Seputar Akuntansi Dasar Bagi Pemula

By Aulia, 19 November 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Ingin belajar seputar akuntansi dasar? Akuntansi adalah sebuah disiplin ilmu yang bisa diterapkan pada berbagai pekerjaan. Setiap aktivitas yang kamu lakukan membutuhkan ilmu akuntansi. Lalu bagaimana dengan akuntansi dasar? Sebenarnya di sini kamu akan belajar mengenai penjabaran, pengukuran, maupun pemberian kapasitas terkait informasi keuangan yang nantinya akan kamu berikan pada pihak terkait.

Pihak terkait tersebut bisa berupa investor yang akan menilai usaha, pemilik usaha, atau pribadimu. Sebagai pemilik perusahaan, sangat penting untuk bisa mengetahui akuntansi. Manfaatnya adalah kamu bisa mengontrol dan memahami kondisi dari perusahaan yang kamu miliki. Dengan memahami ilmu akuntansi dasar, pemilik usaha UKM maupun pemilik perusahaan dapat lebih cermat di dalam mengontrol serta menjalankan tugasnya.

Dengan melakukan perhitungan, kamu bisa mengetahui seperti apa kondisi serta performa perusahaan. Selain itu, kamu juga bisa melakukan beberapa tindakan untuk bisa memprediksi seperti apa perusahaanmu ke depan. 

Lalu bagaimana jika kamu bukan pemilik bisnis atau usaha UKM? Apakah perlu belajar akuntansi dasar? Tentu saja perlu. Manfaat akuntansi dasar untuk keperluan pribadi adalah kamu bisa lebih mudah dalam mengontrol keuanganmu. 

Proses di dalam Akuntansi

Akuntansi adalah sebuah proses yang bersifat kompleks terkait keuangan. Proses ini bisa terjadi pada wilayah pribadi, organisasi, maupun bisnis. Di dalam proses accounting ini terdiri dari beberapa hal yaitu:

  1. Pencatatan

Salah satu proses yang amat penting di dalam akuntansi adalah pencatatan. Mengapa penting? Karena ini berkaitan dengan berbagai dokumen kegiatan atau transaksi terkait periode tertentu. Proses ini juga biasa dikenal dengan sebutan proses pembukuan. Di dalam proses pencatatan terdapat proses melakukan analisis transaksi kemudian memasukkannya untuk dijadikan sebagai catatan.  Bagi yang belajar akuntansi, kamu akan mengetahui bahwa terdapat banyak jenis pembukuan sesuai dengan kebutuhan maupun kepentingan pencatatan tersebut.

  1. Meringkas serta Mengklasifikasi

Di dalam sebuah pembukuan transaksi, data yang akan disajikan masih dalam kondisi mentah alias data mentah. Inilah merupakan tugas dari seorang akuntan yang akan meringkas serta mengklasifikasikan data tersebut menjadi beberapa kategori. 

Setelah itu akuntan akan mulai menerjemahkan data hingga menjadi sebuah data yang penting. Setelah itu data bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

  1. Pelaporan

Proses ketiga di dalam akuntansi dasar adalah pelaporan.  Seorang akuntan harus menyajikan maupun melaporkan data serta berbagai transaksi ke dalam sebuah laporan keuangan. Kemudian laporan tersebut diserahkan pada pihak manajemen. Dari sini pihak manajemen akan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

  1. Menganalisis

Ketika sudah menyelesaikan pencatatan, klasifikasi, serta penyusunan laporan maka seorang akuntan harus mulai melakukan analisis terhadap proses akuntansi tersebut. Apa analisis yang harus dilakukan oleh seorang akuntan?

Analisa tersebut meliputi penjualan, perbandingan laba, ekuitas, dan lain sebagainya. Tujuan melakukan analisis adalah untuk mengetahui serta menentukan seperti apa kinerja dari perusahaan atau organisasi. Setelah itu, hasil analisisnya ini bisa dijadikan sebagai pertimbangan di dalam membuat strategi atau membuat kesimpulan.

Nomor dan Nama Akun Serta Saldo Normalnya Pada Akuntansi Dasar

Sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut, kamu haus memahami apa itu akun. Akun adalah bagian yang sangat penting di dalam sebuah pencatatan. Akun merupakan formulir yang digunakan untuk mencatat adanya transaksi sejenis serta bisa mengubah komposisi kewajiban, harga, serta modal usaha. ini akan memudahkan para akuntan ketika ingin menyusun laporan.

Terdapat dua jenis akun yaitu:

  • Akun riil: jenis akun yang dicatat di neraca yang meliputi harta atau aset, kewajiban, serta modal

  • Akun nominal: akun yang dicatat di laporan laba/rugi di mana isinya memuat pendapatan serta beban

Setiap nama akun mempunyai nomor akun dan juga saldo normalnya. Saldo normal merupakan saldo yang letaknya ada di sebuah akun serta berada pada posisi kredit atau debit. Terdapat beberapa akun yang harus dihafal dalam mempelajari ilmu akuntansi dasar yaitu:

Nama Akun

Nomor Awalan Akun

Saldo Normal

Aset

1

Debit

Utang

2

Kredit

Modal

3

Kredit

Pendapatan

Kredit

Biaya maupun beban

5

Debit 

Nomor-nomor tersebut nantinya akan berkembang dengan menyesuaikan seperti apa jenis transaksi yang digunakan serta kebutuhan dari akuntansi perusahaan. Kita ambil contoh, akun “kas” yang termasuk bagian set. Perusahaan A memberikan nomor pada akun tersebut “101” atau pada akun “Pendapatan Sewa”, perusahaan B memberikan nomor akun “405” yang nantinya akan menjadi nomor akun pendapatan.

Secara umum, nomor akun yang ada pada akuntansi dasar masih dibagi sebagai berikut:

  • Akun untuk aset umumnya memiliki nomor 100 sampai 199

  • Akun untuk utang biasanya memiliki nomor 200 sampai 299

  • Nomor untuk akun modal mulai 300 sampai 399

  • Akun pendapatan memiliki nomor akun mulai 400 sampai 499

  • Akun biaya maupun beban memiliki nomor akun 500 sampai 599

Setelah kamu mengetahui nama akun serta penomorannya, sekarang kamu mungkin akan bertanya kira-kira apa saja elemen yang terdapat di nama akun seperti utang, aset, modal, pendapatan, serta biaya? Untuk mengetahui jawabannya, kamu harus menyimak informasi ini.

  • Harta/aktiva maupun aset memiliki pengertian yaitu berbagai sumber daya sebuah perusahaan maupun organisasi yang bermanfaat secara ekonomis di masa sekarang maupun masa yang akan datang

  • Utang memiliki pengertian yaitu tuntutan maupun hal yang wajib dibayarkan pada pihak lain selama jangka waktu yang telah ditentukan atau disepakati

  • Modal merupakan hak kekayaan perseorangan yang merupakan pemilik usaha maupun organisasi di antara selisih aktiva/harta dengan kewajiban

  • Pendapatan merupakan penambahan jumlah aktiva/harta dikarenakan hasil produksi yang berasal dari keuntungan bruto atau pendapatan toko

  • Beban memiliki pengertian biaya. Beban terjadi disebabkan adanya biaya. Ini bertujuan agar dapat menunjang perolehan pendapatan

Siklus Akuntansi Dasar

Seperti apa siklus pada akuntansi dasar? Tahapan di dalam siklus akuntansi harus dilalui. Tujuannya agar dapat menghasilkan sebuah informasi dalam laporan keuangan secara sistematis dan benar. Siklus di sini maksudnya adalah proses di dalam penyusunan laporan keuangan di mana laporan tersebut bisa dipertanggungjawabkan serta bisa diterima.

Terdapat tiga siklus akuntansi yaitu:

  • Pencatatan serta Penggolongan

  • Pembuatan Ikhtisar Laporan Keuangan

  • Pembuatan serta Penyajian Laporan Keuangan

Sekian penjelasan tentang segala hal yang berhubungan dengan akuntansi dasar. Kamu harus mempelajari itu semua untuk menjadi seorang akuntan yang handal.


Baca juga

Mengenal Manajemen Proyek (Project Management) Di Perusahaan

Fungsi Manajemen Persediaan (Stock Management) pada Perusahaan Dagang

Bagaimana Memilih Software ERP yang Cocok Untuk Perusahaan Anda

Cara Membuat dan Contoh Laporan Keluar Masuk Barang Sederhana Perusahaan

Mengenal Metode Depresiasi Aktiva / Harta Tetap (Fixed Asset) dalam Akuntansi

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin