Punya Niat Mendirikan Startup tanpa Modal? Anda Harus Tau Rasio Solvabilitas

By Martina, 17 Juni 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Anda tentu bertanya-tanya, apa itu rasio solvabilitas dan apa kaitannya dengan rencana Anda untuk mendirikan startup? Rasio solvabilitas adalah perbandingan antara nilai aktiva sebuah perusahaan dengan beban utang yang ditanggungnya. Karena solvabilitas sendiri berarti kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajibannya, maka Rasio solvabilitas dijadikan parameter untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya.


Mengintip Garis Besar Rasio Solvabilitas

Mendirikan sebuah perusahaan terutama startup hampir tidak mungkin didirikan tanpa investasi atau modal dari luar. Kecuali Anda adalah konglomerat atau punya tabungan besar, sulit untuk mendirikan startup dengan modal sendiri. Bukan tidak mungkin, namun kebanyakan startup mengandalkan investasi dan para penanam modal serta hutang dari kreditur. Investasi atau tanaman modal serta pinjaman hutang dari kreditur ini menjadi utang bagi perusahaan. Antara penanam modal/pemberi pinjaman dan pemilik startup pasti memiliki sebuah kontrak dimana dalam kurun waktu tertentu, perusahaan harus memberikan sejumlah persentase keuntungan. Ini yang menjadi salah satu kewajiban yang dimaksud. Dengan mengetahui rasio solvabilitas, perusahaan dapat menilai waktu sebuah perusahaan dapat independent, jangka waktu pelunasan hutang, dan kemampuan perusahaan mendapatkan tambahan investasi. Ujung-ujungnya semua mengarah pada performa.


Varian Rasio Solvabilitas

Berbicara tentang mendirikan sebuah startup atau perusahaan berarti membicarakan peluang usaha. Dengan beragam peluang usaha yang ada, jenis keuntungan pun berbeda-beda. Untung tidak selamanya diperoleh dari keuntungan penjualan, namun juga nilai jual sebuah perusahaan. Dengan adanya perbedaan itu, rasio solvabilitas tentu juga beragam. Apa saja ?


  1. Debt to Asset Ratio, Debt Ratio

Debt to Asset Ratio menunjukkan perbandingan antara nilai utang dengan nilai aktiva. Jika nilai Debt to Asset Ratio sebuah perusahaan bernilai 0.2 atau 20% artinya kreditor mendanai 20% dari total aktiva perusahaan. Semakin kecil nilai Debt to Asset Ratio-nya, maka semakin kecil utang yang dimiliki perusahaan. Dari sini, Anda bisa menyimpulkan berapa % ketergantungan perusahaan terhadap kreditor atau si pemberi modalnya.


  1. Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio menunjukkan perbandingan antara nilai utang dengan nilai ekuitas.Disini Anda akan mengetahui berapa besar persentase pendanaan antara kreditor dan pemegang saham. Hampir mirip dengan Debt to Asset Ratio, semakin kecil persentase yang dihasilkan antara perbandingan nilai utang dan nilai ekuitas, maka semakin kecil pendanaan dari kreditor yang ada di perusahaan Anda dibandingkan dengan pendanaan para pemegang saham. Anda bisa melihat tingkat ketergantungan perusahaan terhadap kreditor.


  1. Tangible Assets Debt Coverage

Tangible Assets Debt Coverage menunjukkan perbandingan antara total hutang jangka panjang dengan total aktiva tetap yang akan diperoleh. Karena membicarakan nilai yang belum akan diperoleh, maka perbandingan ini setidaknya harus menghasilkan angka 1:1, yang artinya perusahaan dapat melunasi kembali kewajiban-kewajibannya dengan nilai aktiva tetap yang ia peroleh. Nilai ini juga digunakan untuk mengetahui performa perusahaan setiap periodenya dalam rangka evaluasi. Sehingga menjadi alert atau peringatan jika suatu waktu ternyata hasil perbandingan di bawah 1 : 1, perusahaan harus membenahi permasalahannya. Nilai ini juga digunakan oleh para pemberi hutang atau kreditor sebagai parameter untuk mempercayai kontrak yang sedang berjalan.


Dan masih banyak varian rasio solvabilitas yang lain yang juga beberapa kali dipakai untuk menentukan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajibannya. Ada Rasio EBIT terhadap bunga, Rasio EBIT dan biaya sewa terhadap bunga, terhadap total aset, penutupan kas, dan lain sebagainya. Bagaimana penggunaannya? Bergantung pada kebutuhan data masing-masing perusahaan. Faktor apa yang ingin dilihat dan difokuskan. Aset, bunga, sewa, dan lain sebagainya.


Rasio Solvabilitas, apakah penting untuk diketahui?

Jawabannya, tentu saja. Masa depan perusahaan tergantung pada rasio solvabilitas perusahaan itu sendiri. Semakin sedikit ketergantungan perusahaan terhadap kreditor semakin baik. Bagaimana? Mayoritas nilai aktiva diusahakan untuk tidak sepenuhnya berasal dari utang kreditor. Karena keberlangsungan perusahaan akan bergantung pada hal ini. Bayangkan jika tiba-tiba kreditor menarik utangnya, performa perusahaan kurang baik dan sulit melunasi hutang jatuh tempo yang sudah ditetapkan, dan berbagai masalah lainnya yang biasa menerpa startup karena nilai aktivanya belum stabil. Angka-angka inilah yang nanti bisa mencegah dan sebagai motivasi untuk meningkatkan nilai aktiva suatu perusahaan. Jika perusahaan tidak lagi dapat memenuhi kewajibannya dan dengan nilai aktiva yang ada, rasionya besar. Maka besar kemungkinan pula perusahaan itu bangkrut. Namun, perhitungan ini tentu saja harus dibarengi dengan jenis rasio solvabilitas.


Bagaimana perbandingannya terhadap aktiva dan modal dari pemegang saham. Keduanya tidak boleh besar, namun ketidaktercapaian target salah satunya belum tentu memastikan perusahaan itu bangkrut. Banyak kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari rasio solvabilitas karena data ini bisa menjawab pertanyaan krusial seputar perusahaan. Anda bisa mengetahui jumlah aktiva perusahaan, seberapa besar pengaruh jumlah utang ke aktiva, dan besar penanaman modal yang kemudian dijadikan jaminan utang jangka panjang.


Simulasi

Misalnya sebuah startup roti panggang memiliki total kekayaan sekitar 10 juta rupiah yang bisa terdiri dari aset produksi, keuntungan harian, dan lain sebagainya dengan angka hutang sekitar 5 juta rupiah. Jika kita menggunakan Debt to Asset Ratio maka rasio solvabilitas terhadap utang yang dimiliki adalah 5/10 = 0.2. Ini berarti 20% dana yang diberikan oleh kreditor mampu menghasilkan nilai aktiva perusahaan saat ini.  


Itu dia pengetahuan dasar seputar rasio solvabilitas. Menghitung rasio solvabilitas tentu tidak sesederhana angka di simulasi. Anda harus benar-benar menghitung angka yang ada di setiap departemen dari startup atau perusahaan yang Anda dirikan. Mulai dari biaya operasional, gaji karyawan, marketing budget, keuntungan, proporsi penjualan, dan sebagainya.


Bayangkan jika departemen keuangan harus menghitung ini semua secara manual. Dengan banyaknya perkembangan teknologi, banyak tools yang tersedia di dunia maya untuk mempermudah perhitungan Anda. Bahkan Anda juga bisa mendapatkan makronya sehingga tidak perlu lagi menghitung dari awal setiap periodenya. Angka juga bisa ditampilkan per periode yang Anda inginkan. Anda bisa mengevaluasi performa perusahaan kapan saja. Dan siap mencari solusi dari berbagai kemungkinan terburuk atau menggali opportunity baru perusahaan Anda.


Baca juga

Cara Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio) dan Cara Menghitungnya

Mengenal Ratio Keuangan dalam Bisnis

7 Cara Mendapatkan Investor Untuk Startup

Pengertian Modal Ventura dan Pahami Fungsinya Sebelum Memulai Bisnis Startup

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin