Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 98% fasilitas kesehatan di Indonesia sudah beralih ke rekam medis elektronik (RME) per 2026 — sebuah lompatan besar dari kondisi satu dekade lalu, ketika kurang dari separuh rumah sakit memiliki sistem informasi manajemen yang benar-benar berfungsi. Transisi ini bukan sekadar tren teknologi. Sejak Peraturan Menteri Kesehatan No. 24 Tahun 2022 mewajibkan integrasi RME dengan platform SATUSEHAT, setiap rumah sakit dan klinik di Indonesia dituntut punya sistem yang bukan hanya rapi, tapi juga patuh regulasi.

Masalahnya, memilih software yang tepat tidak sesederhana membandingkan harga. Banyak fasilitas kesehatan (faskes) masih mengalami pending rate klaim BPJS Kesehatan sebesar 15–30% akibat kesalahan koding, dokumen tidak lengkap, atau bridging sistem yang gagal. Di sisi lain, ada juga kebutuhan yang sering terlewat: siapa yang mengurus pembukuan, gaji staf non-medis, atau stok kebutuhan operasional di luar obat-obatan? Di artikel ini, kami akan bahas 7 pilihan software untuk rumah sakit dan klinik di Indonesia — termasuk Ukirama ERP, yang kami posisikan secara jujur sebagai pelengkap sisi keuangan dan operasional, bukan pengganti sistem rekam medis.

Masalah Umum Faskes Tanpa Sistem Terintegrasi
  • Rekam medis pasien tercecer atau hilang
  • Antrean pasien tidak terorganisir, waktu tunggu memanjang
  • Klaim BPJS pending karena kesalahan input manual
  • Laporan keuangan dan stok obat terpisah dari sistem pelayanan

Yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Memilih

Sebelum masuk ke daftar, ada beberapa kriteria yang sebaiknya Anda cek di setiap vendor:

  • Kepatuhan RME dan SATUSEHAT — wajib sejak Permenkes No. 24/2022, bukan lagi opsional
  • Integrasi BPJS Kesehatan — PCare untuk FKTP, VClaim dan e-Klaim untuk klaim INA-CBG
  • Skala faskes — SIMRS untuk rumah sakit besar berbeda kompleksitasnya dengan sistem klinik pratama
  • Model lisensiopen source, komersial berlangganan, atau berbasis pemerintah
  • Sistem back-office terpisah — apakah pembukuan, gaji, dan stok non-medis sudah tercakup, atau perlu sistem tambahan

1. SIMRS Khanza

SIMRS Khanza adalah sistem open source yang dikembangkan komunitas dan menjadi salah satu SIMRS dengan basis pengguna terbesar di Indonesia, digunakan oleh lebih dari 1.500 rumah sakit. Karena source code-nya terbuka dan gratis, Khanza jadi pilihan populer untuk RS pemerintah daerah atau faskes dengan anggaran terbatas.

Cocok untuk: RS/klinik dengan tim IT internal yang mampu memodifikasi dan memelihara sistem sendiri. Catatan: karena sifatnya open source, dukungan teknis dan pembaruan regulasi bergantung pada komunitas atau vendor pihak ketiga yang Anda pilih untuk kustomisasi.

2. MyKlinik

MyKlinik adalah aplikasi RME berbasis web yang sudah dipakai lebih dari 4.000 klinik dan 7.000 tenaga medis di Indonesia. Fiturnya mencakup rawat jalan dan rawat inap, ICD-10, ICD-9, CPPT, e-resep, serta integrasi dengan SATUSEHAT, BPJS PCare, dan Antrean Online.

Cocok untuk: klinik pratama, praktik dokter, puskesmas, hingga apotek yang butuh RME siap pakai dengan biaya terjangkau.

3. Klinik Pintar

Klinik Pintar fokus pada kemudahan penggunaan untuk klinik tingkat pertama (FKTP), dengan integrasi BPJS PCare, Mobile JKN, dan SATUSEHAT. Modulnya mencakup RME dengan standar ICD-10, pengelolaan inventori obat, pembayaran pasien, hingga antrean online — relevan mengingat riset Philips Future Health Index (2025) mencatat sepertiga pasien di Indonesia mengeluhkan waktu tunggu yang panjang.

Cocok untuk: klinik pratama yang ingin memperbaiki alur pendaftaran dan antrean pasien sekaligus penuhi kewajiban BPJS.

4. AIDO Klinika

AIDO Klinika memposisikan diri sebagai ekosistem end-to-end, bukan sekadar software. Salah satu keunggulannya adalah kustomisasi manajemen farmasi yang cukup presisi, ditambah kepatuhan terhadap standar interoperabilitas HL7 FHIR dan terminologi medis seperti ICD-10.

Cocok untuk: klinik spesialis (kecantikan, gigi, mata, ibu & anak) yang butuh template rekam medis sesuai spesialisasi.

5. Kardia HIS

Kardia HIS adalah SIMRS komersial yang menonjolkan keamanan data finansial dan proteksi legalitas rekam medis, dengan integrasi SATUSEHAT yang diklaim lebih mudah dibanding sistem open source. Vendor ini secara terbuka membandingkan dirinya dengan Khanza — cocok untuk faskes yang lebih memprioritaskan dukungan vendor penuh dibanding kustomisasi mandiri.

Cocok untuk: klinik modern atau RS yang ingin sistem siap pakai dengan jaminan keamanan data tanpa perlu tim IT besar.

6. Mekari Klinik

Mekari menghadirkan solusi klinik yang menggabungkan RME, bridging BPJS dan SATUSEHAT, manajemen stok, dengan laporan keuangan otomatis dalam satu platform — sedikit lebih dekat ke kebutuhan operasional-finansial dibanding SIMRS pada umumnya.

Cocok untuk: klinik atau grup klinik yang ingin sisi keuangan dan pelayanan pasien tidak terlalu terpisah.

7. Ukirama ERP

Yang Ukirama tawarkan adalah sisi lain yang sering luput dari pembahasan SIMRS: operasional bisnis di belakang layar. Banyak rumah sakit dan klinik — terutama yang punya beberapa cabang atau grup usaha kesehatan — tetap mengelola pembukuan, gaji karyawan non-medis, hingga stok kebutuhan operasional (ATK, consumables non-obat, alat kebersihan, aset non-medis) secara manual di Excel, terpisah dari sistem pelayanan pasien mereka. Di sinilah Ukirama relevan:

  • Laporan keuangan real-time — laba rugi, neraca, dan arus kas per cabang dalam satu dashboard, membantu mengurangi hingga 85% pencatatan manual
  • Manajemen inventaris non-medis multi-cabang — pelacakan stok, transfer antar-lokasi, hingga buffer stock untuk kebutuhan operasional di luar farmasi
  • Payroll & HR terintegrasi — untuk staf administrasi, kebersihan, dan tenaga non-klinis
  • Implementasi dalam hitungan hari, bukan bulan, dan sudah dipercaya 120+ perusahaan di Indonesia, Singapura, Australia, dan Filipina

Anda bisa gunakan SIMRS untuk sisi klinis-regulasi, dan sistem seperti Ukirama ERP untuk sisi bisnisnya — dua sistem yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Kesimpulan

Memilih SIMRS yang tepat berarti mempertimbangkan kepatuhan RME-SATUSEHAT, kelengkapan integrasi BPJS, dan skala faskes Anda — dari SIMRS Khanza yang gratis dan open source hingga Kardia HIS atau AIDO Klinika yang lebih siap pakai secara komersial. Tapi urusan operasional di balik layar — pembukuan, stok non-medis, gaji staf administrasi — sering butuh sistem terpisah yang dirancang khusus untuk itu.

FAQ

Apakah semua klinik wajib punya RME yang terintegrasi SATUSEHAT? Ya. Sejak Permenkes No. 24 Tahun 2022 dan diperkuat UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia diwajibkan bermigrasi ke RME yang terhubung dengan SATUSEHAT.

Apa beda SIMRS dan software akuntansi/ERP seperti Ukirama? SIMRS mengurus data klinis-pasien (rekam medis, resep, klaim BPJS). ERP seperti Ukirama mengurus sisi bisnis (keuangan, stok non-medis, payroll). Keduanya bisa dipakai berdampingan.

Berapa biaya implementasi SIMRS atau ERP untuk klinik? Biaya bervariasi tergantung vendor, skala faskes, dan model lisensi (open source vs komersial). Untuk estimasi biaya sistem ERP dari Ukirama, sebaiknya konsultasikan langsung kebutuhan Anda ke tim Ukirama karena harga disesuaikan per kebutuhan.

Apakah Ukirama bisa menangani rekam medis pasien? Tidak. Ukirama adalah ERP bisnis umum, bukan SIMRS. Untuk rekam medis dan klaim BPJS, Anda tetap memerlukan salah satu dari 6 SIMRS/software klinik yang dibahas di atas.