Apa itu Retur Pembelian dan Penjualan

By Ayu, 30 July 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Di setiap kegiatan jual beli barang dalam suatu perusahaan terutama perusahaan dagang, akan mengenal yang namanya retur atau pengembalian barang kepada pihak penjual yang dapat disebabkan oleh tidak sesuainya pesanan barang ataupun barang tersebut rusak. Retur akan terjadi jika barang telah selesai diperjualbelikan antara pihak penjual dan pembeli. Retur dibagi menjadi dua jenis yaitu retur pembelian dan retur penjualan. Pada pembahasan kali ini, akan dibahas apa itu retur pembelian dan apa itu retur penjualan.


  1. Retur Pembelian

Retur pembelian merupakan pengembalian barang dari pihak pembeli kepada pihak penjual yang diakibatkan oleh barang yang telah dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan ataupun barang tersebut rusak. Dengan adanya retur pembelian, utang pihak pembeli kepada pihak penjual akan menjadi berkurang. Pencatatan transaksi retur pembelian dalam jurnal dicatat pada akun utang dagang di debet dan akun retur pembelian di kredit.


Retur pembelian yang dilakukan oleh pihak pembeli dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

  • Retur pembelian secara tunai

Retur pembelian secara tunai adalah pengembalian barang dagang yang telah dibeli oleh pihak pembeli secara tunai kepada pihak penjual dengan terdapat catatan perjanjian bahwa barang bisa diretur atau dikembalikan jika rusak pada kas.

  • Retur pembelian secara kredit

Retur pembelian secara kredit adalah pengembalian barang dagang yang telah diperjualbelikan antara penjual dan pembeli secara kredit atau dengan angsuran yang akan dianggap lunas sesuai dengan waktu jatuh tempo yang telah disepakati bersama (penjual dan pembeli).


  1. Retur Penjualan

Retur penjualan merupakan penerimaan barang oleh pihak penjual dari pihak pembeli dengan alasan barang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan pembeli ataupun barang yang dikirim mengalami kerusakan. Dengan adanya retur penjualan, menyebabkan tagihan atau piutang dari pihak penjual kepada pihak pembeli menjadi berkurang. Pencatatan transaksi retur penjualan dalam jurnal dicatat pada akun retur penjualan di debet dan akun piutang dagang di kredit.


Retur penjualan dalam dunia transaksi jual beli sebuah perusahaan dagang dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

  • Retur penjualan yang mengurangi piutang pihak pembeli

  • Retur penjualan yang mengembalikan kas pihak pembeli

  • Retur penjualan yang mengganti barang yang rusak dari pihak pembeli dengan barang yang baru kepada pihak pembeli kembali


Untuk menghindari terjadinya retur maka sangat penting bagi penjual untuk lebih teliti dalam memperhatikan jenis dan spesifikasi barang yang akan dikirimkan kepada pembeli, apakah sudah sesuai dengan pesanan yang diinginkan oleh pembeli atau belum. Dengan demikian, kesempatan penjual untuk mendapatkan untung akan jauh lebih besar dibandingkan jika terdapat retur pembelian.


Baca juga

Cara Pencatatan Akuntansi Perusahaan Yang Menggunakan Mata Uang Asing

Cara Mengelola Uang Kas (Petty Cash) dalam Perusahaan

Cara Membuat dan Contoh Laporan Keluar Masuk Barang Sederhana Perusahaan

Apa yang Dimaksud dengan E-Faktur / Faktur Pajak Elektronik

Fungsi Manajemen Persediaan (Stock Management) pada Perusahaan Dagang

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin