Tips Cara Melakukan Penjualan Direct to Customer yang Efektif

By Martina, 15 Oktober 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dewasa ini berbagai metode penjualan dikembangkan dengan semakin canggih untuk menunjang kebutuhan penjualan yang semakin tinggi. Apalagi jika mempertimbangkan kemajuan teknologi digital yang semakin menguasai pasar, tentunya berbagai Seller akan semakin giat untuk mencari formula terbaik memasarkan produknya. Dengan berkembangnya era digital dan berubahnya kebiasaan belanja dari yang tradisional ke modern oleh masyarakat kita, seller tertuntut untuk ikut mengarungi perubahan zaman ini.


Ditengah peralihan kebiasaan belanja masyarakat, juga kemajuan teknologi yang serba digital ini, penelitian menunjukkan bahwa metode direct selling ternyata juga semakin diminati. Hal itu ditunjukkan dengan semakin meningkatnya angka penjualan mereka dari tahun ke tahun dengan metode direct selling. Itu artinya, di masyarakat pun juga masih tinggi penerimaannya terhadap penjualan dengan metode ini dibandingkan dengan penjualan tidak langsung yang melalui berlevel-level distributor dan agen.


Tentu ada alasan mengapa tingkat penerimaan masyarakat terhadap penjualan langsung ini masih tinggi. Namun sebelum membahas mengenai hal itu, kita uraikan lebih dulu pengertian direct selling dan apa perbedaannya dengan indirect selling.


Pengertian Direct selling

Direct selling atau disebut penjualan langsung adalah proses menjual dari produsen langsung ke konsumennya tanpa melalui panjangnya jalur distribusi. Produsen memiliki agen-agen penjualnya sendiri yang akan menyasar langsung calon konsumen mereka. Agen-agen disini adalah para penjual, bukan agen distributor yang hanya mengirim dalam jumlah besar ke seller berikutnya. Tapi mereka adalah agen yang langsung menemui calon konsumennya dan melakukan penawaran produk.


Contohnya seperti produk-produk alat masak yang ditawarkan penjualnya kepada komunitas arisan dan melakukan demonstrasi peralatannya di acara itu. atau contoh kedua, seorang sales mobil eropa yang menawarkan langsung produknya dengan mendatangi rumah atau kantor calon pembelinya.


Poin pentingnya ada pada bagaimana si penjual ini menawarkan langsung dengan memberikan penjelasan terperinci mengenai produknya kepada calon pembelinya.


Perbedaannya dengan indirect selling atau penjualan tidak langsung ada pada metode yang digunakan. Untuk penjualan tidak langsung biasanya produsen menggunakan jaringan retail modern atau tradisional untuk memasarkan produknya. Produsen mengirimkan produknya ke toko-toko retail untuk dijual disana. Pembeli tinggal membeli saja, tanpa melalui proses penjelasan dan penawaran langsung dari pihak produsennya. Produsen mengenalkan produknya melalui iklan. Jadi pada proses indirect selling ini tidak ada proses pengenalan produk dari sales kepada konsumen secara langsung.


Manfaat Dan Kelebihan Direct Selling

Beberapa hal yang menjadi keunggulan direct selling dibandingkan indirect selling, sebagai berikut:

  1. Penjelasan produk lebih menyeluruh 

Dalam proses penjualan langsung, pihak penjual yang kemudian disebut sales, akan menemui langsung calon konsumennya. Sales akan mengenalkan produknya secara rinci, membangun kebutuhan konsumen akan produknya, menjelaskan keunggulan produknya serta kemampuan produk dalam menjawab kebutuhan konsumen. Dengan penjelasan ini, konsumen akan lebih paham secara menyeluruh mengenai produk yang akan dibeli. Apalagi jika itu adalah produk baru dan belum populer di pasaran.


Sangat berbeda dengan indirect selling, yang mana konsumen tidak bisa mendapatkan penjelasan rinci tentang produknya dari produsen langsung. 


  1. Terbangun relasi yang lebih dekat dengan konsumen 

Dalam proses penawaran tersebut, juga akan terbangun komunikasi yang nyaman dengan konsumen. Melalui momen ini, sales bisa membangun relasi dan hubungan yang baik dengan konsumen. Dari situ, sales juga akan mencari tahu data-data yang ia butuhkan dari konsumennya agar produknya bisa dibeli dan disukai.  


  1. Memberikan pelayanan yang lebih baik untuk menumbuhkan kepercayaan

Akan terjadi proses tanya jawab konsumen dan sales. Pertanyaan-pertanyaan seputar produk, manfaat produk hingga keraguan konsumen bisa dijawab pada proses penjualan langsung. Sales yang bertindak sebagai wakil produsen yang bertatap langsung dengan konsumen, dapat memberikan jawaban atas semua keraguan konsumen itu. jawaban yang tepat akan memberikan kepuasan dan kepercayaan pada produk. Selain itu, penjualan langsung juga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan pada konsumen.


Tips Direct Selling Efektif 

Agar penjualan langsung ini bisa efektif, sales perlu melakukan beberapa hal baik sebelum dan ketika melakukan proses pemasaran pada calon konsumennya. Sekiranya berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi tips untuk meningkatkan keefektifan penjualan langsung:

  1. Tentukan target pasar 

Sebelum memulai menjual dan menawarkan pada konsumen, terlebih dahulu harus menentukan siapa konsumen yang akan kita target. Menentukan segmen pasar mana yang cocok dengan produk kita juga akan sangat membantu. Sebab kalau salah menetapkan target pasar, maka seluruh usaha penjualan berikutnya akan sia-sia sebab produk yang kita tawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Misal produk kita adalah tas kulit mahal limited edition. Tentu kita akan menyasar kalangan atas yang gemar mengoleksi tas-tas limited edition. Segmen pasar tersebut tidak akan keberatan soal harganya yang mahal, sebab mereka memiliki sumber daya finansial yang kuat dan juga kebutuhan akan pemenuhan hobinya mengumpulkan tas-tas edisi terbatas.


Apa jadinya kalau penjual justru menarget kalangan atas namun tidak gemar mengoleksi tas limited edition? Meskipun memiliki banyak sumber daya finansial, karena tidak suka dengan tas edisi terbatas, kemungkinan produk akan dibeli juga tipis.


Jadi, menentukan target konsumennya harus tepat sesuai dengan karakteristik produk yang akan dijual.  


  1. Kuasai produk termasuk keunggulan dan kekurangan 

Tips berikutnya adalah penguasaan produk yang akan dijual. Ini penting sekali, karena ruh penjualan langsung adalah menjelaskan detail produk hingga membuat konsumen tergerak hatinya untuk memiliki dan membeli produk kita.


Kenali produk yang akan dijual hingga spesifikasi paling detailnya. Fitur apa saja yang ditawarkan produk. Kebutuhan apa saja yang bisa dijawab oleh produk. Apa kelebihan dan keunggulan produk kita dibandingkan dengan produk lain yang mirip. Apa kekurangan yang dimiliki produk kita. Kekurangan ini penting diketahui penjual agar penjual mampu menyiapkan cara untuk menutup kekurangan tersebut. Bukan menutupi, namun menjadikan kekurangan itu tidak terlalu signifikan dalam mempengaruhi keputusan konsumen membeli. Bahwa lebih banyak manfaat dibanding kekurangannya. 


  1. Layanan purna jual

Yang menjadi keunggulan direct sales salah satunya layanan pasca pembelian ini. Layanan yang harapannya bisa diberikan secara maksimal oleh sales setelah barangnya dibeli. Layanan ini bisa berupa garansi barang diganti baru jika cacat atau rusak, layanan servis gratis, dan layanan-layanan lainnya. Aneka layanan ini mampu meningkatkan kepuasaan konsumen sehingga memungkinkan mereka melakukan repeat order.


Baca juga

Contoh Cara Pencatatan Jurnal Penjualan yang Dipotong Uang Muka

Apakah Surat Penagihan Pembayaran Sama Dengan Faktur Penjualan dan Bagaimana Cara Membuatnya

Memahami Definisi Customer Insight (Wawasan Pelanggan), Komponen Dasar dan Fungsinya dalam Meningkatkan Penjualan Suatu Usaha

Cara Membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk Bisnis Online

9 Teknik Closing Penjualan yang perlu Anda Ketahui

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin