ke pihak lain seperti para pengecer dalam jumlah sedang. Contoh dari Perusahaan Dagang Perantara adalah pedagang subgrosir.

  • Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer): Perusahaan yang dalam operasional bisnis sehari-harinya berhadapan langsung dengan konsumen. Konsumen bisa membeli produk atau barang yang diinginkan dengan cara eceran. Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer) adalah jenis perusahaan dagang yang paling sering dijumpai di lingkungan kita, yaitu minimarket, supermarket, warung, dan lain sebagainya.

Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa

Setiap bisnis atau perusahaan pasti harus melakukan pembukuan atas kegiatan bisnisnya. Pasalnya, pembukuan memungkinkan pelaku usaha untuk mengetahui berapa banyak keuntungan yang didapatkan oleh bisnisnya, apa saja yang harus diperhatikan, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, pembukuan akuntansi tidak bisa dihilangkan begitu saja dari kegiatan bisnis meskipun pembukuan yang dilakukan mungkin terbilang sangat sederhana.


Begitu pula dengan perusahaan dagang yang juga membutuhkan pembukuan akuntansi pada bisnisnya. Namun, akuntansi yang dimiliki oleh perusahaan dagang dengan perusahaan jasa berbeda. Hal ini dikarenakan adanya akun-akun dan aktivitas yang tidak ada pada perusahaan jasa tetap ada pada perusahaan dagang.


Berikut dibawah ini adalah akun-akun yang hanya ada pada perusahaan dagang, diantaranya adalah:

1. Akun Pembelian

Pada akun ini akan dicatat aktivitas membeli barang atau produk yang diterima oleh perusahaan sebelum kemudian dijual kepada konsumen. Selain aktivitas pembelian barang, aktivitas pembelian lainnya yang dilakukan oleh perusahaan tidak dicatat di dalam akun ini.


2. Akun Penjualan

Akun penjualan mencatatkan seluruh kegiatan penjualan barang baik kepada perantara maupun konsumen. Pada akun ini pun hanya penjualan atas barang atau produk yang dijual oleh perusahaan saja yang dicatatkan. Penjualan diluar dari penjualan barang dagangan tidak dicatat pada akun ini.


3, Akun Persediaan

Akun persediaan merupakan bagian dari salah satu akuntansi perusahaan dagang mencatatkan jumlah stok barang yang dimiliki selama periode waktu tertentu.


4. HPP atau Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan atau yang sering disebut dengan singkatannya, yaitu HPP, merupakan harga pokok yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan harga barang yang akan dijual pada periode waktu tertentu dan biasanya terpengaruh oleh harga pasar.


5. Akun Potongan Tunai

Akun Potongan Tunai merupakan akun yang digunakan untuk mencatatkan pemberian potongan harga atau diskon oleh penjual kepada konsumen karena telah membayar dengan uang tunai pada saat transaksi.


6. Akun Potongan Pembelian

Akun ini mencatatkan diskon atau potongan harga yang diberikan oleh penjual atau produsen kepada perusahaan dagang karena melakukan pembayaran dengan uang tunai atau lunas dalam periode waktu tertentu.


7. Akun Retur Penjualan

Akun ini digunakan tidak hanya untuk mencatat, tetapi juga untuk menganalisis data yang dimiliki yang berkaitan dengan barang atau produk yang terjual kepada konsumen tetapi dikembalikan kepada perusahaan dikarenakan kondisi barang yang cacat atau tidak sempurna dan tidak sesuai dengan pesanan.


8. Beban Pemasaran

Akun ini mencatatkan beban yang ditanggung oleh perusahaan dagang guna menjual barang atau produk yang masih tersedia hingga sampai ke tangan konsumen.


Berdasarkan beberapa akun dan aktivitas bisnis yang menjadi pembeda antara perusahaan jasa dengan perusahaan dagang, dapat disimpulkan bahwa akuntansi pada perusahaan dagang lebih menekankan pencatatan atas keluar masuknya barang-barang dagangan dari perusahaan atau yang terjual kepada konsumen.


Baca juga

Perbedaan Rekening Tabungan dan Giro serta Fungsinya dalam Perusahaan

Pentingnya Manajemen Keuangan Bagi Bisnis Perusahaan

Kesulitan yang Akan Dihadapi Jika Perusahaan Belum Menerapkan Sistem yang Baik

Tujuan dan Fungsi Akuntansi dalam Bisnis Perusahaan

5 Fungsi Rekening Koran Bagi Perusahaan yang Perlu Anda Ketahui

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin