Preloved Artinya Barang Bekas Berkualitas, Ini Keuntungan & Tips Menjualnya

By Aulia, 06 Maret 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam pemenuhan kebutuhan akan suatu barang, setiap orang sudah pasti memiliki pola pikir, gaya hidup, dan faktor ekonomi yang membuat keputusan pembeliannya berbeda-beda. Contohnya saja ketika menginginkan barang yang bernilai dan mewah, alih-alih membeli produk baru yang dijual di toko, tidak sedikit orang lebih memilih untuk membeli barang preloved. Apa itu preloved? Preloved artinya barang yang pernah dimiliki dan dicintai seseorang sebelumnya namun dijual kembali. Dalam jual beli, kata preloved ini sebenarnya memiliki makna yang sama dengan kata secondhand.

Meski istilah preloved ini sudah sering digunakan dan ditemukan di media online dan offline, tetapi mungkin masih ada yang belum mengetahui secara pasti sebenarnya apa sih yang dimaksud preloved itu. Dan tahukah bahwa sering dikira sama, ternyata ada perbedaan mendasar antara barang preloved dengan barang secondhand loh. Nah, agar tidak bingung dan bertanya-tanya lagi terkait preloved ini yuk simak penjelasan di bawah ini.

Memahami pengertian preloved

Preloved adalah sebuah kosakata bahasa Inggris yang mengacu pada barang yang pernah dimiliki dan dipakai sebelumnya oleh seseorang lalu dijual kembali. Jual beli preloved ini semakin digemari ketika aktivitas belanja online semakin meroket yang dimulai sekitar pada tahun 2015. 

Kini sama seperti membeli produk baru dari toko. Membeli barang preloved saat ini dapat dengan mudah dilakukan karena banyak sekali toko online yang menawarkannya. Bahkan juga telah ada wadah tersendiri atau marketplace sebagai tempat khusus para penjual dan pembeli barang-barang preloved bertransaksi. Selain itu, juga cukup mudah untuk menemukan toko yang menjual atau menyelenggarakan bazar khusus produk-produk preloved.

Lalu, apa perbedaan preloved dengan barang bekas/ barang second?

Karena memang kondisi barang preloved sudah tidak baru lagi atau pernah dipakai/ digunakan oleh pemilik sebelumnya. Jadi, barang preloved memiliki kriteria sebagai barang bekas/ barang second/ secondhand.

Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah barang preloved berbeda dari barang bekas pada umumnya. Istilah preloved digunakan untuk barang bekas yang memiliki kualitas lebih bagus dan prima bahkan mendekati kondisi baru. Selain itu, barang-barang yang dijual sebagai preloved biasanya identik dengan barang-barang branded dan mewah. 

Barang preloved itu apa saja?

Kebanyakan barang preloved adalah produk-produk fashion, terutama yang dari berbagai merek ternama. Beberapa jenis barang yang dijual sebagai barang preloved antara lain tas, sepatu, baju, sweater, jaket, kacamata, perlengkapan bayi, furnitur, kosmetik atau make up preloved, dan masih banyak lainnya termasuk barang elektronik seperti kamera. Pada intinya, semua barang yang sempat dimiliki oleh orang lain kemudian dijual dengan kondisi prima dan berkualitas tinggi lalu dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau bisa disebut sebagai preloved.

Keuntungan membeli preloved

Ada banyak alasan mengapa bisnis preloved semakin melejit dan konsumen lebih memilih membeli barang preloved karena cukup banyak keuntungan yang menyertainya. Keuntungan membeli barang preloved antara lain: 

  • Menghemat uang

Salah satu manfaat/ keuntungan paling jelas dari membeli barang preloved adalah penghematan uang. Baik berbelanja pakaian, kosmetik, furniture, atau apapun itu, Anda akan dapat membeli barang berkualitas dengan harga lebih rendah hingga 50% lebih murah daripada jika Anda membelinya dalam keadaan baru. Dengan begitu, Anda bisa memiliki koleksi desainer hebat atau produk bermerek dengan harga yang lebih murah dari harga aslinya. Ini memungkinkan Anda mencukupi kebutuhan dan keinginan akan barang berkualitas tanpa menghabiskan banyak anggaran.

  • Mengurangi kontribusi terhadap fast fashion

Fast fashion adalah istilah yang dalam industri tekstil yang menggambarkan produksi fashion yang bergerak sangat cepat, menggunakan bahan baku yang berkualitas rendah, serta dijual dengan harga yang murah. Biasanya ini terjadi dalam rangka dalam mengikuti dan memenuhi kebutuhan suatu tren yang sedang berkembang di masyarakat. Positifnya, semua kalangan dapat membeli produk tersebut karena harganya yang ‘merakyat’. 

Akan tetapi, efek buruknya produk-produk tersebut mudah sekali berakhir di tempat sampah setelah musim tren berakhir. Bisa jadi karena produknya sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini, juga karena kualitas produk tidak bertahan lama (mudah rusak). Kenyataan pahit nya lagi, sampah tekstil dan pakaian bekas ini menyumbang 50% dari permasalahan emisi global.

Maka dari itu, dengan berbelanja produk preloved khususnya produk fashion, maka secara otomatis akan mengurangi kontribusi terhadap pasar fashion yang musiman atau tidak berkelanjutan ini. Selain itu Anda juga bisa memastikan memiliki koleksi pakaian yang berkualitas, bermerek, dan cantik di lemari. Bukan pakaian yang berkualitas rendah dan cepat rusak.

  • Berkontribusi melestarikan sumber daya alam

Disadari atau tidak, membeli barang preloved juga membuat Anda berkontribusi melestarikan sumber daya alam. Pasalnya ketika memikirkan proses penciptaan produk baru, itu berarti akan memerlukan energi dan sumber daya alam. Baik itu untuk menciptakan produk itu sendiri maupun kemasan, label, hang tag dan elemen pelengkap lain yang menyertai produk baru. 

Perlu diketahui, setiap produk baru yang diproduksi tersebut memiliki andil atas beberapa tingkat penipisan sumber daya alam. Seperti menambang logam, menebang hutan, bertani kapas, atau memompa air. Dengan membeli barang preloved, maka Anda tidak hanya mengurangi jumlah sumber daya alam yang digunakan. Tetapi juga mengurangi jumlah energi yang digunakan dan polusi yang mungkin dipancarkan pada saat pembuatan item baru.

  • Menemukan barang-barang unik

Saat Anda membeli produk baru, bisa jadi Anda memilih dari barang-barang produksi massal yang mungkin dimiliki juga oleh tetangga, teman, ataupun rekan Anda. Berbeda dengan membeli barang preloved, Anda bisa mendapatkan bonus tambahan untuk memiliki barang yang sulit ditemukan saat ini. Anda bisa membeli barang-barang koleksi, unik, bahkan limited edition sehingga membuat Anda tampak menonjol dan percaya diri karena ketidak mainstreamnya.

  • Menemukan peluang baru

Terkadang, barang preloved sama bagusnya dengan yang baru. Bahkan terkadang kondisinya masih segel dalam kemasan asli yang artinya belum pernah dipakai sama sekali. Jadi, tidak diragukan lagi terkadang itu bisa menghasilkan banyak uang. Jika Anda menemukan pakaian preloved dengan nilai kualitas yang tinggi dengan harga yang sangat murah, ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi Anda. Yakni dapat Anda jual kembali dengan harga yang sedikit lebih tinggi namun tetap dalam kisaran harga wajar. Intinya, Anda bisa menerima jumlah uang yang layak dengan menjual pakaian preloved.

Tips/ kiat-kiat cara menjual barang preloved agar cepat laku

Jadi, apakah kini Anda tertarik untuk hunting dan menggunakan barang preloved? Atau justru tertarik untuk mengambil peluang usaha jual barang preloved ini? Jika ya, kami ada beberapa tips bagaimana cara menjual barang preloved agar cepat laku. Berikut tips-tipsnya:

  • Pilih barang berharga untuk dijual

Hal pertama sebelum menjual barang bekas preloved, pastikan bahwa barang tersebut masih layak dibeli. Bisa berupa barang yang sedang kembali tren, barang bermerek, barang langka atau koleksi, atau barang klasik abadi yang tidak akan pernah ketinggalan zaman.

  • Bersihkan barang

Setelah mendapatkan barang yang tepat, kemudian kondisikan barang tersebut agar tampil lebih menarik di hadapan kamera maupun tatapan mata pembeli secara langsung. Misalnya untuk produk pakaian, sebaiknya cuci dan setrika terlebih dahulu sehingga terlihat bersih dan rapi yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai jual produk

  • Display dengan foto yang menarik

Selanjutnya fotolah produk dengan gaya yang khas dan karakteristik tertentu agar tampak lebih profesional sehingga lebih dipercaya. Anda dapat memilih latar belakang yang unik dan memiliki kualitas pencahayaan yang baik untuk menghasilkan foto yang berkualitas.

  • Berikan detail yang jelas dan jujur

Yang tidak kalah pentingnya dari sebuah foto produk adalah deskripsi produk itu sendiri. Deskripsi paling dasar yang dapat Anda berikan, misalnya adalah ukuran atau dimensi dan warna serta sudah pasti harga yang pantas. Tetapi karena "preloved" berarti barang bekas, Anda juga perlu menyebutkan cacat yang mungkin dimiliki barang Anda untuk menghindari tuduhan penipuan.

  • Promosikan di berbagai kanal media

Terakhir, Anda bisa mempromosikan barang preloved di berbagai kanal media, seperti media sosial Instagram dan Facebook, e-commerce, hingga marketplace khusus barang-barang preloved.

Nah, demikianlah pembahasan mengenai barang preloved, mulai dari artinya, keuntungan, hingga tips menjual baju bekas atau preloved untuk agar cepat laku. Tentunya tips diatas bisa Anda terapkan untuk menjual preloved pribadi maupun preloved yang berasal dari orang lain. Semoga bermanfaat!



Baca juga

Cara Membuat Jurnal Umum yang Mudah Dalam Akuntansi

Pengertian dan Contoh Laporan Stock Opname Menggunakan Microsoft Excel

Apa Itu Stock Opname dan Kapan Seharusnya Dilakukan?

Strategi Perencanaan Arus Kas (Cash Flow) untuk Bisnis Distributor

Apa itu Break Event Point (BEP)?

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin