Tips Mendapatkan Modal Usaha Dari Bank Untuk Bisnis Anda

By Ayu, 25 Februari 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sekecil apapun, seorang calon pengusaha harus memiliki modal. Modal yang dimaksud tidak hanya soal skill atau link, tetapi berupa uang. Modal uang inilah yang sering menjadi kendala seseorang dalam memulai bisnisnya, termasuk bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis yang sudah berjalan.

Berbagai cara dilakukan wirausahawan untuk mendapatkan modal usaha. Modal usaha tersebut bisa didapatkan dari tabungan pribadi, menjual atau menggadaikan aset, meminjam pada teman, menjalin kerjasama bisnis, mencari investor, atau yang cukup populer adalah pinjaman bank.

Mendapatkan modal usaha melalui bank menjadi pilihan yang sering diambil wirausahawan  karena terbilang lebih mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Namun begitu, bukan berarti mendapat modal dari bank bisa dilakukan begitu saja karena pihak bank juga tak mau mengambil risiko. Dibutuhkan tips khusus bagi peminjam untuk meyakinkan pihak bank meminjamkan uangnya. Apa saja tips yang harus diperhatikan tersebut? Berikut 9 tips mendapatkan modal usaha dari bank untuk bisnis anda.

  1. Lengkapi Semua Dokumen Persyaratan

Dokumen persyaratan adalah hal mutlak yang diperlukan dalam pengajuan apapun. Apalagi untuk meminjam uang, dokumen-dokumen ini diperlukan sebagai bukti bahwa peminjam adalah benar warga negara yang tinggal di alamat yang  sesuai dan tidak bermasalah secara hukum. Persyaratan-persyaratan yang umum ditawarkan bank adalah seperti identitas diri secara lengkap dari mulai KTP, KK, Kartu Nikah, NPWP, dan sebagainya. Dibutuhkan juga bukti fotocopy buku tabungan, slip gaji, dan bukti jika memiliki cicilan lain. Persyaratan ini sebenarnya dibutuhkan untuk memastikan jika calon peminjam memiliki kesanggupan untuk mengangsur dan melunasi pinjamannya.

  1. Siapkan Agunan

Meskipun sekarang ada juga pinjaman yang tidak mewajibkan agunan atau jaminan (Kredit Tanpa Agunan), tetapi mempersiapkan agunan bisa menjadi tips agar bank lebih percaya untuk meminjamkan modal. Barang-barang yang bisa menjadi agunan tergantung dengan kebijakan masing-masing bank tetapi umumnya bernilai lebih besar  atau mampu meng-cover dari pinjaman itu sendiri. Contoh barang yang sering dijadikan agunan adalah surat tanah dan bangunan atau properti, mobil atau kendaraan lain, dan logam mulia.

  1. Siapkan Surat Legalitas Usaha

Meskipun akan membutuhkan biaya dan usaha lebih, tapi tips ini sangat penting jika kalian ingin mendapat pinjaman modal bank dengan lebih lancar. Dengan adanya surat  legalitas usaha ini, bank akan lebih yakin akan keseriusan usaha yang dibangun. Hal ini karena surat legalitas usaha memberikan bukti bahwa usaha tersebut sudah terdaftar secara  legal keberadaannya dan secara sah dapat beroperasi.

  1. Usahakan Tidak Memiliki Beban Pinjaman Lain

Meminjam di lebih dari satu tempat dalam satu waktu tentu akan menjadi bahan pertimbangan bank. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan suntikan modal dari bank lebih baik usahakan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab di pinjaman lain. Jikapun masih ada pinjaman di tempat lain, usahakan agar pinjaman itu tidak bermasalah karena bukti angsurannya akan diminta oleh bank calon pemberi bantuan modal. Sudah bisa dibayangkan bagaimana reaksi bank jika tanggungan pinjaman di tempat lain saja masih berjalan dan macet, tentu mereka akan lebih sulit untuk memberikan modal.

  1. Jaga Reputasi Catatan Riwayat Kredit Sebelumnya

Selain memastikan bahwa di saat bersamaan kalian tidak memiliki pinjaman di tempat lain, pastikan juga jika pernah memiliki kredit yang telah dilakukan sebelumnya memiliki catatan riwayat yang baik. Kategori riwayat yang memiliki reputasi baik ini terutama dilihat dari pembayarannya yang tepat waktu. Jika riwayat kredit ini dinilai baik, maka besar kemungkinan bank untuk menyetujui pengajuan pinjaman modal kalian.

  1. Menyiapkan Laporan Keuangan Bisnis

Sekecil apapun bisnis yang sudah dijalankan, usahakan sudah membuat laporan keuangan yang jelas dan baik. Hal ini penting ketika akan mengajukan permohonan modal di bank agar terlihat bahwa bisnis yang kalian bangun memiliki prospek yang baik. Kategori baik disini tidak berarti harus selalu menunjukkan keuntungan. Pihak bank juga tentu memahami bahwa bisnis akan memiliki naik turunnya. Terpenting adalah adanya perbaikan dan potensi positif bagi kelangsungan bisnis.

  1. Siapkan Bisnis Dengan Matang

Mendapatkan modal dari bank artinya mengajukan proposal akan bisnis yang hendak dijalankan. Oleh karena itu penting untuk menyiapkan bisnis dengan matang dari mulai ide, prospek, manajemen, dan lain sebagainya. Tunjukkan bahwa kalian memiliki jiwa bisnis yang tinggi dan percaya diri akan bisnis tersebut. Hal ini menjadi tips pamungkas untuk meyakinkan pihak bank agar percaya memberikan bantuan modalnya.

  1. Percaya Diri dan Berpenampilan Menarik

Ibarat tengah wawancara kerja, penting bagi seorang pebisnis menunjukkan dirinya sebagai seseorang yang menarik dan meyakinkan ketika bertemu dengan pihak bank. Apalagi pihak bank akan menanyakan banyak hal terkait bisnis hingga ke kehidupan keseharian sehingga perlu ketenangan dan rasa percaya diri yang tinggi agar semua pertanyaan bisa dijelaskan dengan baik.

  1. Pendekatan Personal

Pendekatan personal kepada pihak bank yang akan membantu anda dalam pengurusan berkas bisa dilakukan sebagai tips untuk memperlancar proses pengajuan modal. Tunjukkan bahwa kalian adalah orang yang ramah, menyenangkan, dan bisa dipercaya sehingga memberi image positif bagi pihak bank. Jangan sungkan untuk berteman di media sosial misalkan agar terjalin kedekatan personal yang baik.

Mendapatkan modal usaha dari bank memang tampak menjadi solusi cepat. Tetapi jangan sampai pinjaman dari bank hanya membantu hasrat memulai bisnis dan kebutuhan dasarnya saja tetapi justru akan membuat kerugian besar di masa depan. Oleh karena itu, perlu pemikiran yang matang sebelum benar-benar mengajukan permohonan modal usaha kepada bank. Yakinkan bahwa kalian berkomitmen untuk mengembalikannya sesuai waktu agar tidak dirugikan dengan dendanya.

Pastikan pula bahwa besaran pinjaman sesuai dengan kemampuan finansial usaha dan pribadi. Prinsipnya hampir sama dengan kartu kredit, ketika kalian melakukan pinjaman di bank artinya tidak peduli berapa pendapatan yang kalian dapat, kalian harus tetap membayarnya.

Jangan ceroboh pula dalam menentukan masa tenor pelunasan. Membayar dengan cepat tentu menjadi keinginan, tapi bukan berarti itu cara terbaik. Karena itulah perlu perhitungan yang matang juga akan hal ini.


Baca juga

Sudah Tahu Macam-Macam Bukti Transaksi Yang Anda Butuhkan Dalam Perusahaan?

Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Jasa dan Manufaktur

Pahami Keunggulan Balanced Scorecard Untuk Perusahaan Anda

Mengenal Opini Audit Untuk Kemajuan Sistem Akuntansi Perusahaan Anda

E-Filing Ampuh Mempercepat Lapor SPT Tahunan

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin