Tips Cara Cepat Memahami Laporan Keuangan Perusahaan

By Martina, 23 Maret 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Setiap proses akuntansi pasti menghasilkan laporan keuangan. Siapa saja yang bisa membaca laporan keuangan dapat mengetahui seperti apa kondisi keuangan perusahaan asalkan dia benar-benar paham tentang laporan keuangan tersebut. Akan tetapi, ternyata masih belum banyak orang yang mampu memahami laporan keuangan dikarenakan setiap orang memiliki latar belakang pendidikan dan kehidupan yang berbeda-beda.

Selain itu, kebanyakan dari mereka juga banyak yang berasal atau tidak menguasai bidang akuntansi dan keuangan. Bahkan terkadang ada akuntan yang tugasnya membuat laporan keuangan ternyata masih belum memahami seperti apa logika dibalik catatan laporan keuangan yang dibuatnya tersebut. Melihat kenyataan seperti ini maka biasanya di kampus lebih diajarkan tentang bagaimana cara membuat laporan keuangan dibandingkan menjelaskan tentang fungsi laporan keuangan maupun apa manfaat dibalik pembuatan laporan keuangan tersebut.

Akibatnya, output yang dihasilkan hanya bisa membuat jurnal atau unsur-unsur dalam laporan keuangan, namun tidak paham mengenai logika atau alasan kenapa perlu membuat laporan keuangan.


Di bawah ini setidaknya ada 4 hal utama yang sering diajukan perusahaan yang berhubungan dengan kondisi perusahaan jika dilihat dari laporan keuangan:

  • Angka pendapatan tinggi, namun kenapa laporan keuangan hanya mencantumkan informasi tentang Laba Rugi serta menunjukkan laba yang relatif sangat kecil? Jangan langsung menjawab dikarenakan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan juga tinggi.

  • Angka penjualan rendah, namun kenapa laporan Laba Rugi hanya menunjukkan angka minus atau rugi saja? Biasanya orang yang menganggap penjualan rendah dikarenakan ada masalah pada aktivitas produksi yang juga rendah yang seharusnya memang tidak rugi.

  • Penjualan sangat tinggi, namun kenapa laporan Laba Rugi hanya menunjukkan jumlah laba yang signifikan? Ternyata ada banyak supplier atau vendor yang mengeluhkan perihal keterlambatan pembayaran, padahal sebenarnya pendapatan yang tinggi akan memberikan kemudahan dalam pembayaran berbagai macam biaya.

  • Ekuitas pemilik yang menunjukkan adanya peningkatan yang besar, namun kenapa malah tidak ada dividen yang dapat dibagikan kepada para pemegang saham?


Keempat pertanyaan itu lah yang kerap ditanyakan dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan seorang akuntan menguasai logika dari prinsip akuntansi. Namun kebanyakan ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, para akuntan malah kesulitan atau bahkan tidak mampu memberikan jawaban. Akan tetapi, jika pada dasarnya mereka paham terhadap logika akuntansi dan laporan keuangan, pasti mereka dapat memberikan saran terhadap manajer mengenai apa saja hal-hal yang perlu diperbaiki dan apa saja hal-hal yang tidak perlu adanya perbaikan:

  1. Kekayaan perusahaan

Setiap pemilik perusahaan sudah tentu ingin mengetahui seperti apa kondisi perusahaan yang dimilikinya. Dia ingin tahu apakah perusahaannya tersebut dapat beroperasi dengan baik dan hal inilah yang memang menjadi fokus utama pemilik perusahaan. Perusahaan dianggap dapat beroperasi dengan lancar dengan catatan:

  • Memiliki kas yang cukup untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan operasional harian.

  • Memiliki kas yang cukup untuk digunakan dalam memenuhi setiap kewajiban, seperti utang kepada vendor atau supplier, membayar dividen, membayar hutang ke bank, dan lain-lain.

  • Memiliki persediaan bahan baku untuk keperluan produksi maupun memiliki persediaan barang yang jadi dan siap untuk dijual.

  • Memiliki fasilitas dan sarana yang cukup untuk membantu kelancaran operasional perusahaan.


Selain itu, perusahaan dinyatakan memiliki kekayaan yang cukup dan dapat beroperasi dengan lancar yakni dengan cara melihat pada neraca atau yang lebih dikenal dengan Laporan Posisi Keuangan. Adapun isi dari neraca tersebut adalah seperti di bawah ini:

Aktiva (Asset) = Kewajiban (Liability) + Ekuitas Pemilik (Equity)


Sementara untuk kekayaan kotor yang dimiliki perusahaan dinamakan sebagai nilai aktiva atau asset. Nanti total nilai aktiva tersebut akan dikurangi dengan total kewajiban atau hutang yang disebut dengan Kekayaan Bersih atau Net Asset / Net Worth perusahaan. Akuntan harus memperhatikan nilai-nilai kecil pada neraca agar dapat menjawab pertanyaan yang pertama tadi. Jika pada sisi aktiva ditemukan akun kas yang saldonya lebih kecil dibandingkan akun hutang dagang yang ada di bagian sisi kewajiban, itu berarti perusahaan sekarang sedang mengalami defisit atau kekurangan. Akibatnya, akan banyak supplier atau vendor yang mengalami penundaan pembayaran.


Selain itu, neraca sudah dirancang sehingga mampu menjawab semua pertanyaan dan ternyata asset menumpuk pada akun piutang sehingga pertanyaan seperti “mengapa” dapat terjawab. Perusahaan wajib mencari tahu bagaimana cara agar dapat mengatasi piutang yang belum dapat dilunasi. Maka dari itu, manajer perusahaan harus berfokus pada penagihan hutang dengan cara menawarkan potongan untuk bisa melakukan pembayaran lebih awal. Dengan begitu, maka perusahaan bisa mencegah adanya piutang di masa yang akan datang dengan cara manajer harus mengubah kebijakan terkait kredit.


Mengenai ketersediaan kas serta bagaimana pengelolaannya dapat dilihat di bagian Laporan Arus Kas. Bagi perusahaan yang sudah go public, maka perusahaan tersebut wajib memiliki laporan arus kas. Sementara untuk perusahaan yang levelnya masih belum go public atau non go public, maka Laporan Arus Kas masih boleh ditiadakan. Mengapa? Dikarenakan laporan ini hanya menampilkan informasi yang lebih detail mengenai akun “Kas” yang ada di neraca. Pada akhirnya, untuk laporan arus kas dengan saldo yang ada akun “Kas” memiliki kesamaan.

  1. Perusahaan untung maupun rugi

Agar dapat mengetahui seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, maka dengan memiliki kemampuan untuk melunasi hutang saja masih belum cukup. Maka dari pemilik perusahaan dituntut mampu memahami pertanyaan seperti ini:

  • Apakah bulan maupun tahun ini perusahaan mengalami untung atau rugi? Jika ternyata rugi, kira-kira apa penyebabnya?

  • Apakah kegiatan operasional perusahaan selama ini berjalan secara efisien atau malah boros?

  • Apakah sumber daya perusahaan lebih digunakan untuk menghasilkan aktivitas yang menghasilkan barang atau jasa atau malah digunakan untuk melakukan aktivitas di luar kegiatan produksi barang dan jasa?


Untuk mengetahui keuntungan maupun kerugian yang dialami perusahaan bisa melalui laporan laba rugi. Selain memperhatikan neraca, pemilik perusahaan juga terkadang memperhatikan bagaimana cara akuntan dalam menghitung laba dan juga rugi. Dengan memahami apa fungsi dari laporan keuangan, maka akan lebih mudah ketika hendak melakukan atau menerapkan berbagai macam kebijakan atau kegiatan perusahaan.


Baca juga

Ketahui Apa Saja Indikator Laporan Keuangan Perusahaan

Contoh Lengkap Transaksi Serta Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Kaitan Antara Akuntansi dan Pajak dalam Laporan Keuangan

Kegunaan Laporan Keuangan untuk Bisnis anda

Ciri-Ciri Laporan Keuangan Yang Baik Beserta Manfaatnya

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin